Love without limits

Love without limits
08. DELAPAN



Helaww..


Hippy reading guys✨


***


Berbeda hal nya dengan seseorang di seberang sana, lelaki itu sedang menunggu kekasihnya yang akan mengajaknya sarapan bersama. Sarapan mereka tidak seistimewa Aleya yang di buatkan secara langsung oleh ibunya. Karena Rey adalah anak rantau, bertemu orang tuanya pun jika Hari Raya saja.


Aku ke kosan kamu ya sayang. Isi chat perempuan itu kepada lelakinya.


Tingg..


Iya Qii aku tunggu kamu. balas si lelaki itu singkat.


Dikarenakan tempat sarapan yang sering ia datangi bersama sang pacar dekat dengan kosan Rey, maka nya Qiara yang sering menjemput Rey. Bukannya Rey tidak bertanggung jawab atas pacarnya itu, tapi alangkah baiknya jika seperti itu. Agar ia tidak terlambat bekerja hanya gara-gara sarapan pagi.


Qiara ialah anak orang kaya, tapi tidak lebih kaya dari Aleya. Orang tuanya pun seorang pengusaha, tapi tidak sehebat Perusahaan Sintya Karya. Kerjanya hanya menghabiskan kekayaan orang tuanya tanpa bekerja, manja, serta semua keinginannya harus terpenuhi.


Bayangkan selama 2 bulan Rey bertahan menghadapi sifat buruk pacarnya itu.


Berbeda hal nya dengan wanita yang sedang berjalan menuju proyeknya itu, ia dengan sigap memberi arahan kepada para pekerjanya agar hari ini bisa selesai mencapai target yang telah ia rencanakan semalam.


Sebelum tidur ia memikirkan bagaimana nasib proyeknya kedepan, dengan waktu yang sudah berkurang tiga hari. Apakah masih bisa mencapai target yang telah ditentukan oleh Klien nya.


Sungguh ini hal yang cukup berat bagi Fresh graduate seperti Aleya. Ia yang sama sekali belum pernah memegang proyek, apalagi proyek sebesar ini. Ahh Maminya itu, memberikan beban kepada anaknya saja tanpa memberi solusi. Dengkusnya kesal.


***


"Pak Jun," panggilnya. "Saya mau bicara dulu sama bapak." Ucapnya seraya mendekat kepada sang lawan bicara.


"Ohh iya Mba, ada apa?" tanyanya seolah bingung.


Diceritakannya lah kesalah pahaman yang terjadi kemarin.


Terkekeh geli, "Apa iya Mba Bapak ngomong begitu?" ia malah bertanya balik dan merasa tidak bersalah sama sekali.


Duhh malah nanya balik lagi. "Lahh.. ya kan bapak yang bilang begitu, maka nya Rey gak ngasih bahan sama bapak."


Ya sudahlah, semuanya sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur. "Aku juga udah malu banget Pak mau nampakin wajah di depan lelaki itu lagi." Ia berujar pasrah.


***


"Pindahin sini aja pak, Nah yang lebih di mobil itu dibawa ke proyek sebelah ya Pak sopir." Perintahnya kepada sopir material.


"Iya mba."


***


Saat sedang menunjuk-nunjuk apa yang harus dikerjakan oleh pekerja nya, tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya.


"Aleya, Makasih ya bahan-bahan udah aku terima."


Sontak saja hal itu membuat para pekerjanya terkejut, karena seseorang yang hadir di tengah-tengah mereka ialah orang yang membuat kesal mandor cantik mereka.


Pekerja yang sedang melempar bata pun terkejut hingga terlepaslah bata yang ada ditangannya itu, yang hampir saja menyebabkan kecelakaan disana. Untungnya dengan cepat tangan kekar itu menarik tubuh mungil dan masuk kedalam dekapannya.


Deg..


Seolah membuat jantung dua insan itu berhenti sejenak. Entah apa yang mereka rasakan saat tubuh besar itu mendekap.


***


Duhh apa apaan nih, main peluk aja si Rey haha..


Tingkiyu yg udh baca ❤️