Marcel & Meka

Marcel & Meka
BAB 11



Setelah selesai memberes-bereskan barang mereka pun berkumpul di meja makan karena sekarang waktunya makan malam.


Tania yang berhadapan dengan David


Nadin yang berhadapan dengan Arsen


Meka yang berhadapan dengan Marcel


Tetapi Marcel belum datang karena dia belum selesai mandi


"Mek,lo liat Marcel dulu gih biar makan kita udah laperni"ucap Tania


"Lah kok gue yang manggil?"tanya meka


"Ya kan elo pacarnya"ucap Nadin menggoda meka


"Mantan bukan pacar, David sama Arsen kan bisa manggil kenapa harus gue?"sewot meka


"Elo aja deh mek biar cepat,udah pada lapar ni"mohon Tania


"Ya udah deh"ucap meka pasrah


"Yee,makaci meka sayang "ucap Tania


"Jijik gue liat Lo"ucap meka sambil tersenyum


Meka pun berjalan menuju kamar yang ditempati Marcel


Toko..tok...tokkk


"Sel, cepetan dong yang lain udah pada nungguin Lo ni "ucap meka


Tidak ada jawaban


"Marcel"panggil meka lagi dan lagi


Dan tak ada jawaban juga dari Marcel


Meka pun memutuskan untuk langsung masuk saja.


"Sell,"panggil nya sambil membuka pintu tersebut


Saat kaki meka hendak melangkah lebih masuk lagi


"Marcel???kok gak dijawab sih,gue manggil manggil loh dari luar"ucap meka sambil melihat-lihat badan Marcel tanpa berkedip


Marcel tidak menjawabnya melainkan langsung mencari pakaiannya di lemarinya.


Gilaaaaaa,badan Marcel bagus bangettttttt,body goals banget kayak badan kai exo puji meka dalam hati


"Bagus banget"ucap meka tanpa sadar


Marcel yang mendengar ucapan mantan kekasihnya itu tersenyum kecil melihat tingkah Gadis itu.


Sangatlah lucu baginya


"Udah siap liatinnya?mau aku tutup nih"tanya Marcel dengan senyum jahilnya


Meka kaget mendengar pertanyaan Marcel tadi. Ia sangat malu karena kepergok melihati badan Marcel.


Dengan cepat gadis itu pura-pura menutup matanya malu.


"Iiiihhh apaan sih,pake cepetan bajunya"suruh meka masih dengan menutup kedua matanya


Marcel pun tertawa dan mendekat ke arah gadis itu dengan baju yang ada dilehernya.


"Ngapain ditutup matanya?liat aja gak papa kok.selagi kamu yang liat aku ikhlas "ucap Marcel yang sudah berdiri di depan meja


"Marcelll"teriak meka sambil memukul dada marcel "apaan sih siapa juga yang mau liat.cepetan pake bajunya yang lain udah pada nungguin mau makan"lanjutnya


Marcel pun memegang tangan meka


"Mek,aku mau bicara soal yang kemarin" ucap Marcel menggenggam tangan meka


Meka yang sudah tau apa yang bakal di bilang marcel langsung menarik tangannya dan berniat untuk keluar.


"Cepetan keluarnya yang lain udah pada nungguin Lo"kata meka dan berbalik hendak keluar


Pintunya ditahan dengan tangan marcel


Mekapun langsung berbalik


"Bisa cepat gak sih"kata meka sedikit teriak


Marcel hanya bisa pasrah karena meka tidak mau juga mendengarkan penjelasan nya.


"Tungguin aku kita sama-sama keluar nya"kata marcel


"Hmmm yaudah cepetan"ucap meka dan menghadap ke kanan


Marcel pun langsung memakai bajunya


"Udah ayo"ucap marcel


Mekapun melihat kearah Marcel dia melihat rambu marcel yang masih berantakan sekali


"Apanya yang ayo rambutnya masih berantakan"ucap meka


Marcel tersenyum senang mendengar ucapan meka yang masih peduli padanya


Meka melihat sekelilingnya mencari barang yang sedang ada dipikirannya


Mekapun berjalan ke arah tempat tidur untuk mengambil barang yang di carinya.setelah mengambilnya dia berjalan kembali ke hadapan Marcel


"Nunduk sedikit"ucap meka "tinggi banget sih "lanjutnya


"Kamu yang kependekan sayang "kata marcel yang sudah menunduk


Meka yang mendengar ucapan Marcel langsung melotot ke arah Marcel dan memukul kepala marcel dengan sisir itu karena meka tidak suka dibilang pendek


"Aduh sakit sayang"kata marcel sambil memegang kepalanya yang kena pukul meka tadi


Meka tidak membalas lagi perkataan marcel dia memilih untuk dia dan menyisir rambut Marcel


Marcel melihatĀ  muka Meka yang sedang serius menyisir rambut nya.dia sangat rindu kepada gadis yang ada dihadapannya ini,dia ingin sekali memeluknya tapi dia takut Meka akan semakin marah kepadanya.


"Udah,ayo"ucapnya setelah selesai


Dan mereka pun berjalan menuju meja makan


Dimeja makan


"Ehhh buset lama banget sih mereka "kata Tania yang sudah kelaparan


"Iya ni gue jugak udah lapar banget"balas Nadin


"Gue deluan aja deh udah bunyi cacing gue "kata Arsen yang mau menyendok kan nasi kepiringnya


"Iss,lo sabaran kek tunggu info teman lo dulu enak aja main deluan deluan"kata nadin memukul tangan Arsen yang hendak mengambil nasi


"Gue tengok dulu deh mereka lama banget cuma manggil doang"ucap David


"Iya mending lo tengok "


Namun hendak berdiri Marcel dan Meka datang


"Lama banget sih kalian udah lapar ni"ucap Tania


"Tau si Marcel lama banget "kata meka yang sudah duduk di samping Nadin


"Ya udah cepetan deh udah lapar ni"kata Arsen


"Ayok David pimpin doa "kata nadin


"Lah kok gue,Arsen aja deh "-david


"Enak aja gue yang baru datang dong yang pimpin doa"kata Arsen menyindir Marcel


"Ya udah gue yang mimpin"ucap marcel


Setelah berdoa mereka pun memulai acara makan Mereka