
Waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB.tapi gadis itu masih tertidur manis di atas tempat tidur nuansa pinknya.padahal dia memiliki janji dengan seseorang untuk berjoging bersama seseorang.hingga alunan musik dari handphone nya mambuat ia membugam.
"Haa siapa sih gak tau apa orang lagi tidur?capek taukah."racau meka dengan mata terpejam meraba naskah disamping tempat tidur berusaha menemukan benda pipih yang terus berdering itu. Meka langsung menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Halo."jawabnya dengan siapa serak dan mata tertutup.
"eh,kamu dimana?aku udah didepan rumah kamu dari tadi, ditelpon gak aktif lagi."ucap kesal diseberang sana
Sontak mata meja melebar.ia lupa jika memiliki janji dengan mantannya itu.tadi sepulang sekolah Marcel mengajak meka untuk joging sore hari.
Padahal mereka janjinnya jam 04.00 tapi gadis itu ingkar bahkan iya masih enak-enakan bergulung didalam selimutnya dengan nyaman.sementara Marcel sudah berlumut menunggu gadis itu.
"Eh, tunggu ya.ya ampun aku lupa beneran sabar-sabar aku keluar dulu bukain pintu."meka berjalan menuruni tangga menuju pintu utama.
"Cepetan;"ucap Marcel langsung mematikan telpon nya
"Elah ini orang gak sabaran banget macam gak tau perempuan aja gimana."sampai didepan pintu ia langsung membukakan pintu untuk pria yang sudah mengomeli nya.
Laki-laki itu berdiri didepan pintunya dengan celana trending hitam,kaus abu-abu,serta jaket hitam yang melapisi kaosnya,dan jangan pula sepatu sport
Yang membalut kakinya.meka terpaku ditempat ia terpesona dengan wajah tampan dihadapannya.ia ingin bertanya kenapa lelaki itu sangat tampan sekali?tapi pertanyaan itu pasti tidak akan bisa keluar dari mulutnya.yang benar saja,dimana harga dirinya jika menanyakan hal itu?dan bisa-bisa lelaki itu akan sangat menjengkelkan jika ucapan itu sampai tercetus.
"Ya ampun lama banget sih, cepetan meka aku tunggu."semprot mercel
Gadis berpakaian piama bermotif Doraemon itu tercengang.lelaki ini lagi PMS?baru datang kerumah orang sudah mengomel mulu, melebihi mamanya.
Meka merasa setelah putus sikap Marcel sangat berubah yang dulunya dia cuek dan sangat Dingin dan sekarang dia sangat banyak bicara dan menjengkelkan.
"Ia tunggu bentar,gue ganti baju dulu"kesal meka
"Emang udah mandi?"tanya Marcel
"Udah tadi pagi"jawab Meka
"Jorok amat jadi cewek."
"Biarin.emang mau nunggu lama?lo tau kan kalau gue mandi lama banget"ucap meka
Marcel tau meka mandi sangat-sangat lama
Dirinya sampai bingung entah ngapain cewek satu ini didalam kamar mandi sampai lama sekali.
"Udah buruan."
"Iya,iya sabar jangan ngomel Mulu ntar cepat tua baru tau rasa"ucap meka sambil menuju kekamarnya.
Marcel mendengus sambil menyandarkan kepalanya di sofa.lalu ia mengambil benda pipi disaku celananya.ia berusaha menghilangkan suntuk menunggu gadis itu turun.
Tak lama setelah itu meka muncul dari kamarnya, wajahnya kelihatan lebih segar dari sebelumnya.ia mengikat semua rambutnya. Dengan celana selutut berwarna biru,kaos putih dan jaket biru yamg melapisi kaosnya. Dan jangan lupa
Sepatu sport berwarna kuning membalut dikakinya. Ia terlihat menggemaskan seperti itu.
Marcel membayangkan nanti jika ia joging bersama dengan gadis itu,ia bukan di anggap sebagai orang yang mau PDKT dengan orang tapi lebih dianggap kakak adik.
"Cak,kamu itu mau joging apa mau kondangan?rame banget warnanya."meka memutar matanya malas.tuh kan salah lagi.
"Sirik banget sih.udah jadi gak ni?kalau gak saya mau lanjut tidur lagi aja.gak tau orang ngantuk?".
"Kamu itu cewek,tapi kebo banget."
"Eh siapa yang kebo?"tanya meka tidak terima
"Kamu,siapa cobak yang mau suka?"jawab mercel.
"Eh,banyak ya yang suka sama gue, termasuk Elo kan"ucap meka spontan
"Itu tau"jawab Marcel senyum.
Meka mendengus langsung meninggalkan lelaki itu begitu aja.
"Mama gue gak dirumah"ucap meka
Pantesan Sepi banget batin Marcel.
****
Bulir demi bulir keringat menetes membasahi pelipis meka.padahal ia hanya berlari kurang dari setengah taman tapi keringatnya bisa melebihi orang yang mandi.
"Oy!ya ampun,lo tadi sarapan apaan sih? keringat Lo masih sedikit sedangkan gue udah banyak banget"seru meka sambil menyeka keringat yang mengalir di pelipisnya.
"Yaelah,baru juga setengah taman udah begitu banget mbak gimana kalau seluruh nya kamu kelilingin.udah ayok sikit lagi jangan malu-maluin"Marcel menghadiahi Kitakan kekepala gadis yang sedang menselonjorkan kakinya itu.
Meka meringis,"Marcell kambing.sakit tau, jangan asal jitak anak orang Dong."
Marcel hanya tertawa,meka terlalu menggemaskan hingga ia menjitak kepala gadis itu.
"Sel"rengeknya sambil menarik-narik tangan pria itu.
"Apa?!"tanpa menatap gadis yang duduk disampingnya.
"Iss,galak amat om kayak bulldog."
"Apa cobak ulangin sekali lagi"kata Marcel menatap lawan bicara nya
"Galak amat om kayak bulldog."
"Eh,udah ngatain aku bulldog,pakai om pulak lagi, Emang kamu pikir saya nikah sama Tante kamu apa"ucap Marcel
"Jangan sampai ya Tuhan orang yang menyebalkan ini menikah dengan Tante saya, bisa-bisa pening kepala di buatnya"ucap meka sambil melihat ke langit
"Aku juga gak mau nikah sama Tante-tante,aku maunya nikah sama kamu"ucap Marcel sambil tersenyum
"Apaan sih bulldog,om lebih mirip Chihuahua gemesin dikit aja tapi gak banyak."Marcel melotot.dengan enaknya gadis disebelahnya ini menyamakannya dengan anjing.
Meka tertawa lepas melihat wajah lelaki disebelahnya ini yang sangat lucu.
"Hahaha, maaf-maaf.om makan yuk,laperr!!aku belum makan loh.om sih tadi jitak kepala aku sakit tau,nanti kalau benjol om mau tanggung jawab?."
"Tanggung jawab, ngapa-ngapain kamu aja aku belum pernah.emang kamu yakin itu anak saya?"
Spontan meka melotot.dia pikir gue hamil??!!
Meka menjitak kepala pria disampingnya, setelah itu dia tertawa lepas.makan tu jitakan gue.emang enak
"Kamu jitak kepala aku?"
"Enggak kok om,tadi ada banyak nyamuk diatasi kepala om.saya gemes kali jadi saya tampol aja deh."ucap meka santai
"Sabar kan diriku ya Tuhan"bola mata Marcel bagai ingin keluar.menyebalkan sekali anak ini.ingin rasanya Marcel mencelupkan wajah cantiknya kedalam air sangking gemesin nya.
"Abisnya om kira aku hamil?iya?"
"Gak usah banyak bacot "
"Kok,om nyebelin sih sekarang?"
"Bukan urusan aku."ujar Marcel santai lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Jadi gak makan?atau mau pulang sendiri? Saya mau cari makanan disekitar sini enak soalnya"
"Enak aja pulang sendiri.tadi kesini berdua ya pulang nya juga berdua.nanti kalau gue pulang sendiri ada yang nyulik gimana"ucap meka
"Gak bakal ada yang nyulik kamu, penculiknya mikir mau nyulik orang masak singa betina mau diculik yang ada mereka yang kenak makan"ucap Marcel santai.
Mata meka melotot.dirinya disamakan dengan singa betina!!!ingin rasanya meka menendang orang ini ke hutan-hutan sana.