Marcel & Meka

Marcel & Meka
BAB 9



Meka,Nadin,Tania sedang berada di kebun teh dekat tempat penginapan mereka.


Mereka melihat-lihat sekeliling kebun teh tersebut,Tania dan nadin sambil menunggu kabar dari Marcel dkk.


"Cantik banget pemandangannya ya guys"kata meka kepada sahabatnya


"Iya,sama kayak gue cantiknya"ucap Tania


  Nadin yang mendengar Tania berkata itu langsung menjitak kepala sahabatnya itu


  "Iiiihhh,muka Lo mah sama kayak tu pohon"kata nadin sambil menunjuk salah satu pohon tua,besar yang berada di dekat mereka


  Meka yang melihat sahabatnya pun tertawa dengan tingkah konyol mereka membuat dia cukup terhibur


Nadin terus melihat iPhone nya sambil berjalan,apakah ada kabar dari Marcel dkk


Dan tiba tiba....


Debuak..(maap ye kata-katanya salah 😊😂)


"aaaaaaaaaaa"jerit Nadin


Sangking asik melihat hpnya,Nadin terjatuh kakinya masuk ke lobang yang cukup dalam


Meka dan Tania yang mendengar Nadin menjerit melihat kebelakang.mereka terkejut saat Nadin terduduk di tanah


"Lo kenapa Nad"tanya meka dengan khawatir


"Hahahaha...."tawa Tania pecah melihat Nadin terjatuh


"Njirrr...Lo bukannya nolong malah ketawain gue,dasar kawan laknad"kata nadin


"Tau lu, dibantuin Tania sayang bukan malah diketawain" kata meka


"Yeee maap iya deh gue bantu"kata Tania sambil memegang lengan Nadin


"Lagian Lo juga kok bisa jatuh coba"lanjutnya


"Ya mana gue tau kalau ada lobang disitu"Jawab Nadin


"Emang Lo ngapain kok bisa gak nampak"kata meka


"Ya gue tadi liat hp gue"jawab Nadin


"Siapa suruh Lo main hp rasain tu enak kan"kata Tania


"Iiisss,kalian berdua bukannya nolongin malah marah-in gue"kata nadin kesal


"Kita bukan marahin Lo Nad,yaudah sini kita bantuin"ucap meka


  Meka dan Tania pun berdiri sambil memegang tangan Nadin supaya kakinya bisa terlepas dari lobang yang sempit dan banyak akar-akar pohon yang lumayan besar.


Setelah mencoba menarik Nadin dari lubang itu tetapi hasilnya sama kaki Nadin tidak bisa terlepas.


"Duh gimana ni gak bisa di lepas"kata Tania


"Iya nad" kata meka


"Ya gua juga gak tau, gimana dong?"kata nadin


"Coba gua tarik akar pohonnya ya"ujar Tania


   Tania pun menarik akar pohon tersebut tetapi tidak ada perubahan


"Gak bisa nad, gimana dong?"kata meka


"Hiksss hiksss gua juga gak tau"kata nadin mulai menangis


"Loh kok malah nangis sih nad?"kata Tania


"Gimana gua gak nangis, kaki gua sakit peakk. Gak lu liat tuh berdarah"kata nadin


Dimata kaki Nadin terluka karena kenak akar pohon yang tajam


"aduhh gimana nih? Atau kita minta tolong aja sama orang sekitar sini"ucap meka


"Gak ada mek, walaupun ada juga ibu-ibu,itupun jaraknya jauh banget"kata Tania


DDDRRRTTT..... DDDRRRTTT


iPhone Nadin berbunyi dan ternyata ada telpon dari marcel, meka yang melihat itu berniat mengambil hp nadin.


"Biar gua aja yang ngabgkat"ucap meka


"Eeehhh gak usah nad, biar Tania aja yang ngangkat, loh temenin aja gua disini"ucap nandin yang dan merampas hpnya dari tangan meka dan mengasih hpnya pada tania.


Tania pun menerima hp nadin dan melihat nama orang yang menelpon dan berjalan agak jauh dari meka dan nadin.


"Hallo"


"Gue Tania sel, kami lagi kenak masalah"ucap Tania


"Ha, masalah gimana?"tanya Marcel


"Kita lagi di kebun teh, tiba-tiba kaki Nadin gak sengaja masuk lubang dan sampai sekarang kakinya belum bisa dilepas karena ada akar-akar pohon, kita gak kuat geser pohonnya"kata tania


"Astaga, loh dikebun teh mana? Soalnya kita juga dekat kebun teh ni"kata Marcel


"Aduhh gua lupa nama kebun tehnya yang gua ingat dekat pintu masuknya ada pohon besar dikanan kiri pagarnya"kata tania


"Ohh, kita juga ada dekat situ, ya udah kami otw ya"kata Marcel


"Okee cepat ya cel, soalnya Nadia udah nangis-nangis dan jangan lupa tolong bawaiin air minum ya cel"kata tania


"Okee Tan"ucap Marcel.


Tuutttt...tuuttt...


Sambungan pun terputus.


  Tania kembali ketempat meka dan nadin


"Lo lama banget sih Tan Nerima telponnya emang dari siapa sih? Sampailah Lo menjauh gitu"kata meka sambil memeluk Nadin


" Ya gapapa sih, tadi dari Marcel mereka otw kesini katanya"ucap Tania


"Haaa? Kok bisa kesini mereka"kata meka terkejut


"Ya mana gua tau mek"ucap Tania


Meka pun terkejut terheran-heran kok bisa Marcel berada dipuncak, banyak pertanyaan yang ingin meka tanyakan kepada kedua sahabatnya ini tetapi karena waktu yang tidak tepat jadi tidak jadi menanyakannya.


Ditempat lain


Ketiga cowok tersebut mengambil barang yang diperlukan untuk dibawa ketempat meka dkk


"Udah ni barang-barangnya"ucap Arsen


"Okee ayo kita pergi"kata Marcel


Mereka pun masuk kedalam teh tersebut setelah mereka lama berjalan.


"Cel coba loh telpon deh sitania, mereka ada dimana?"kata Arsen


"Iyaa ni sel, biar jelas mana tau kelewatan"ucap david


"Okee"ucap Marcel


Marcel pun menelpon Nadin setelah berapa lama


"Hallo"


"Hallo Tan kita udah masuk ni kedalam, loh dimana ni?"ucap Marcel


"Tunggu"


Tania pun berdiri apakah ada Marcel dkk didekatnya. Ketika melihat tiga orang yang dia kenal, dia pun langsung melambaikan tangannya


"Gue lihat kalian kok, ini gua udah lambaikan tangan"ucap Tania


Marcel pun memutar tubuhnya dan melihat Tania melambai-lambaikan tangannya yang tidak jauh dari mereka


"Ya tan, gua lihat lu kok. Okee kita kesana sekarang"ucap Marcel sambil memutus sambungan teleponnya


"Ayoo kita sampai dikit lagi nih"kata Marcel dan mereka pun agak berlari menuju tempat Tania


Setelah sampai mereka langsung mendatangi ketiga cewek itu


Tanpa disengaja mata Marcel bertemu dengan mata meka dan mereka bertatap-tatapan selama beberapa menit


"Astaga kok bisa kayak gini nad?"tanyak


Arsen panik


"Ya gue gak tau, bantuin gue tolong nanyanya nanti aja"ucap Nadin


Arsen pun berjalan kearah Nadin dan mencoba menggeser sedikit akar pohon itu


"Aduhh pelan-pelan sen, sakit"kata nadin sambil memegang tangan meka yang masih memeluknya


"Iyaa nih udah pelan-pelan, loh tahan sedikit ya"ucap Arsen


"Mek kamu agak mundur kebelakang sedikit nanti takutnya kenak"kata Marcel


"Ooohhh iyaa"kata meka sambil mundur kebelakang