Love without limits

Love without limits
09. SEMBILAN



Hai..


Hippy reading guys ✨


***


Sayang, Mami mau ngecek ke proyek, Mami mau tau gimana kerja kamu.


Tingg..


Sebuah pesan yang masuk di telepon genggam milik Aleya.


Iya Mii sini aja. Segera ia membalas pesan itu.


Astaga insiden tadi pagi membuatnya teringat terus-menerus. Membuat kepalanya pusing saja jika mengingat hal itu.


Pagi-pagi ia di peluk oleh seseorang.. disaksikan oleh beberapa pasang mata yaitu para pekerjanya itu. Aisshh.. berdecak kecil.


Jantung Aleya seolah berhenti saat jarak antara mereka berdua kian menipis. Ini gila..


Mata yang saling bertatap, tangan gagah yang memegang erat pinggul Aleya, serta tangan Aleya yang menarik lengan kemeja lelaki itu.


Belum pernah ia merasakan dipeluk orang lain selain Maminya, lantas lelaki yang membuat dirinya berang itu dengan beraninya memeluk?


Beruntung segera ia lepaskan, tapi semuanya terlambat. Para pekerjanya kan mempunyai mata, jelas mereka akan mengolok-olok Aleya.


"Waduh Mas Rey pagi-pagi udah ada yang ngangetin aja nih." ejek salah satu pekerja yang melihat.


"Uhuyy.. Mass Rey anget nggakk?!" ujar seseorang dari balik tangga dengan mata mengedik.


Beberapa olokan yang terngiang-ngiang dalam benaknya. Bagaimana ia melupakan itu semua coba? Jika semua orang yang ada disana mengetahui hal tersebut.


***


Aleya sedang menunggu ibunya di kantin dekat proyek. ia benar-benar tidak habis pikir jika mengingatnya kembali. Posisi tubuh yang duduk bersandar pada bagian dinding kantin dan dengan mata menatap lurus cangkir yang ada dihadapannya, membuat ia menjadi bengong.


"Kan Mami udah masakin kamu Ayaa..." jeritnya di depan pintu masuk kantin.


Ia lupa bahwa ada makanan yang ia tinggal di dalam mobil miliknya.


Kemudian ibunya segera mendekati anaknya, lalu berujar "Kamu gak inget ya tadi pagi Mami masakin kamu?" dengan raut muka yang nampak sedih namun di buat-buat.


Wkwk Ibunya satu ini, membuatnya gemas saja. "Ayaa inget ko Mi, ini kan cuma makan roti. Lagian nanti aku pasti makan masakan Mami. Ucapnya menenangkan sang Ibu.


"Besok kamu kasih laporan ke Mami ya?"


"Iya Mi"


***


Setelah Ibunya pulang ke kantor, Aleya kembali bekerja. Tiba-tiba saat ia sedang berada diruangan yang kosong tidak ada orang sama sekali disana, ia sedang memeriksa material apa saja yang harus ia beli besok. Karena pekerjaan hari ini cukup banyak menggunakan material. Lalu terdengar suara orang yang berjalan mendekat keruangan yang lagi diduduki Aleya.


Tubuh lelaki jantan sedang berdiri di ambang pintu tak berpenghalang itu.


"Haii.. Aku mau minta maaf atas kejadian pagi tadi Yak?" ucapnya takut-takut.


Terkejut dengan kehadiran sosok tersebut, "Ehh kamu ngapain disini?, bikin aku kaget aja tau!"


"Dimaafin gak aku?"


Melihat lelaki sombong itu merendah, membuat Aleya tidak bisa berlaku jumawa. Terpaksa ia juga ikut merendah agar tidak terjadi keributan disana. Aleya memang wanita baik ya hehe.. Tapi tunggu, tumben banget sih cowo aneh ini bersikap baik terhadap Aleya. Ada maunya? alisnya berkerut menatap si lelaki.


"Kamu gak salah ko, harusnya aku yang berterima kasih sama kamu. Karena udah nolongin aku." Ucapnya singkat dengan mata yang tidak menatap Rey melainkan menatap berkas-berkas.


Baru saja Aleya merendah agar tidak dinilai sombong, Eh lelaki itu mulai berulah lagi.


"Ohh iyadong, sama-sama, Aku juga seneng bisa jadi pahlawan kamu." ucapnya menggoda wanita itu.


Apa katanya? pahlawan aku? idihh najis banget!


Tuh kan baru juga dikasih hati, udah mau minta jantung aja si Rey.


***


Terimakasih guys yang udah baca ❤️


Like komen dan votenya donk teman-temanku..