
"Laki-laki itu akan kelihatan lebih dewasa ketika dia tidak lagi menyakiti wanita"
*Marcel Franski Wilson
××××××××××××××××××××××××××××××××××××××
"Huhhh...!"
Mekarani fyodella Smith cewek yang duduk di kelas XII IPA2 langsung menduduki bangkunya dengan memasang wajah kesal.
Tania dan Nadin yang melihat sahabatnya memasang wajah kesal dengan penasaran bertanya "kenapa si Lo?manyun Mulu tu bibir masih pagi jugak"kata Tania
Meka melirik kearah sahabatnya "gue di cuekin Marcel"
Tania dan Nadin hanya ketawa mendengar Jawaban sahabatnya
"Kok malah ketawa sih kaliyan?"
Nadin menatap sahabatnya dan mencoba untuk menahan tawanya sejenak"yagimana gue gak ketawa cobak,lo kan sering mek di cuekin sama Marcel"
Meka diam sejenak karena memang apa yang dikatakan sahabatnya itu bener.
"Memang sih gue selalu di cuekin Marcel,tapikan gak kayak gini jugak"
"Hari ini kan gue anniv setahun sama Raka masak dia gak ingat"
Marcel Franski Wilson cowok cuek di SMA
Pelita jaya, banyak yg suka kepada marcel karena ketampanannya,Marcel juga terkenal pintar dan juga seorang bad boy
Nadin menepuk pundak sahabatnya itu "yaudah nanti kita bilangin sama Marcel biar dia ngomong sama Lo,lagian kebangetan banget dia masa anniv gak di ucapin"
"Jangan dong!"
"Gue gak mau dia inget cuma karena di kasih tau orang biarin dia ingat sendiri.kalau dia gak ingat sampai besok dia bener bener kelewat"kata meka sedikit emosi
Tania dan Nadin mencoba mengerti dengan alasan sahabatnya"yaudah senyum dong masa sahabat gue cemberut terus sihh"
Tania,Nadin dan meka mereka memang sudah bersahabat dari duduk di bangku SMP dan mereka memutuskan masuk ke SMA yg sama yaitu SMA pelita jaya.
"Thanks ya, kaliyan selalu ada buat gue, selalu ngertiin gue"kata meka sambil tersenyum
"Iya mek,itu gunanya kita sahabatan"
******
Kring...kring..kring.
Istirahat pertama pun berbunyi
Memang sejak pelajaran tadi perut meka sudah lapar sekali
Meka memasukkan beberapa buku kedalam tasnya"guys gue laperni kekantin yok"
"Iya deh ayok gue juga udh laper banget dari tadi sampai gak konsen gue si pak nano ngomong apaan"jawab Tania
Meka mengambil dompet yg ada di dalam ranselnya.
"Ahh eloma selalu lapar Tan"kata Nadin
"Yee gue mah emang lapar beneran nad"kata Tania
Meka hanya tertawa mendengar sahabatnya
"Hahahaha... Ya udah kaliyan jangan berantem,jadi gak ni kekantinnya"
"Jadi dong"kata Tania dan Nadin
Meka,Tania dan Nadin berjalan menyusuri koridor sekolahnya menuju kantin.sebelum menuju kantin mereka melewati lapangan yang biasanya dipakai siswa/i untuk bermain atau latihan basket atau olahraga lainnya
Dan lapangan itu dipakai anak basket untuk latihan dimana kapten basket nya adalah Marcel cowok nya meka.
Di pinggir lapangan banyak cewek-cewek yg menonton anak basket latihan sambil menyoraki nama Marcel
"Ayok kk Marcel"
"Ya ampun liat deh kak Marcel ganteng banget "
"Badannya kk Marcel bagus banget"
"Tapi sayang udh punya pacar"
Kata salah satu siswa yg berada di sana
"Tikung ajalah baru jugak jadi pacar hahaha"
Meka yang mendengar itu semua hanya bisa menahan kesal
"Eh eh eh ada ceweknya tu"
Percakapan mereka terhenti saat melihat meka dan sahabat-sahabatnya lewat.
Marcel yang melihat meka dari kejauhan namun meka tidak melihat ke arah Marcel sama sekali.
Tania yang mendengar percakapan cewek cewek yang mengidolakan pacar dari sahabatnya ini hanya bisa berkata"sabar ya mek gak usah dipikirin tuh omongan cewek-cewek gatel"
Meka tersenyum ke arah Tania " Udah biasa lagi Tan,Lo bener gue harus terima resikonya pacaran sama cowok yang punya nilai plus plus di dalam dirinya, sedangkan gue gak ada apa apanya"kata meka yg keliatan sedih
Nadin yg sedang mendengarkan meka bicara sambil memeluknya,Nadin tiba-tiba melihat kebelakang dan terkejut ternyata laki laki yg ada di belakang tubuh meka adalah Marcel.
Nadin pun berbicara
"Eh ada Marcel,sejak kapan loh disini"kata Nadin sambil melepaskan pelukannya dari meka
Meka yg mendengar omongan sahabatnya ini langsung membalikkan badannya dan benar dia melihat Marcel berada di belakang tubuh nya,mata mereka pun bertemu.
Marcel tersenyum ke arah meka dan menjawab pertanyaan Nadin
"Gue baru datang kok,gue boleh gabung gak?"kata Marcel dan kembali melihat ke arah pacar nya
"Boleh kok"kata Tania dan Nadin
Dan melanjutkan jalan mereka menuju kantin
Tania dan Nadin yang berada di depan
Dan Marcel dan meka yg berada di belakang
Setelah sampai dikanti mereka memilih tempat duduk setelah dapat mereka pun duduk Tania dan Nadin yang duduk berdua dan meka yg duduk dengan Marcel
"Kalian mau pesan apa?? biar gue aja yg mesenin"kata Marcel yg berdiri sambil menghadap ke mereka
"Ehh, makasih ya sel,gue mi ayam sama es teh manis aja deh sel"kata Tania
"Gue mi ayam sama susu aja deh"kata Nadin
"Iya sama-sama"Marcel pun menatap
pacarnya yang hanya diam sedari tadi
"Kamu mesen apa sayang"kata Marcel
"Air putih aja"kata meka tanpa melihat ke arah Marcel dan memainkan hpnya
"Kamu gak makan"tanya Marcel
Meka hanya menggeleng kan kepalanya
Marcel yg melihat sikap pacarnya hari ini berbeda hanya bisa pasrah dan berjalan untuk memesan makanan nya
Setelah beberapa lama marcel datang bersama bude murni sambil membawa pesanan pacarnya dan sahabat pacarnya
"Ini mi ayam punya siapa sama es teh manis"tanya bude murni
"Punya saya bude "kata Tania
"Mie ayam susu punya siapa"
"Punya aku bude "kata Nadin
"Air putih,bubur sama torpedo nya punya siapa"tanya bude murni
"Punya saya bude"kata Marcel
Meka yg mendengar bude murni mengatakan torpedo langsung melihat marcel sebentar dan kembali memainkan hpnya
"Makasih bude"kata Marcel
"Iya sama sama"kata bude murni dan pergi
Marcel yg melihat meka masih memainkan hpnya langsung mengambil hp meka dan menyimpan nya
"Iss,balikin gak hp aku "kata meka sambil mencoba mengambil hpnya
"Aku gak mau,sebelum kamu makan dulu"
Meka hanya bisa pasrah
"Nih bubur nya sama air putih nya "
"Siapa yg suruh mesenin bubur"
"Aku"kata Marcel sambil tersenyum
"Kan aku gak ada mintak"kata meka
"Nad, meka udah makan belum?"tanya Marcel kepada Nadya
Nadya yg ditanya tiba tiba hanya menjawab
"Belum sel"
Meka yg mendengar jawaban sahabatnya hanya bisa pasrah
"Hmm,aku mesan ini karena kamu belum makan"kata Marcel
Meka hanya bisa pasrah dan memakan buburnya
"Marah?" Tanya Marcel tiba tiba
Demi apapun sumpah ni cowok gak liat apa muka ceweknya bete kayak gini ya artinya marahlah dasar nyebelin kata meka di dlm hati nya
" Enggak kok,biasa aja siap yang marah"jawab meka ketus
Marcel tersenyum sambil meminum torpedo yg dipesannya tadi dia tau meka sedang marah saat ini kepada nya.
"Yakin biasa aja?"tanya Marcel sambil berbisik pelan ke arah meka.
Meka jadi salah tingkah namun dia tetap pada pendiriannya mau menyuekin Marcel seharian penuh
"iya yakin".
Marcel yg mendengar jawaban pacarnya ketawa pelan sambil meminum torpedo nya
Meka yg melihat marcel minum torpedo berkata
"Minum aja tu terus sampai habis sekalian yg ada di kulkas"kata meka sambil meminum air putih nya
"Kan sekali kali sayang"kata Marsel sambil mengelus rambut Mekarani
"Sekali-kali gimana,kamu semalam udh minum ini 2 botol, sekarang"kata Meka yg mulai sebal dengan Marcel
"Kamu udh makan"tanya meka
"Belum"
" Iss kamu tu ya belum makan tapi udh minum ini,nanti kalau sakit gimana"
"Gak bakal"kata Marsel
Tania dan Nadin yang melihat perdebatan orang yang sedang berpacaran ini hanya bisa menggelengkan kepalanya
"Hai Marcel"sindi
Sindi putri Angelia adalah ketua ekskul cheerleader di SMA pelita jaya.sindi menyukai Marcel dari sejak kelas X
"Haduh ngapain lagi ni cewek ganjen ke sini
Ganggu kesenangan orang aja"kata meka dalam hati sambil melihat Sindi
Marcel hanya senyum sebentar dan melihat kearah meja
"Gue boleh gabung gak sama kaliyan"tanya Sindi pada Marcel tanpa melihat ke arah meka
"Ya udah gabung aja "kata Marcel
Meka yg mendengar Marcel membolehkan Sindi bergabung langsung menatap Marcel dengan tajam
Marcel yg mendapat tatapan tajam dari pacarnya pun hanya bisa tersenyum dan mengelus rambut meka
Sindi pun duduk di depan Marcel
" Eh ada meka rupanya sorry gak nampak tadi"kata Sindi sambil mengaduk Indomie nya
"Dari tadi kali gue disini,emang badan gue sekecil mana "kata meka ketus
"Ya,sorry mek gue kan gak nampak,lagian badan lo ketutup badan marcel"kata sindi
Marcel yg mendengar meka berkata ketus gitu langsung berbisik
"Jangan marah-marah dong dia kan nanya"kata Marcel di telinga meka sambil menggenggam tangan meka
"Siapa yang marah-marah,bela aja Terus"meka balik berbisik sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Marcel
"Sel loh dah makan belum?nih cobain mi gue enak loh"kata sindi
"Sorry sin gue gak terima makanan dari cewe lain,gue cuma terima makanan dari meka"
Meka reflek memandang Marcel dan kata kata Marcel sukses membuat pipi meka merah.
"Oloo oloo kalau gue sih bakalan gue buang makanan udah di tolak gitu"sindir Tania
Sindi tersenyum ke arah Marcel"bagus dong semoga makanan meka enak ya sel"
"Kalau gitu gue cabut dulu"Sindi berdiri siap siap beranjak pergi
Setelah Sindi pergi Marcel bertanya kepada meka
"Udah gak marah lagi?"
"Siap yg marah sih"
Marcel tersenyum melihat tingkah meka "ya udah kalo masih marah, pulang sekolah aku telfon"Marcel berdiri sambil meminum air putih milik meka "aku lanjut dulu ya mek"
"Iya"
"Gue deluan ya Tan,nad"
"Oke sel.."