Marcel & Meka

Marcel & Meka
BAB 18



Meka pun turun ke bawah dan menuju ke ruang makan.disana semua duduk di tempatnya masing-masing


Ada mamanya Marcel,mama ku dan kedua adiknya Marcel.


"Hai kak meka"kata adik perempuan Marcel yang bernama Kiara


"Hai juga Kiara "balas meka


"Mana pacar kakak yang sok kegantengan itu"kata Alan adik laki-laki Marcel


Alan memiliki sifat beda tipis dengan marcel tapi Marcel yang lebih cuek


"Itu mau tu-itu dia "ucap meka dan marcel ternyata sudah ada di belakangnya


"Apa Lo bilang tadi,gue memang ganteng kali"


Marcel berjalan ke arah mamanya meka dan menyalam orang tersebut


"Tante"sapa Marcel lembut


"Iya nak"balas mama Meka


Meka geram karena Marcel duduk disebelahnya dia pun menginjak kaki Marcel


"Auu, sakit sayang"ucap Marcel


"Sayang gigi lo, ngapain duduk disini "katanya pelan supaya tidak kedengaran yang lainnya


"Ya mau makanlah masak mau nanyi"kata Marcel


"Iya gue tau maksudnya tempat duduknya,kan masih banyak tempat lain"


"Nggak ah enakkan disini disamping calon istri dan calmer"Ucap Marcel tersenyum


"Terserah Lo deh"


Mereka pun memulai makan malamnya. Banyak canda tawa disaat makan malam kali ini,dan Marcel dari tadi tersenyum seperti orang gila.dia selalu melihat wajah perempuan yang duduk disampingnya ini.


Disela-sela makan nya dia menggoda-goda meka.sepertinya ada hobi baru dihidupnya yaitu menggoda meka


Kenapa dia baru menyadari hal ini, kenapa tidak dari dulu waktu mereka masing pacaran. Marcel berjanji akan mengubah sikap cueknya Kepada meka.


..........


Setelah makan malam meka dan kedua adik Marcel berada di ruang keluarga, sedangkan Marcel berada di kamarnya karna ada sedikit yang harus diselesaikan nya,dan kedua ibu-ibu itu berada diruang tv yang sedang asik berbicara.


"Kak,aku mau curhat ni kak"kata kiara


"Curhat aja,kakak dengerin kok."


"Kiara tuh lagi suka banget sama cowok, murid baru dikelasnya Kiara tapi cowok nya itu cuek banget kk lebih cuek dari kedua Abang Kiara yang menyebalkan itu kk, menurut kakak Kiara harus gimana dong kk?"


"Menurut kakak sih kamu harus perjuangin dong,coba kamu mulai cari tau kesukaan dan tidak kesukaannya, coba akrab sama dia, nanti lama-lama dia nyaman sama kamu"


Meka teringat saat Marcel berjuang untuk nya,setiap hari Marcel membawakan makanan kesekolah dan kerumah meka walaupun dengan sifat cueknya.


"Tapi Kiara takut dia ilfil sama kiara"


"Kamu dekattinya jangan terlalu cepat perlahan-lahan aja, jangan terlalu heboh juga"


"Hmm Kiara coba deh kak"


"Oke, semangat Kiara"


............


Pukul 22.00 WIB meka dan mamanya baru tiba dirumah mereka


"Ma,meka langsung masuk kamar ya"izin meka ke mamanya


"Iya sayang"jawab sang mama


"Good night mama"sambil mencium pipi mamanya


"Good night too"


Setelah itu meka naik menuju kamarnya dan membersihkan dirinya sambil tersenyum-senyum karna tadi saat dirumah Marcel dia sangat senang bisa bermain game sambil tertawa dengan Marcel dan kedua adiknya.


Dia memainkan handphonenya sebentar setelah itu dia pun tertidur


..........


Pada Senin kali ini sangat lah berbeda bagi meja. Berbeda bagaimana?ya, hari Senin kali ini meka terlambat untuk yang pertama kali dikelas XII.


Seperti biasa bagi siapa yang terlambat dia akan diberikan sanksi berupa hukuman.dan kali ini entah hukuman apa yang didapatnya.


Meka masih sangat setia berdiri di depan pagar sekolahnya, menatap para anggota upacara yang sedang melaksanakan upacara di dalam.


"Tumben telat." Suara bariton itu mengagetkan meka yang tengah berdiri kearah berlangsungnya upacara.


Cewek yang bernama meka itupun menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tersebut, rupanya itu Marcel.


"i-iya tadi gue kena macet"jawab Meka seadanya,"terus lo ngapain disini?"lanjutnya


"Aku juga terlambat"jawab Marcel


"Kok bisa?"


"Telat bangun "Ucap Marcel


"Terus kamu ngapain disini"tanya Marcel


"Ya mau sekolah lah"


"Percuma paling juga nanti bakal dihukum gak boleh ikut pelajaran mending bolos sama aku aja yuk"kata Marcel seenak jidat.


"Enggak makasih"meka memutar bola matanya.


Bibir Marcel tertarik untuk tersenyum.cowok itu mendekatkan wajahnya pada telinga meka.


"Jangan jutek-jutek ntar nambah cantik nya"bisik Marcel tepat di telinganya.


Tak terasa, ternyata upacaranya pun sudah selesai.pagar sekolah pun dibuka dan mereka sudah diperbolehkan masuk.


Ketika mereka masuk mereka sudah diintrogasi terlebih dahulu oleh OSIS yang baru.


"Kak meka"ujar kerua OSIS yang baru bernama Frans


"i-iya Frans maaf ya melanggar sekali"jawab Meka


"Iya,gak papa"ujar frans"lain kali jangan diulangi kembali, sekarang silahkan masuk" sambung Frans datar


Langkah kaki meka terhenti tatkala pergelangan tangannya lagi-lagi ditahan oleh tangan Marcel yang ukurannya lebih besar dari tangannya


Marcel sangat-sangat merasa biasa saja dengan wajah yang sangat santai seperti tidak punya kesalahan. Tatalan Marcel tetap lurus kearah Frans, namun Frans menatap pergelangan tangan meka dan marcel lalu menatap wajah meka.


Marcel tau bahwa laki-laki yang ada didepannya ini yang jabatan nya sebagai ketua OSIS disekolah nya memiliki rasa Kepada mantan pacar nya ini.


"Gue masuknya musti bareng sama meka."ujar Marcel dingin dengan wajah yang tanpa dosanya.


"Lo dan yang lainnya harus seperti biasa menyapu halaman sekolah sama belakang sekolah sampai bersih" ujar frans tanpa embel-embel kak atau Abang.


"Berarti meka juga dong"tanya salah satu murid


"Iya tuh gak adil banget" sahut lainnya


"Tau nih, ketua OSIS nya gak ad banget"


"Ya udah frans,gue juga akan ikut mereka karena gue juga salah seperti mereka."ujar meka karena dia tidak mau ada keributan


"Oke"sahut Frans setelah itu dirinya melangkah pergi


"Aku tau kamu gak bisa jauh dari aku"bisik Marcel menggoda meka


.........


Semakin siang semakin panas terik matahari.padahal jam masih menunjukkan pukul sembilan namun sinar sang Surya sudah terasa terik sekali.


Sesuai perjanjian tadi pagi,kini meka pun tengah menyapu taman belakang sekolah.dirinya tidak sendirian melainkan dengan marcel dan para siswa siswi yang juga telat.


Meka sangat sebal sekali dengan orang yang berada di sebelahnya ini,dia bukan nya membantu biar cepat selesai,dia malah selalu menggoda meka siapa lagi kalau bukan Marcel


Meka melihat jam yang ada ditangannya,sudah hampir jam sepuluh itu tandanya bel pelajaran pertama dan kedua akan segera berakhir,dan hukuman pun berakhir


Kini kepala meka sangat sakit rasanya, dirinya baru ingat bahwa tadi pagi dia belum sempat sarapan karena memang sudah kesiangan. Jari jemarinya mencoba memijit keningnya.


Setelah selesai dirinya pergi kekelas dengan diantar Marcel dan menemui para sahabatnya yang sangat rempong.