Marcel & Meka

Marcel & Meka
BAB 21



Bunyi alarm terdengar nyaring.seorang gadis yang terlihat masih bergelung didalam selimutnya berusaha meraba-raba jam weker kesayangannya dan mematikannya.tidak ada tanda-tanda sang gadis ingin bangun sepertinya.suara ketukan pintu dari sang ibu yang membangunkan gadis itu.


"Nak, kamu udah bangun belum? udah jam 05.30 nih."


Namun sang gadis itu masih asyik terlelap dan semakin menenggelamkan kepalanya didalam selimutnya. Sang mama pun membuka pintu kamar sang gadis dengan kunci cadangan.


"Ya ampun.meka bangun ! nanti kamu telat kesekolahnya."


"Hmm..bentar ma 5 menit lagi"


Meka semakin. Menenggelamkan dirinya didalam selimut sang mama menghela nafas selalu saja seperti ini.


"Mama hitung ya kalau kamu gak bangun juga mama telpon Marcel suruh kesini buat bangunkan kamu.gak malu kamu anak gadis bangunnya lama-lama meka.satu...dua....tig-"


"Iya ma iya meka bangun! Ih mamani baru pagi juga udah sebut nama Marcel aja,baru pagi udah ngomel-ngomel nanti mama cepat tua tau" Ucap sang gadis yang duduk ditempat tidur tetapi masih menutup mata


"Lah kamu yang buat mama kesal susah banget dibangunkan cepetan mandi meka"


"Iya mama ku sayang iya" sambil berjalan kekamar mandi


Setelah selesai mandi dan berseragam lengkap gadis itu pun turun kebawah menemui kedua orang tua dan abang tersayang nya.


"Pagi semuanya"ucap meka


"Pagi sayang cepetan makan nanti kamu terlambat"ucap sang papa


"Jahat banget lo bang gak bales sapaan adekmu yang cantik ini"ucap meka


"Biarin" ucap sang Abang-Glend


"Si mama juga"


"Cepetan makannya"ucap sang mama garang


"Buset galak banget sih Bu"ucap meka "oiya bang meka hari ini berangkat sama abang ya"lanjutnya


"Gak mau gue yang ada nanti gue terlambat"ucap abangnya


"Jahat Lo bang sama adek sendiri gitu!"


Meka memanyunkan bibirnya kesal melihat sikap abangnya yang selalu membuat meka ingin sekali memukul abangnya ini.


"Kamu kenapa gak bawa mobilnya aja meka"ucap sang papa


"Hehehe,males pa"ucap meka sambil tersenyum


"Ya udah suruh pacar Lo aja jemput sih dek apa susahnya"ucap sang abang


"Iss,meka gak mau tau pokoknya meka berangkat sama abang titik"ucap meka


Abangnya pun hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang melihat adik perempuan nya ini.


"Oiya pa,ma,bang selagi semuanya disini meka mau ngomong sesuatu"ucap meka serius


"Kamu mau ngomong apa dek, kayaknya serius"ucap sang abang


"Gak yang lain-lain kan dek"ucap sang mama


"Enggak kok ma,tapi jangan ada yang motong pembicaraan meka ya,trus jangan ada yang marah".


"Iya dek, cepetan gue penasaran ni"


"Jadi sebenarnya meka sama Marcel itu udah putus"


"APA"ucap mereka bertiga kompak.


"Kamu serius nak?"tanya sang mama


"Iya ma"


"Dari kapan kalian putus nya"


"Sebelum meka yang pergi kepuncak itu"


"Kamu kok gak ada bilang kalau kamu udah putus"ucap sang papa


"Ya meka takut aja nanti kalian marah"


"Tapi lo masih dekat dek sama Marcel"


"Iya,meka bilang kita jadi teman aja,tapi Marcel masih sulit nerima"


"Trus keluarga Marcel udah tau"


"Kata Marcel sih belum ma"


"Yah gak jadi besan dong"ucap sang mama lesu


"Kok bisa putus sih dek"


"Ya udah kalau kalian jodoh pasti bertemu lagi,yang terbaik aja buat keduanya"ucap sang papa


"Iya pa"


"Yes, akhirnya adek gue jomblo juga sama kayak gue"ucap sang abang sambil memeluk meka


"Yah kalau Lo mah bang jomblo karatan"


"Jahat Lo dek"


"Udah udah nanti kalian terlambat,yauda papa pergi dulu ya"ucap sang papa


"Iya pa hati-hati ya"ucap Meka dan Glen


"Yang rajin belajarnya kalian berdua"ucap sang papa


"Siap pa"ucap mereka kompak


"Hati-hati sayang"ucap sang mama sambil mencium tangan suaminya


"Aduh romantis nya"ucap meka


"Lama gue tinggal Lo dek"


****


"Bang,meka pergi dulu ya jangan lupa telat jemput nanti awas kalau sampai telat !"


"Iya iya bawel banget Lo dek,yaudah cepetan nanti gue terlambat adek ku sayang dah pergi sana hush!"


"Iya iya tanpa abg usir meka juga pergi kok"ucap meka menyalim tangan abangnya dan segera turun


"Baek-baek sekolah nya"ucap Glen


"Iya bang hati-hati".


"Pagi cewek"


Meka menghembuskan nafasnya tanpa dia lihat pun dia sudah pasti tahu orang yang menyapanya.


"Cuek banget sih, kayaknya cuek kita sekarang ketukar deh"ucap lelaki itu


"Berarti lo nyadar Lo cuek"


"Kan kamu sering bilang aku cuek"


"Iyain deh biar kelar"


"Kamu diantar siapa tadi?"tanyanya


"Bang Glen"


"Tumben gak bawa mobil"


"Lagi malas nyetir"


"Kok gitu"


"Baru pagi juga Marcel tapi pertanyaan Lo udah banyak banget kayak wartawan aja"ucap meka pada lelaki yang tak lain adalah mantan pacar nya


"Aku memang wartawan kalau lagi sama kamu,kalau gitu nanti pulang sekolah kamu sama aku gak dan penolakan titik gak pakai koma"ucap Marcel.


"Maksa om"ucap meka menatap lelaki yang ada disebelahnya ini


"Iya mbull"


"Iss,gue gak gembull Marsel"ucapnya sambil memukul Marcel


"Hahaha,itu pipinya tambah cabi aja mbull"ucap Marcel sambil menyolek pipi meka


"Iss,Lo gak liat gue selangsing ini"Ucap meka menyudahi pukulannya.


"Mana aku gak lihat mbul"ucapnya sambil tertawa


"Gue kesal sama lo bagus by"ucap meka meninggalkan Marcel dan berjalan kekelasnya


"Iya aku sayang juga sama kamu,jangan lupa nanti pulang sama aku"ucap Marcel sedikit berteriak


Meka mendengar apa yang dibilang lelaki itu padanya


'dasar orang gilak gak nyambung,buat malu lagi teriak-teriak'batin meka.


Meka pun memasuki kelasnya dan duduk di bangkunya.jangan lupakan ekspresi wajahnya yang cemberut kesal karena Marcel.


Sedangkan Marcel pergi menyusul teman-teman nya sudah deluan ke rooftop.