
Sahabat adalah dia yang ketika datang kerumah mu selalu masuk deluan sebelum disuruh masuk, duduk deluan sebelum dipersilahkan duduk, dan meminta minuman deluan sebelum ditawarkan minum."
*Mekarani Fyodella Smith
⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫
Setelah sampai di rumah meka
Mereka langsung turun dari mobil dan masuk kerumah meka
"Hallo tante,kami pulang ke rumah dengan selamat"ucap Tania yang deluan masuk ke rumah meka
"Tanteeee...."kata Nadin dan langsung duduk di sofa ruang tamu
"Mek, ambilin gue minum dong haus ni"ucap Tania
"Gue jugak ya"tambah Nadin
"Iya tunggu bentar"ucap meka dan berjalan menuju dapur
"Ehh udah pulang kaliyan"ucap mama meka
"Hehehe udah Tan" kata Tania dan Nadin sambil menyalam tangan mama meka
"Kaliyan Udah makan?"tanya mama meka
"Belum Tante,kita lapar" kata Tania sambil memegang perutnya
"Ni minuman nya nyonya"kata meka yang tiba-tiba datang
"Makasih ya bik ehhehe"ucap Tania sambil meminum air yang dibawakan meka
"Kayak pembantu kalian buat gue,mama juga anaknya siapa yang ditanya siapa"
Kata Meka dengan muka cemberut
"Hahahaha,kamu udah makan sayang?"tanya mama meka
"Belum ma"
"Ya udah ayo kita makan"kata mama meka
"Ayo"kata Tania dan Nadin meninggalkan meka
"Ditinggal deh gue"ucap meka dan mulai berjalan
Setelah selesai makan Tania dan Nadin langsung pulang dan yang mencuci piring nya tentu saja meka karena pembantu dirumah meka pulang ke kampung nya karena ada acara
Setelah selesai meka naik ke kamar nya
Meka mengeluarkan iPhone nya dari dalam tasnya dan menyalakan layarnya sejenak dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari Marcel
.............
Malam pun tiba
TRING..TRING...TRING..
iPhone meka berbunyi muncul nama
'Nadin si Gilo'dan langsung diangkat nya
"Hallo,ada apa say?"
"Mek,Lo dimana sekarang"
"Gue dirumah kenapa nad"
"Gue kerumah Lo ya sekarang"
"Oohh ya udah cepat ya gue tunggu 3 menit"
"Gile Lo 3 menit jauh cuii!"
"Haha,gak mau tau gue pokonya cepat sekarang ok by"
Tututttutu
Meka Langsung mematikan sambungan telepon nya
30 menit kemudian
TOK TOK TOK ....
Bunyi pintu kamar meka diketok dari luar
"Masuk,gak dikunci kok"
Dan orang itu masuk
"Tumben Lo ketok pintu kak"kata meka kepada orang tersebut
Yang mengetuk pintu kamar meka tadi adalah kakak laki-laki nya yaitu glen
"Kalau diketuk salah gak diketuk salah heran gue liat Lo"kata Glen
"Hehehe"ketawa meka
"Dek"kata Glen sambil tidur di samping meka
"Apaan"kata meka sambil memainkan hpnya
"Dek"katanya lagi
"Apa?"kata meka
"Dek,temen Lo ada dibawah tu"Kata Glen sambil mencubit pipi meka
"Iss sakit tau,kok kakak gak bilang sih dari tadi"kata meka
"Kan kakak udah bilang"
"Kapan kak Glen bilang"
"Barusan"
"Iss,ya udah meka ke bawah dulu"
****
Meka baru siap mandi, dengan pakaian baju tidur nya.nadin masuk kedalam kamar meka dan melihat meka sedang mengeringkan rambut nya,Nadin melihat dipojok lemari terdapat boneka besar dan bunga besar yang masih segar dari pemberian marcel.
"Segar bangetni kayaknya yang baru siap mandi"ucap Nadin melangkah masuk
Meka melirik Nadin
"iya dong,Lo gak mandi?biar gue ambil handuk bersih..."
"Eh gak usah gue males mandi, besok aja deh gue mandi"ucap Nadin
"Iisss,jorok banget loh"
"Eheheeheh"
Nadin melihat ke arah iPhone meka yang dari tadi bergetar
"eh mek,Lo masih bete banget ya sama marcel?"tanya Nadin
Meka melirik ke arah Nadin
"banget malah, cewek siapa cobak yang gak marah cowoknya lebih percaya sama orang lain dari pada ceweknya sendiri.emangnya kenapa "
"Ya gak papa sih,tapi tadi kayaknya sih Marcel pengen ngomong gitu sama lo, pingin jelasin kalik"
"Bodo amat gue gak peduli,mau dia jelasin kek mau enggak gue gak peduli,nasi sudah jadi bubur nad"
"Yahh,terserah Lo deh mek"
Dan keheningan pun terjadi di dalam kamar meka,meka yang sedang memainkan iPhone-nya di kasur sedangkan Nadin memainkan iPhone-nya di sofa dalam kamar meka
tiba-tiba iPhone Nadin pun berdering dan nadin pun berjalan keluar untuk mengangkat telepon dari Marcel
"Mek,gue angkat telpon duluya"
"Disini aja, angkat telpon nya"kata meka
"Gak usah nanti Lo terganggu"
"Iss apasih Lo, telpon dari siapa sih sampai gue gak boleh dengar kayaknya rahasia deh"
"Rahasia apaan,udah deh gue angkat dulu"kata nadin sambil berjalan keluar kamar meka..
Hallo, kenapa sel?
Nad,Lo dimana sekarang??
Gue dirumahnya meka,emang kenapa
Nad,gue butuh bantuan Lo sama Taniani, entar malem bisa gak kita ketemu!?
Hehehe tau aje lu ini tentang meka,kalau jam 7 bisa gak Lo?
Iya gue bisa kok kita ketemu nya ditempat biasa aja ya, gue gak bisa lama lama soalnya gue nginap dirumahnya meka
Oohh oke gak lama lama kok
Oke
Sambungan telepon pun terputus
Nadin pun langsung masuk ke dalam kamar meka
"Meka,Nadin kalian sudah makan?"tanya mama meka yang tiba tiba muncul
"Eehhh mama buat terkejut aja deh tiba tiba muncul"kata meka
"Eheheeheh, kalian udah makan belum"sambil berjalan kearah meja
"Udah kok"jawab meka dan Nadin secara bersamaan
"Marcel kok udah jarang kesini lagi sih mek?mama kan kangen sama calon menantu mama"kata mama meka
Nadin yang mendengar itu hanya bisa menahan tawanya
"Apaan sih ma calon menantu prett,gak tau ma mungkin dia lagi sibuk kali"kata meka
"Kalian lagi berantem ya"tanya mama meka
"Nggak kok ma kita baik baik aja kok"kata meka
Mama meka hanya mengangguk-anggukan kepalanya
"Ya udah mama kekamar dulu ya"
"
Iya ma"
Tinggal lah Meka dan Nadin didalam kamar meka
"Mek,gue pergi bentar ya"kata nadin
"Mau kemana Lo malam-malam gini?"tanya meka
"Ada janji bentar diluar"
"Gue ikut"
"Ya janganlah mek"
"Lah emang kenapa kalau gue ikut"
"Ya gak papa tapi nanti Lo terasingkan nanti mek"
"Gak papa, pokoknya gue ikut tunggu gue siap-siap dulu"kata meka mulai turun dari tempat tidur nya
"Eehhh mek jangan dong,Lo gak usah ikut Lo kasihan capek.lo mau apa biar gue bawain deh"kata Nadin
"Lo serius mau bawain gue apa yang gue mau"kata meka sambil tersenyum
"Iya,ya udah cepetan"
"Oke gue mau jus alpukat,pop ice rasa taro,nasi goreng, kwetiau,pangsit, martabak,piz.."
"Eheheeheh,itu namanya Lo morotin gue anjir banyak banget"potong Nadia
"Hehehe,itu sedikit Lo Nadin sayang!!mau gak Lo atau gue ikut"
"Iisss nyebelin banget si ya udah iya gue beliin"kata nadin dengan muka cemberut
"Yes, makasih Nadin yang baik"sambil memeluk Nadin
"Iya gue tau gue baik ya udah gue berangkat dulu ya"
"Iya hati-hati"
Nadin keluar dari rumah meka dan dia berjalan ke arah pagar karena Tania sudah menunggunya.tania sengaja tidak masuk supaya tidak ketahuan meka.
Nadin pun memasuki mobil Tania
"Lama banget Lo"kata Tania
"Ya sorry habis simeka tadi mau ikut"
"Trus Lo apain kok gak ikut dia"
"Gue beliin dia makanan banyak banget lagi dia mesan"sambil muka cemberut
"Ahahhahaha"tawa Tania pecah
"Apasih Lo malah ketawa bukannya bantuin gue kek malah ketawa"kesal Nadin
"Hehehe,maap lagian Lo si malah nawarin meka makan ya langsung tekor lah lo"
"Trus gimana dong?"tanya Nadin
"Yaudah nanti kita mintak Marcel aja kan gampang"ucap Tania
"Emang dia mau"
"Bilang aja punya meka kan gampang"
"Iya udah deh kita coba aja"pasrah Nadin
*****
Tania dan Nadin sudah sampai di tempat dia ketemu dengan Marcel
Setelah dapat posisi Marcel dia melihat bukan hanya Marcel saja yang disana ada dua orang lagi yaitu David dan arsen
"Eehhh sorry banget ni kita telat jalan macet banget"kata Tania sambil duduk
Marcel, David,dan Arsen melihat ke arah Tania dan Nadin yang baru saja datang
"Eh ada arsen disini"kata Nadin
"Hehehe,iya nad"kata arsen
Sementara Tania dan David hanya tatap-tatapan tidak jelas
Marcel yang melihat sahabat-sahabatnya hanya menggeleng kan kepalanya.
"Udah-udah,kalian mau pesan apa ni?"tanya Marcel
"Kita dua cappuchino aja deh"kata Tania
"Okede"Marcel mulai memesan
Selagi menunggu pesanan mereka datang Tania langsung memulai inti pembicaraan mereka.
"Oke jadi gini ya sel,meka benar benar kecewa sama lo dan gak mau ngomong sama Lo sama sekali,gak mau ketemu Lo"
Marcel terdiam mendengar pernyataan Tania
David dan arsen hanya diam menyimak pembicara mereka siapa tau bisa jadi pelajaran
"Kita sih juga awalnya kecewa berat sama Lo,lo lebih percaya cewek lain ketimbang cewek Lo sendiri.lo kan tau kalau meka,gue,Tania gak pernah cari perkara sama tu cewek gila tapi Lo masih aja belain dia,dia nuduh meka masih aja lo belain dia.kalau gue jadi meka sumpah itu sakit banget loh sel"kata Nadin.
Marcel menyimak setiap perkataan Tania dan Nadin dan itu membuat dia semakin bersalah
"Hmm....iya gue tau kesalahan gue dimana dan gue mau minta maaf meka,gue kangen banget sama dia,gue gak bisa jauh dari dia,gue telpon selalu gak di angkat gue mau gue sama meka pacaran lagi nad,tan bantuin gue balikan lagi sama meka."kata Marcel
"Bagus deh kalau lo tau kesalahan lo dimana,ya kita sih mau lo pacaran lagi sama meka tapi gue sama Nadin gak tau mau bantuin gimana lagi sel,lo kan tau kalau meka udah marah susah banget diajakin baikannya gak segampang cewek-cewek yang diluaran sana tinggal lo kasih bunga dia langsung baik sama lo,dia tu Udah muak banget sama lo sel dengan sikap lo yang cuek banget ditambah dengan kelakuan lo tadi pagi bikin dia tambah muak sama lo se"ucap Tania panjang x lebar
David melirik ke arah Marcel
"lagian Lo sih sel,masak cewek sendiri di cuekin, cewek tau dimana mana mau dimanja, diperhatiin, disayang-sayang.sifat cuek lo gak ilang-ilang dari SD heran gue"kata David.
Seorang waitress datang ke arah meja mereka dan membawa beberapa pesanan mereka
"permisi mas,bak ini pesanan nya"
"Oke, thanks"
Marcel meminum cappuchino nya untuk mendinginkan pikiran nya sedangkan arsen mencuri-curi pandangan ke arah Nadin.
"Trus gue harus gimana ni?"tanya Marcel bingung
"Lo kerumahnya aja"kata arsen memberikan saran
"Gimana mau kerumahnya,meka aja gak mau ketemu"protes David
"Iya gue gak setuju tu,yang ada Lo dilempar sepatu sama simeka atau Lo ditolak mentah-mentah"kata Tania
David tersenyum mendengar jawaban Tania
"Yaelah tan, namanya juga perjuangan,cinta tu butuh perjuangan mati-matian,ya gak sel gue yakin si Marcel gak akan nyerah walau pun udah dilempar sepatu, udah diusir.demi meka apa yang nggak kan sel"kata arsen percaya diri.