Mafia vs Muslimah

Mafia vs Muslimah
MENCARI



Tok..


Tok..


Tok..


"Tuan, bangun tuan ada orang yang sedang mencari anda." Ujar seorang wanita paruh baya yang sedang berusaha memanggil majikannya itu.


Ceklek..


Keluarlah seorang laki-laki yang tampan dengan tatapan tajam serta auranya yang membuat siapa pun melihatnya bertekuk lutut.


"Maaf tuan, tapi ada orang yang sedang menunggu tuan di halaman depan."


Laki-laki itu pun menatapnya dengan tatapan tanya,"Apakah seorang laki-laki?"


"Iyaa tuan." Tanpa basa-basi dia pun langsung pergi untuk menemui orang itu.


Semoga saja orang itu memberi kabar tentang nyonya. Batin wanita itu.


***


Prok..


Prok..


Prok..


"Wah-wah enak sekali anda memasuki kawasan mansion milikku." Ujarku sambil tersenyum remeh dan terus berjalan mendekatinya.


"Tentu saja, karna aku ikut andil dalam permasalahan perginya nyonya Arumika Dirgantara." Jawabnya tenang sambil duduk dengan manisnya.


Auranya begitu tenang sama seperti istriku, apakah dia memang benar-benar kakaknya istriku? Revaldi Dirgantara?


Tidak-tidak aku tidak boleh terkecoh dengan siapapun lagi. Sudah cukup untuk semuanya.


"Apa yang kamu mau?" Tanyaku pelan. Karna aku merasa orang ini seperti membunyikan sesuatu yang bisa saja sesuatu itu menjadi boomerang untukku, makanya aku harus berhati-hati.


Sambil tersenyum dia pun berdiri dan langsung berjalan kearahku dengan pelan, "Heii bung sudah saatnya mencari istrimu. Dia sudah terlalu lama keluar dari mansion ini. Dan kelihatannya mansion ini menjadi suram saat dia tidak ada."


Aku menatapnya tidak suka. Apa-apaan ini apakah dia menyangka kalau aku tidak mencarinya? Dan juga aku menyetujui kalau mansion ini kelihatan suram karna cahayanya telah pergi.


Dia yang melihatku terdiampun lantas menepuk kedua bahuku, "Istrimu baik-baik saja dengan warna baru dan semangat baru gue yakin dia akan segera kembali." Ujarnya santai


"Aku yakin istriku akan kembali Sesegera mungkin. Dan waktunya tidak akan lama lagi." Ujarku pelan dengan sorot mata yang tidak lepas darinya.


"Semuanya tergantung dengan apa yang loe perbuat, karna akar dari permasalahan ini ada di loe. Dan juga ada campur tangan dari orang lain. Bagi gue itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa prediksi dari nyonya Arumika benar-benar terjadi." dan kemudian pergi begitu saja dan masuk kedalam sebuah mobil mewah yang akan membawanya pergi ketempat yang dia mau.


Deg.....


Mengapa dia bisa tahu tentang prediksi dari istriku? Siapa sebenarnya dia? Tapi apa yang dia katakan benar. Sebelum kejadian ini terjadi Arumika telah berbicara seperti ini sebelumnya.


Flashback..


"Suamiku, aku merasa kalau ada hal yang sengaja mengecoh kita." Ujar seorang wanita berhijab dengan anggun namun memiliki power yang kuat.


Aku yang mendengarkannya langsung menghentikan aktivitasku, "Mudah-mudahan tidak ada yang terjadi. Aku sudah mengantisipasi semuanya."


Dia pun langsung menatapku tidak setuju, "Itu bukanlah ide yang bagus. Kita tidak bisa terlalu percaya dengan orang lain, terlebih lagi aku merasa curiga dengan beberapa orang."


Huft.. aku pun menghembuskan nafas kasar, walaupun istriku ini lemah lembut tapi keras kepanya terkadang membuatku pusing.


"Tidak istriku, semuanya akan aman terkendali." Jawabku seadanya.


"Jika apa yang aku katakan ini benar, jangan harap mereka bisa hidup dengan tenang." Ujarnya dan langsung meninggalkanku yang diam terpaku.


Seketika rasa bersalah ini semakin menjadi-jadi. Aku harus bisa menemukannya. Tetapi, Seketika aku merasa bingung, apakah dia tahu semua yang terjadi? Tapi bagaimana mungkin? Saat aku melihat mobil miliknya sudah meninggalkan kawasan mansion aku langsung menghubungi Kevin untuk misi selanjutnya.


....


.....


"Yaa dia datang," jawabku seadanya.


....


"Tes DNA? Aku belum membacanya."


Seketika aku teringat dengan salah satu amplop yang berada di atas meja kerjaku yang belum aku buka sama sekali. Karna menurutku amplop itu bukan suatu hal yang penting.


.......


"Yaaaa"


Klik...


Dan sambungan telpon pun terputus, aku pun segera berlari kearah ruang kerjaku. Dan benar saja ada sebuah amplop berwarna putih, aku pun langsung dengan cepat membacanya.


Gebrak!!!!


"Apa-apaan ini?!!!" Teriakku sambil meremas kertas itu dengan perasaan yang sangat marah.


KAU TIDAK AKAN MUDAH MENGUNGKAPKAN IDENTITAS KAKAKNYA ARUMIKA DIRGANTARA. KARNA DIA AKAN MUNCUL DI SAAT DIA MERASA HARUS TURUN TANGAN.


"Sialan! Siapa yang berani-beraninya memasuki ruang kerjaku!!" Teriakku


Gebrak..


Pyaar..


Pyaar...


Semua barang yang ada di ruangan kerjaku pun tidak luput dari amarahku. Aku sangat marah karna ada orang yang sengaja mengecohku.


Aku pun dengan segera mengecek cctv di ruanganku. Dan benar saja, cctv pun tidak luput dari incaran orang itu. Dia sengaja merusak cctvku dan dia juga tahu keberadaan cctv yang sengaja aku letakkan di daerah yang tidak ada orang yang tau kecuali orang yang berbahaya.


"Aku tidak akan membiarkan orang itu mempermainkanku tapi sebelum itu aku harus menemukan istriku. Hanya dia yang aku mau sekarang, dan untuk kau!! Akan aku balas suatu saat nanti." Ujarku dengan penuh keyakinan.


Tanpa dia sadari ada yang sedari tadi memantaunya dari jauh sambil tersenyum miring.


Kau kira aku akan diam saja saat melihatmu sekacau ini? Apa kau kira aku akan diam saja melihatmu seperti orang gila yang kehilangan arah?


Saat ini aku hanya ingin bermain-main denganmu saja, karna jika kau mengetahui semuanya kalian akan bersatu dan bisa membuat siapa saja hancur.


Aku tahu siapa dirimu dan siapa istrimu termasuk dengan kakaknya yang misterius itu. Kalian bukanlah orang sembarangan, namun aku terkecoh dengan keluarga dirgantara.


Sederhana namun memiliki jiwa kuat jika terancam. Berbeda denganmu yang selalu menunjukkan taring kepada semua orang.


Orang itu selalu bergumam di dalam hatinya.


"Bos, semua yang bos mau sudah kamu lakukan. Kami tinggal tunggu tugas lainnya dari bos." Ujar salah satu laki-laki berbadan tegap dengan sopan.


"Untuk sekarang belum ada. Tapi saya mau kalian harus tetap stand bye jika sewaktu-waktu saja butuhkan." Ujarku dan langsung mendapat respon darinya.


Karna aku mengetahui semua anak buahku sudah melakukan pekerjaan yang berat. Karna untuk menyelinap masuk kekediman Alaistar bukan suatu hal yang mudah.


Terlihat dari tatapan mereka yang lega saat tahu tugas mereka sudah selesai. Aku bukan tipe bos yang sangat otoriter.


"Sekarang kalian keluar dari ruangan ini." Perintahku dan mereka pun langsung keluar dari ruanganku dengan perasaan bahagia.


Tatapanku tertuju pada sebuah foto. Tanpa sadar aku pun tersenyum lirih, mengapa keadaan kita semua menjadi terpecah belah. Gue rindu dengan pertemanan kita.


"Gue jamin kita semua akan berteman lagi. Dan gue akan membongkar semuanya yang telah membuat hubungan pertemanan kita hancur. Dan saat ini gue hanya perlu menemukan Rumi. Hanya dia yang bisa mengusut tuntas semuanya." Lirih laki-laki itu.