
Dor!!!
Dor!!!
Terlihat beberapa orang yang telah kehilangan nyawanya yang mampu menggetarkan hati orang-orang yang kini menatap kearahnya.
"Kalian pantas mati!! Kalian telah salah memilih lawan!!" Teriak seorang laki-laki tampan yang kini tengah bersantai dikursi kebesarannya sambil menatap sekumpulan orang yang menatapnya takut.
"A.. a.. ampun tuan, jangan siksa kami. Lepaskan kami tuan, kami berjanji untuk tidak lagi mengganggu." Ujar salah satu dari mereka lirih. Namun yang mereka dapat hanya sebuah senyuman miring. Dan mereka hanya diam tanpa mau melihat kearah orang yang sedang menyiksa mereka itu.
"Hahahahaha, ampun hah? Sejak kapan ada kata ampun bagi kalian?"
Terdengar mengerikan namun itulah yang terjadi jika mereka telah mengusik pria ini. Pria ini bernama Alaistar Xeimoraga.
"Kevin!!" Panggilnya.
"Iyaa tuan?" Jawab seorang laki-laki yang tidak kalah tampan kini sedang berdiri disampingnya dengan aura yang juga kuat. Sama seperti bosnya itu.
"Katakan kesalahan mereka, agar mereka mengerti."
"Tuan Ryu, adalah orang dibalik kekacauan yang menyebabkan nyonya pergi dan juga dalang dari hilangnya beberapa aset perusahaan, beliau juga sangat berani memalsukan tanda tangan tuan Alaistar Xeimoraga." Jelasnya dengan sangat mendetail.
Deg...
Wajah Ryu terlihat sangat pucat ketika mendengar apa yang disampaikan Kevin. Dia tidak menyangka kalau apa yang dia rencanakan dengan rapi, telah terbongkar dengan begitu mudahnya.
Senyum mengejek pun yang kini menghiasi wajahku, "Mengapa terkejut tuan Ryu yang terhormat? Apakah yang dikatakan Kevin benar semuanya?"
Hahahahhaha
"Habisi mereka!" Perintahku mutlak.
"Baik." Kemudian pandangannya pun beralih kepada orang-orang yang sudah berani mengusikku.
"Ti.. tidakkk tuaaan ampun tuan, ini bukan sepenuhnya salahku." Belanya yang malah membuatku semakin muak.
Cuih.. buang-buang waktuku saja.
"Apa lagi ini tuan Ryu? Apakah kamu tengah mencari pembenaran? Dan apakah kamu bermaksud menyalahkan Kevin? Begitu maksudmu?" Tanyaku pelan sambil berjalan pelan kearahnya.
"Bu.. bukan seperti itu tuan, hanya saja apa yang tuan Kevin katakan tidak sepenuhnya berasal dari saya." Elaknya yang malah membuatku semakin muak.
"Tidak ada yang bisa mengubah bukti, semua bukti sudah menunjukkan kalau tuan Ryu yang terhormat telah melakukan ini semuanya. Awalnya aku membiarkan apa yang telah kamu lakukan. Tapi aku tidak bisa diam saat kamu membuat orang yang sangat berharga bagiku pergi meninggalkanku!!" Teriakku
Plak..
Sebuah tamparan mendarat mulus di pipinya.
"Habisi mereka!! Dan pastikan tidak ada jejak sedikitpun."
Bruk!!
Bruk!!
Dor!!!
Dor!!!
Aku hanya melihatnya sebentar kemudian langsung pergi dari ruangan itu. Ruangan yang akan menjadi rumah terakhir bagi orang-orang yang telah berhasil mengusik Alaistar Xeimoraga.
Bib....
Bib..
Bib...
Siapa sih yang berani mengangguku lagi? Gerutu pria itu dan merogoh saku celananya kemudian mengambil handphone mewah. Saat dia melihat hpnya itu tertera nama Kevin.
"Yaa?"
...
"Cari mereka sampai dapat, aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi."
...
...
"Aku tidak mau menunggu terlalu lama!"
Dan aku pun langsung mematikan sambungan telpon itu. Aku berjalan pelan kearah kamarku, banyak hal yang terjadi kepadaku. Seolah-olah tidak ada kesempatan untuk aku bisa bebas.
Seketika aku melihat kearah meja yang dekat dengan kamarku, sebuah amplop coklat. Dengan segera aku pun mengambil dan langsung membacanya dengan seksama.
Sebuah senyuman pun terbit. Akhirnya aku menemukanmu sudah terlalu lama kamu pergi meninggalkanku, dan saat ini aku tidak akan melepaskanmu lagi.
Aku akan merubah bahwa titik tertinggi dalam mencintai adalah merelakan, menjadi titik tertinggi dalam mencintai adalah tetap terus bertahan sampai tuhan merubah semuanya.
Ceklek...
Kamar ini adalah saksi bisu antara dua orang yang dilema..
Huft.. andai saja orang dari masa laluku tidak kembali dan tidak membongkarnya mungkin kamu tidak akan meninggalkanku. Dan andai saja Ryu si tua Bangka tidak merencanakan hal bodoh ini mungkin tidak akan seperti ini.
Aku pun langsung merebahkan tubuhku ke kasur dengan kerasnya. Walaupun kasur ini terasa nyaman namun tidak memberikan kesan apa-apa terhadapku.
Aku pun mengambil sebuah foto yang berada tepat di samping kasurku. Aku menatapnya dengan seksama dan tanpa aku sadari air mataku menetes.
Mengapa kamu pergi meninggalkanku dalam kegelapan ini sayang. Sejak kamu pergi, telah hilang cahaya yang berusaha aku kejar untuk keluar dari masa gelap ini.
Aku tahu, aku salah. Aku salah karna membiarkan mereka merajalaela di luar sana, aku juga mengabaikan peringatanmu. Tapi ini semua di luar dari prediksiku.
Aku harap kamu kembali dengan kekuatan baru dan semangat baru....
....
.....
....
Dan kemudian pandanganku pun mulai buram dan gelap.
Terlihat seorang laki-laki tampan yang tengah tertidur dengan memeluk sebuah foto yang menjadi semangat dalam hidupnya.
"Kembalilah nyonya, karna tuan akan semakin menggila." Ujar seorang wanita paruh baya yang tengah menatap tuannya dengan tatapan sendu.
****
"Tuan Kevin!" Panggil seorang wanita paruh baya yang sedang tergesa-gesa mengejar seorang yang bernama Kevin.
Orang yang merasa kalau dirinya dipanggilku memberhentikan langkahnya dan mendapati kalau ada orang yang sedang mengejarnya.
"Ada apa bi?" Tanyanya tanpa ada ekspresi.
"Tuan Kevin, apakah tuan sudah menemukan dimana keberadaan nyonya?" Tanya wanita itu dengan penuh harap.
Aneh.. kenapa tiba-tiba bibi menanyakan hal ini? Batin pria itu. Dalam tenang pun dia menjawab, "Sudah ada kabar tentang nyonya, namun aku masih belum bisa memastikan apakah nyonya ingin kembali atau tidak."
"Me.. mengapa tuan berbicara seperti itu?" Lirihnya
"Karna nyonya akan sangat tertekan jika bertemu dengan perempuan dimasa lalu tuan. Karna perempuan jahat itu, semuanya telah hilang dan sekarang tuan Alaistar tidak lagi bisa menahan amarahnya lagi."
"Tapi bibi merasa kasihan dengan tuan Alaistar."
Huft..
"Hanya Allah yang bisa merubah hati manusia bi, sudah saatnya nyonya harus kembali. Karna yang bisa menuntun tuan agar bisa keluar dari masa gelapnya hanya dengan bersama nyonya."
"Tapi, apakah tuan sudah menemukannya?" Tanya wanita paruh baya cemas.
"Jangan terlalu khawatir dengan semua ini bibi. Semuanya akan baik-baik saja, dan aku yakin nyonya akan kembali dengan semangat baru. Semangat yang sebelumnya belum pernah kita lihat." Ujarnya.
"Kalau tidak ada yang mau dibicarakan, aku izin pamit untuk mengurus yang lain. Karna aku ingin semuanya berakhir dan kembali seperti semula." Pamitnya dengan aura yang tidak biasa. Kemudian dia pun berjalan tanpa menunggu jawaban dari wanita paruh baya itu.
Kalian sama-sama misterius, dingin dan tidak tersentuh. Aku harap apa yang tuan Kevin katakan akan segera terjadi, karna mansion ini sangat membutuhkan sosok perempuan yang lembut namun mempunyai kekuatan yang sebanding dengan tuan Alaistar.
Nyonya kembalilah, semuanya akan membaik jika nyonya datang dan menyelesaikan semuanya. Harap wanita paruh baya itu dengan penuh keyakinan yang tinggi.