Michael & Dira

Michael & Dira
Bab 21



Selesai meeting bersama pak Fajar mereka pergi makan siang bersama untuk sekedar mengobrol


"semoga kerja sama kita berlangsung dengan baik.. kata fajar membuka percakapan


" semoga... kata Michael


"setelah kerja sama kita selesai ku harap kita bisa bekerja sama lagi dilain waktu.. kata fajar


" hem... kata Michael menganggukkan kepalanya


"apakah kamu sudah menikah? tanya fajar tiba -tiba


" kenapa kamu harus mengetahui semua kehidupanku.?. tanya Michael dengan dingin


"ayoo lah aku ini temen baikmu. apakah kau sudah lupa?... kata fajar


" temen baik katamu? temen baik tidak akan menghianati temennya sendiri.. paham!. aku permisi duluan.. kata Michael berlalu meninggalkan fajar


"dasar kalau kau tau apa yang ku lakukan itu yang terbaik pasti kau berterimakasih padaku... kata fajar


Setelah selesai makan siang, hari ini Michael dan dika pergi ke sebuah cafe untuk bertemu pak bowo membahas tentang kontrak kerja sama.


" maaf membuat bapak menunggu.. kata Michael menjabat tangan pak bowo


"ahh.. tidak juga pak, saya baru juga sampai.. kata pak bowo


" mari kita mulai saja, waktu saya tidak banyak.. kata Michael


"Saya mohon pak, tolong pertimbangkan lagi kerja sama kita.. kata pak bowo


" kalau saya bekerja sama,sama bapak. saya hanya mendapatkan untung yang kecil. Bahkan gaji buat karyawan saya aja kurang... kata Michael menjelaskan.


"saya mohon pak untuk kali ini.. kata pak bowo


" saya tidak bisa.. permisi.. kata Michael pergi


Dari kejauhan ternyata ada yang mendengar obrolan mereka, ia tak sengaja mendengarnya.


setlah bertemu pak bowo Michael kembali kantornya melanjutkan pekerjaannya yang sudah banyak mendekati deadline


"ayoo kita pulang.. kata dika


" pulang? kata Michael


"sudah ku duga, bahkan kau tak tau ini sudah jam berapa? apakah kau akan bekerja sampai besok pagi didalam kantor? kata Dika


Michael melihat jam tangannya ternyata sudah jam 18.35,waktu berjalan begitu cepat rasanya sekejap namun pekerjaannya bukannya makin berkurang malah bertambah


Setelah sampai dirumahnya, Dika langsung pamit pulang. Dira menghampiri Michael


"pasti lelah aku buat teh dulu yah biar agak relax.. kata Dira mengambil jas dan membukakan dasi Michael


" hemm.. kata Michael


Dira pergi kedapur dan membuatkan teh buat Michael, dan ini untuk pertama kalinya Dira membuat teh buat Michael. entah Michael suka atau tidak yang penting ia sudah berusaha


"diminum dulu, selagi hangat... kata Dira


" hemm.. kata Michael memijat pelipisnya


"aku keatas dulu mau buatin air hangat buat kamu mandi, kalau ada perlu apa-apa ambil aja sendiri.. kata Dira dengan raut wajah kesal


Dira kesal dengan sifat Michael bukannya bilang Terima kasih malah cuman balas hem doang. Dira meninggalkan Michael yang masih duduk di sofa


" dasar tuh orang yah bukan samaku aja kayak gini sama orang lain juga begitu.. kagak punya hati. kemana sih tuh hatinya kata Dira mengerutu sepanjang ia mempersiapkan air hangatnya


"orang lagi kesusahan bukannya mau dibantu, coba kalau dianya susah gimana perasaannya saat dia minta pertolongan gak ada yang mau nolongin.. kejam banget sih... punya suami kagak ada baik-baik nya deh.. kata Dira


sepanjang Dira menggerutu ternyata Michael mendengar semua apa yang dikatakan oleh Dira


" kenapa?... tanya Michael menaikkan alisnya


"haaa, kenapa apanya?? tanya Dira yg gugup


" kenapa kamu marah -marah gak jelas?? tanya Michael


"ooh tadi aku lagi nonton TV trs sicowoknya itu gak punya hati.. kata Dira berbohong (matilah aku kalau ketahuan)


" ooh karna nonton TV atau kau membicarakan aku.. kata Michael menatap mata Dira dengan tatapan yg sangat dingin


"huuaaa tamatlah riwayat ku niat mau carik perhatian biar dianya mencintaiku malah begini... susah banget deh.. kata Dira dlm hati"


"kenapa? kaget?... aku dengar semua apa yang kamu bilang... kata Michael melepas bajunya


"hemm.. pergilah aku mau mandi... kata Dira


" apakah aku boleh ikut mandi... kata Dira dengan tatapan anak minta es krim


"Dasar bodoh, keluar sana... kata Michael mendorong pelan tubuh Dira sampai batas pintu kamar mandi


" hehehehhe, suamiku lucu banget sihh. jadi kangen.. kata Dira senyum-senyum sendiri


Saat Michael mandi, ia menyiapkan pakaian Michael, dan pergi kedapur membuat makan malam


"mama... sapa keysa


" ehhh.. putri mama... kata Dira


"mama rajin banget sih masaknya? apa mama gak capek apa masak terus.. kata keysa


" Tugas seorang wanita jika sudah menikah harus bisa memasak untuk keluarganya sayang, jadi ini uda tugas mama... kata Dira menjelaskan


"tapi kan ma ada bik Mirna, bik Inah? tanya keysa lagi


" Tapi mama pengennya kalian itu masak makanan mama, bi Mirna sama bi Inah kan sudah lelah juga.. kata Dira


"Mama itu uda cantik, baik, penyayang, perhatian, plus pandai masak.. keysa bersyukur bisa punya mama seperti mama... kata Keysa dengan semangat


" Keysa senang gak punya papa seperti papa?? tanya Michael karna mendengar percakapan mereka


"bagaimana yah pa.. kata keysa mulai berpikir


" oooh jadi lupa sama papa yah... kata Michael memilih duduk di depan keysa,


"yaahh papa marah.. kata keysa tertawa melihat respon papa nya seperti itu.


" Keysa sangat bersyukur bisa punya mama, papa, punya bg Doni, punya kakek sama nenek semuanya baik. Keysa sayang semuanya... kata keysa mencium pipi Michael


"kirain putri papa uda lupa sama papanya sendiri.. kata Michael


" keysa gak mungkin lupa sama papa, papa itu super hero nya keysa sama mama. iyahkan ma? kata keysa


"Iyah dong sayang.. yaudah sekarang kita makan yah.. habis itu keysa belajar yah sayang. kata Dira sambil menyendok nasi ke piring Michael dan keysa


Suasana Hening saat makan, tidak ada yang berbicara, hanya terdengar suara sendok. Selesai makan Michael dan keysa duduk di ruang tengah sambil menghidupkan TV dan bercerita tentang sekolah keysa, sementara Dira menyucikan piring bekas mereka makan tadi. lalu menyusul mereka.


"asik banget yah ceritanya?? kata Dira


" Iyah ma, keysa lagi cerita tentang temen-temen, guru, sama tugas keysa disekolah, .. kata keysa menjelaskan


"kalau kamu yang mengerjakan semuanya, lebih baik aku pecat saya bik Mirna dan bik inah. Kalau mereka tidak bekerja dengan seharusnya.. kata Michael tanpa melihat Dira


" haaa.. kenapa dipecat?.. kata Dira kaget


"punya telinga itu dipasang baik-baik jangan cuman jadi pajangan doang tapi gak digunakan.. kata Michael dengan dinginnya


" Demi apa aku punya suami gini amat, ini namanya menguji kesabaranku dan perjuangan ku untuk mendapatkan hatinya.. tega amat sih.. batin Dira


"maaf tadi aku gak dengar, jangan dipecat dong. kalau bik Mirna sama bik inah dipecat aku gak punya temen dong dirumah. lagian mereka mau kerja dimana lagi.. kata Dira memohon


" terus mereka mau makan gaji buta... kata Michael


"Ini suami aku kan, boleh ditabok gak sih. niih hatinya kemana sih.. tolong dong yang kemarin pinjam hati lakik aku dibalikin kasihan akunya nahan marah mulu.. batin dira


" Keysa belajar dulu yah sayang nanti mama nyusul, belajar yang rajin.. ok. kata Dira mengacungkan jempolnya


"ok ma.. kata Keysa dan pergi meninggalkan dir dan Michael


" Kamu gak punya hati banget sih jadi manusia, kamu tau kan bik Mirna sama bik inah itu bekerja untuk biaya sekolah anaknya, untuk kehidupan mereka. kalau kamu pecat mau makan apa mereka. punya hati gak siih.. kata Dira yg tdk bisa menahan lagi..


"yah, aku tidak tau mau makan apa. kalau mereka mau uang buat sekolah, sama untuk biaya kehidupan mereka harus bekerja.. kata Michael menatap tajam mata Dira


" kalau dia dilawan dengan marah-marah lagi pasti dia akan marah lagi.Mending aku blas baik-baik ajalah.. batin dira


"Mas, aku tau maksud kamu. Tapi bisakah kamu kasihan pada mereka, mereka tak punya apa-apa hanya mengharapkan kerja dirumah ini. Kumohon jangan pecat mereka.. yah? aku juga kok yang mau masak buat keysa sama kamu. aku hanya ingin jadi istri yang menjalankan kewajiban ku.. kata Dira dengan nada yg lembut


###Hay...


semoga kalian suka yh sama ceritanya, maaf kalau masih banyak yg salah.


like+vote+comen yah say😇


### Selamat Membaca