Love without limits

Love without limits
01. SATU



Haloo guys.. yaampun aku mau bilang dulu nih, jadi aku penulis baru disini. Dan sebenarnya aku juga gak ada bakat-bakat bgt dalam hal menulis, hanya ingin mengisi waktu luang *katakanlah seperti itu. Jadi aku bukan penulis yang expert gitu ya, dan masih sangat perlu belajar dengan yang udah pro gitu.. tapi gpp kan aku tuang ide aku disini hehe lagian juga kalo gak dicoba sekarang kapan lagi, mumpung lagi gak kuliyah yaa kannn..


oke hippy reading:)


-Aleya Putri-


Aleya putri ialah seorang gadis cantik yang berasal dari keluarga konglomerat, hidupnya memang bergelimang harta tetapi ia tidak pernah sama sekali menghambur-hamburkan uang mami nya. Iya mami, ia hanya mempunyai mami di hidupnya. Sejak kecil Aleya sudah ditinggalkan sang Ayah karena Ayahnya berkhianat terhadap maminya, Aahh.. hal itu.. jika mengingatnya hanya membuat kepalanya pusing saja.


.


Sejak saat itu ia berjanji untuk menjaga Maminya dari serangan lelaki kardus*ehh..


Mami Sintya adalah pemilik perusahaan terbesar di bidang kontraktor yaitu PT. Sintya Karya. Perusahaan ini bergerak di bidang usaha jasa konstruksi, engineering procurement construction (EPC), properti, dan investasi. Hasil karya konstruksi berupa pembangunan Hotel Horison Sintya di Semarang, Stadion Patriot Bekasi, dan lain-lain seperti bangunan industri dan EPC, bendungan dan irigasi, jalan layang dan jembatan, dan sebagainya.


.


Sejak ditinggalkan mantan suaminya, mami Sintya tidak mempunyai apapun selain tabungan, hingga akhirnya ia membangun perusahaan dengan kerja kerasnya dan sambil mengurus Aleya seorang diri.


.


Aleya baru saja menuntaskan kuliahnya di ITB dengan predikat lulusan terbaik yaitu Program studi Teknik Sipil.


.


*Kriinggg..


Pak Budi ialah salah satu orang kepercayaan mami Sintya, ia bahkan rela mengabdi karena pernah dibantu oleh mami Sintya terkait istri Pak Budi yang ingin melahirkan pada saat itu.


.


"Ayaa, mami pergi dulu ya nak, kamu istirahat di rumah aja gak usah kemana-mana. Ohiya kalo ada hal yg genting banget dan mengharuskan kamu pergi keluar rumah, minta supirin sama pak Joni". Sambil merapikan bajunya dan mengangkat tas untuk disampirkan di bahunya.


Ayaa adalah panggilan sayang untuk Aleya, Mami Sintya sudah terbiasa memanggil Aleya dengan sebutan tersebut.


"Hm.. Iya mi, mami hati-hati juga loh jangan sampe gak makan siang ya." Mengecup pipi mami nya.


"Bye Sayang." Sambil melambaikan tangan kedua nya.


.


Ya begitulah maminya Aleya yang begitu khawatir terhadap anak semata wayangnya itu, Karena hanya Aleya yang ia miliki.


Setelah lulus kuliah, Aleya sudah dipastikan akan bekerja di kantor milik mami Sintya. Tapi, sebelum itu Aleya harus belajar terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Aleya sangat paham dengan sifat maminya, jika ia bekerja di perusahaan itu maka harus siap dengan segala konsekuensinya terlebih lagi mami Sintya ialah orang yang sangat perfeksionis, disiplin dan tidak mau mendengar alasan yang tidak masuk akal, serta ceroboh. Maka dari itu, sebelum Aleya fix masuk ke perusahaan ternama itu ia harus banyak belajar dan bertanya kepada staf yang ada disana.


***