
🌸🌼🌸🌼
Meka pun turun kebawah dan menuju ke ruang makan
Disana semua duduk ditempatnya masing-masing.ada mama Marcel,mamanya, kedua adik Marcel
"Hai kak meka"kata adik perempuan Marcel yang bernama Kiara
"Hai juga Kiara"balas meka
"Mana pacar kakak yang sok kegantengan itu"kata adik laki-laki Marcel yang bernama Alan
Alan memiliki sifat beda tipis dengan Marcel tapi Marcel yang lebih cuek
"Itu mau tu,itu dia"ucap meka dan Marcel ternyata sudah ada dibelakang nya
"Apa Lo bilang gue memang ganteng kali"
Marcel berjalan kearah mamanya meka dan menyalim tangan orang tersebut
"Tante"kata Marcel lembut
"Iya nak"balas mama Meka
Meka geram karna Marcel duduk disebelah nya dia pun menginjak kaki Marcel
"Auu,sakit sayang"ucap Marcel
"Sayang gigi lo, ngapain duduk disini"kata meka pelan supaya tidak kedengaran yang lainnya
"Ya mau makan lah masak mau nanyi"kata Marcel diam-diam melihat wajah meka yang lumayan dekat dengan nya
"Iya gue tau maksudnya duduknya,masih banyak tempat lain kan"
"Nggak ah enakkan disini disamping calon istri dan calmer"ucap Marcel tersenyum
"Terserah Lo deh"
Mereka pun memulai makan malamnya
Banyak canda tawa disaat makan malam kali ini
Dan Marcel dari tadi tersenyum seperti orang gila,dia selalu melihat wajah wanita yang ada disampingnya yang membuat malam ini malam terindah baginya
Disela-sela makan nya dia menggoda-goda meka.sepertinya ada hobi baru dikehidupannya yaitu menggoda meka, membuat meka malu karnanya
Kenapa dia baru menyadari hal ini
Kenapa tidak dari dulu waktu mereka masing pacaran.marcel berjanji akan mengubah perlahan-lahan sikap cueknya kepada meka
.........
Setelah makan malam
meka dan kedua adik Marcel berada diruang keluarga, sedangkan Marcel berada di kamarnya karena ada sedikit yang mau dikerjakan nya,dan kedua ibu-ibu itu berada diruang tv yang sedang asik berbicara.
"Kak,aku mau curhat ni kak"kata kiara
"Curhat aja,kakak dengerin kok."
"Kiara tuh lagi suka banget sama cowok.murit baru dikelas Kiara tapi cowok nya itu cuek banget kk lebih cuek dari kedua Abang Kiara yang menyebalkan itu kk,menurut kakak Kiara harus gimana dong kk?"
"Menurut kakak sih kamu harus perjuangin dong,coba kamu mulai cari tau kesukaan dan tidak kesukaannya,coba akrab sama dia,nanti lama-lama dia nyaman sama kamu "
Meka teringat saat Marcel berjuang untuk nya.setiap hari Marcel membawakan makanan kesekolah dan kerumah meka walaupun dengan sifat cueknya
"Tapi kak Kiara takut dia ilfil sama kiara"
"Kamu dekattinya jangan terlalu cepat perlahan-lahan aja, jangan terlalu heboh juga"
"Hmm,Kiara coba deh kak"
"Oke,semangat Kiara."
.....
Pukul 22.00 WIB meka dan sang mama baru tiba dirumah mereka
"Ma,meka langsung masuk kamar ya"izin meka ke mamanya
"Iya sayang"jawab sang mama
"Good night mama"sambil mencium pipi mamanya
"Good night too"
Dia memainkan handphonenya sebentar setelah itu dia pun tertidur
........
Hari ini adalah hari Senin,dimana setiap sekolahan pasti akan melaksanakan yang namanya upacara bendera.
Pada Senin kali ini sangat lah berbeda bagi meka.berbeda bagaimana?ya,hari Senin kali ini meka terlambat untuk yang pertama kalinya dikelas XII.
Seperti biasa,di sekolah nya bagi siapapun yang terlambat upacara dia akan diberikan sanksi berupa hukuman.dan kali ini, entah lah meka akan dihukum bagaimana?.
Meka masih sangat setia berdiri didepan pagar sekolahnya.menatap para anggota upacara yang sedang melaksanakan upacara di dalam.
"Tumben telat."suara bariton itu mengagetkan meka yang tengah berdiri menatap kearah berlangsungnya upacara.
Cewek yang bernama meja itu pun menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tersebut.rupanya itu,marcel.
"i-iya tadi gue kena macet"jawab Meka seadanya."terus lu ngapain disini?"lanjut nya
"aku juga terlambat"jawab Marcel
"Kok bisa?"
"Telat bangun"ucap Marcel
"Terus kamu ngapain disini?"tanya Marcel
"Ya mau sekolah lah"jawab Meka
"Percuma, paling juga nanti bakal dihukum gak boleh ikut pelajaran.mending bolos sama aku aja yuk?"ujar mercel seenak jidat.
"enggak makasih"meka memutar bola matanya.
Bibir Marcel tertarik untuk tersenyum.cowok itu mendekatkan wajahnya pada telinga meka.
"Jangan jutek-jutek,ntar nambah cantik nya."bisik Marcel tepat ditelinga meka.
Tidak terasa.ternyata upacara yang berlangsung pun sudah selesai.pagar sekolah sudah dibuka dan mereka sudah diperbolehkan masuk.
Ketika mereka masuk mereka sudah diintrogasi terlebih dahulu oleh osis yang baru karna jabatan Marcel dan yang lainnya sudah habis.
"Kak Meka?"ujar ketus OSIS yang baru ,frans.saat melihat cewek bertubuh mungil itu berada dibarisan para siswa siswi yang terlambat.
"i-iya,Frans,maaf ya melanggar sekali"jawab Meka
"Iya,gak papa"ujar frans."lain kali jangan diulangi kembali, sekarang silahkan masuk"sambung Frans datar.
Langkah kaki meka terhenti tatkala pergelangan tangannya lagi-lagi ditahan oleh tangan Marcel yang ukurannya bisa dikatakan lebih besar darinya.
Marcel sangat-sangat merasa biasa saja dengan wajah yang sangat santai ibaratkan tidak punya dosa.tatapan Marcel tetap lurus kearah Frans,namun Frans menatap pergelangan tangan meka dan marcel,lalu menatap wajah meka.
Marcel tau bahwa laki-laki yang ada didepannya ini yang jabatan nya sebagai ketua OSIS disekolah nya memiliki rasa kepada mantan pacar nya ini.
"Gue masuknya musti bareng meka."ujar Marcel dingin dengan wajah yang tanpa dosanya.
"Lo dan yang lainnya harus seperti biasa menyapu halaman sekolah sama belakang sekolah sampai bersih"ujar frans tanpa embel-embel kak atau Abang
"berarti meka juga dong"tanya salah satu murid
"Iya tuh gak adil banget"sahut lainnya
"tau nih, ketua osisnya gak adil banget"
"ya udah Frans,gue juga akan ikut mereka.karna gue juga salah seperti mereka."ujar meka karena dia tidak mau ada keributan
"Oke"sahut Frans setelah itu dirinya melangkah pergi
"aku tau kamu gak bisa jauh dari aku"bisik Marcel menggoda meka.
***
Semakin siang semakin panas terik matahari.padahal jam masih menunjukkan pukul sepuluh namun sinar sang Surya sudah terasa terik sekali.
Sesuai perjanjian tapi pagi,kini meka pun tengah menyapu taman belakang sekolah.dirinya tidak sendirian melainkan dengan marcel dan para siswa siswi yang juga telat.
Meka sangat sebal sekali dengan orang yang berada di sebelahnya ini,dia bukannya membantu biar cepat selesai,dia malah selalu menggoda meka siapa lagi kalau bukan Marcel
Meka melihat jam yang ada ditangannya,sudah hampir jam sepuluh itu tandanya bel pelajaran pertama akan segera berakhir,dan hukuman pun berakhir.
Kini kepala meka sangat sakit rasanya.dirinya baru ingat,bahwa tadi pagi dia belum sempat sarapan karena memang sudah kesiangan.jari jemarinya mencoba memijit keningnya.
Setelah selesai dirinya pergi kekelas dengan diantar Marcel dan menemui para sahabatnya yang sangat rempong.