
Kehilangan mu membuat aku gila
Aku berharap dan berdoa supaya engkau jodoh ku,jika engkau jodoh ku aku berjanji tidak akan membuat mu mengeluarkan air mata kecuali air mata kebahagiaan
*Marcel Franski Wilson
⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺⏺
"....... PUTUS...."
Marcel yang mendengar itu seperti tersambar petir disiang hari seperti ada ribuan pisau yang menusuknya
Sontak Marcel langsung menggenggam tangan meka tapi meka menghempaskan tangan nya
"Tuh ambil aja gue udah gak ada hubungan apa apa lagi sama dia "kata meka menunjuk Sindi, dengan menahan air matanya
Setelah itu meka dan sahabat-sahabatnya pergi dari kantin
"Mek..."panggil Tania
"Gue gak papa kok Tan,nad"ucap meka tanpa melihat ke arah sahabatnya
Nadin dan Tania tau sekali apa yang dirasakan oleh sahabatnya ini sakit hati, sedih,marah,kecewa, cemburu semuanya dicampur menjadi satu
Tania memeluk meka
"mek gue tau Lo sakit hati, sedih,marah ,kesel,benci sama sindi.maafin gue gara gara gue,elo sama Marcel jadi berantem tadi" Nadin ikut memeluk meka
Tiba tiba air mata meka menetes
"enggak kok bukan salah kaliyan,gue udah coba buat ngontrol emosi gue tapi gak bisa gue udah kecewa banget sama marcel"ucap meka sambil menghapus air matanya
"Lo benar benar mau putus mek?"tanya Nadin
Meka hanya mengangguk kepalanya
"Udah dong jangan sedih-sedih baru pagi juga, senyum dong guys masak cemberut Mulu nanti tambah jelek lagi "hibur Tania
"Hahahaha"dan mereka pun berpelukan
Meka sudah lelah hari ini sudah berbicara pandangan X lebar ditambah kakinya yang tidak memakai sepatu.
Ditempat lain Sindi tertawa bahagia karena bisa melihat Marcel dan meka bertengkar didepan matanya sendiri
Sedangkan Marcel hanya bisa diam seribu bahasa karena mengingat apa yang meka katakan tadi dia tau meka sedang marah,meka kalau sekali marah bakal susah buat nenanginnya akibat kemarahannya meka mengucapkan kalimat yang tidak diinginkan itu ditambah lagi dengan kaki meka,Marcel sekarang benar-benar memikirkan Meka.......
*****
KRING...KRING....KRING...
bel istirahat berbunyi memanggil semua murid untuk berhamburan keluar kelas mereka dan menuju kantin.
"Ayo mek jajan yuk"ajak Nadin
"Enggak deh nad lagian kan gue gak pakai sepatu "ucap meka lemas
Tania Dan Nadin melihat ke arah kaki meka
"Ya udah kita beli sendal jepit dulu buat Lo,lo tunggu siniya jangan kemana-mana"belum sempat mereka pergi meka berbicara
"Yaelah gak usah deh tanggung banget tinggal satu mata pelajaran lagi kok, lagian kalau mau ke kantin gue nitip aja deh ehheeh batagor satu banyakin kecap sikitin saosnya oke"
"Yeee elo ma"kata Tania
"Hehehehe gomawo sahabat ku"kata meka
"Mek Lo gak kekantin?"tanya Fitri salah satu teman sekelasnya meka
"Eehhh Fitri hahah,nggak ni fit gue kan lagi gak pakai sepatu fit,lagian gue mager banget mau kesana"ucap meka sambil tersenyum
Fitri melihat ke arah kaki meka yang tidak terbungkus apapun
"Lo mau pakai sendal gue? gue bawa kok,Lo mau pakai gak, tunggu gue ambil Lin"
"Ehh gak usah deh fit nanti ngerepotin gak papa gue gini aja"
"Ihh gak papa kok mek sellow aja anggap kayak dipantai"sambil tertawa
Fitri berjalan ke arah meja nya dan mengambil sendalnya
"Nih mek sendalnya,Lo balikin pas masuk aja soalnya kan besok libur"
"Thanks ya fit "
"Sebenarnya gue mau ngasih dari tadi cuman tadi muka Lo kusut banget hahaha"
"Hehehe, thanks ya fit pas masuk gue balikin promise"ucap meka
"Yaelah santai aje mek"
******
Di tempat lain Tania dan Nadin mengantri membeli batagor pesanan meka
"Eh ada Tania dan Nadin sahabatnya satu lagi kok gak nampak?lagi patah hati ya? hahaha"kata Sindi untuk mencari gara-gara
"Lo lagi Lo lagi,bosen gue liat muka Lo"Tania
"Lo lupa ya Lo,Lo,gue dan sahabat Lo yang satu lagi itu sekolah sini!jadi selama kalian sekolah disini kita bakalan ketemu"
"Terserah lu dah sin gue gak ngurusin"Nadin
Sindi yang belum puas mengganggu Tania dan Nadin terus bertanya kepada mereka
"kok kaliyan kekantin gak bareng yang satu lagi? kenapa?lagi sakit hati ya?karena Marcel lebih bela gue dari pada meka"
Tania dan Nadin hanya diam tidak mau membuat keributan kembali di dalam kantin ini
meka buat nyuekin gue ya? Hmm egois banget"ucap Sindi
Nadin yang memegang air putih berbalik dan..BYURR!!! Nadin menyiram sindi,ya kesabaran Nadin sudah habis dan Tania yang melihat itu sempat terkejut
"Gimana? enak gak mandi siang siang?dingin kan? makannya honey jangan suka mengusik kehidupan orang kalau hidup Lo ada belum beres, jangan jadi benalu di hubungan orang dan satu lagi meka orang nya gak egois "
Sindi hanya bisa menahan emosi dan malunya
Setelah itu Tania dan Nadin berjalan dengan sangat Santai menuju kelasnya
"Haii dear ini pesanan Lo "
"Thanks sahabat ku"
Meka melihat ada yang aneh dari kedua sahabatnya
"kalian kenapa senyum senyum gak jelas gitu
Tania melihat ke arah meka
"Lo mau tau gak apa yang terjadi tadi waktu di kantin"tanya Tania
"Emang ada apa dikanti?"tanya Meka yang sudah mulai kepo
"Tadi sahabat kita yang satu ini mengasih pelajaran tambahan perkalian pembagian pengurangan sama seseorang"jawab Tania
"Ngasih pelajaran ke siapa Lo pakai perkalian pembagian pengurangan segala lagi?"
"Sindi"jawab Tania
Meka hampir keselek makanan yang ada di dalam mulutnya mendengar ucapan Tania
"Ngerjain apa Lo ke si ular?"tanya meka melihat Nadin
"Gue siram dia pakai air dingin ehheeh,dan pasti dia malu banget dilihat anak yang ada di kantin"jawab Nadin sambil tersenyum
"Hahahaha gile Lo kenapa gak pakai air comberan Lo nyiram nya kan sayang air dingin nya"tambah meka
"Hahaha gue gak kepikiran sampai situ mek "
Dan mereka pun menghabiskan makanannya dan bel masuk pun berbunyi
*****
TRING...TRING....TRING...
"Akhirnya ya guys kita pulang juga gue capek banget njirr"ucap Tania sambil memasuki bukunya kedalam tas
"Eh lo pikir Lo dong yang capek gue jugak kalik"ucap Nadin
Meka tertawa melihat kedua sobatnya ini
"Ya elah kaliyan gitu dong capek "
"Hehehe"
"Eh mek nyokap Lo hari ini bikin cake gak? Kita kerumah loya numpang makan laper banget gue haha" ucap Nadin
"Ahh laper Mulu lo,ya udah let's go " kata meka
Mereka bertiga keluar dari kelas dan Tania melihat kaki meka
"Eh mek Lo beli sendal?"tanya Tania
"Kapan mek lo beli? Dimana?"tambah Nadin
"Bukan gue beli ini sendal Fitri gue pinjem sebentar masuk gue balikin"
"Oh gitu bagus deh kali Lo gak sakit lagi "
Namun saat meka sedang mengobrol dengan Tania dan Nadin tiba-tiba Marcel datang dan memanggil meka.
"Mek......"panggil Marcel
Meka hanya diam saat Marcel menyapa dan memanggil nya
Please God jangan sekarang,gue males banget ketemu Marcel hati gue masih sakit *batin meka.
Meka menatap sahabatnya
"guys cabut yuk dari sini tiba-tiba panas,gue pingin buru buru masuk mobil
Meka langsung berjalan deluan melewati Marcel
Marcel dengan cepat menggenggam tangan meka "mek dengarin aku dulu!"
Meka sudah malas berbicara dan bertemu Marcel sontak menghempaskan tangan Marcel dengan kasar
Tania dan Nadin tidak bisa membantu meka
"Mau apa lagi si sel? Mau ngomong apa lagi Lo sama gue? Mau bilang Lo sama Sindi udah jadian gitu ooh selamat deh!awas gue mau pulang gue capek pingin tidur,sekian!"
Marcel hanya diam mendengarkan kalimat kalimat pedas yang akhir ini di ucapkan wanita nya,dia bingung harus bagaimana cara supaya bisa bicara kepada gadis nya yang sedang marah.
"Hmm mek,Lo gak terlalu kasar sama Marcel?"tanya Tania
"Iya,Lo juga gak kasihan gitu mek?"Nadin
Pertanyaan mereka memecahkan keheningan di dalam mobil
"Nggak kok gue gak kasar sama dia,dan gue juga gak kasihan sama dia,dia aja gak ada nanya ini kaki gue kan yaudah lagi pula gue and dia sudah putus jadi gak ada hubungan apa apa lagi"
"Lo yakin dengan keputusan Lo mek,baru semalem Lo kaliyan ngerayain setahun anniversary mek"tanya Tania
"Iya gue yakin guys dan Sindi gak bakal ganggu kita lagi"