
Haii..
Hippy reading guys ✨
Sengaja baru update hari ini wkwk
***
"Mii.." pekik gadis itu dari ambang pintu yang berjalan masuk menuju ruang tengah.
"Eh anak Mami udah pulang ya sayang?" menyambut sang putri dengan senyum sumringah di wajahnya. "Salam dulu Nak kalo masuk rumah, jangan asal nyelonong gitu ah."
Anak nya baru pulang bukan di tanyain kabarnya gimana.
"Mami gak nanyain kabar aku gitu?" ucapnya dengan bibir membentuk sebuah rengutan. "Mii.. Aku tuh kepanasan kerja disana :'( . Aku pikir tuh ya, bakalan kerja di kantor yang adem gitu, dengan nuansa ruangan yang elegan." Khayalnya dengan mata yang menatap langit-langit rumah dan tangan yang menari-nari seolah menggambarkan kebahagiaannya. "Tapi semuanya gagal Mii.. huhu." Sebenarnya Aleya sudah menyiapkan desain interior ruangan yang cantik untuk ia tempati selama bekerja.
Sebenarnya Mami Sintya sengaja memperkerjakan si anak disana, agar ia terbiasa dalam memecahkan permasalahan-permasalahan rumit yang ada di luar lapangan. Bukannya Aleya adalah lulusan terbaik di Universitas nya. Hehe..
"Uluh uluhh.. jadi gimana ni kabar kamu selama kerja tadi sayang?" Tanyanya dengan tangan yang sambil memainkan telepon genggam nya.
"Tuh kan Mami aja nanyanya gak fokus ke aku gituu.." Rengeknya manja dengan melipatkan tangan didada.
Lagi-lagi Aleya terngiang-ngiang kejadian di proyek tadi siang, demi apa pun lelaki itu.. Ck. Membuatnya kesal saja jika mengingatnya.
"Mami tau gak, siapa mandor proyek sebelah proyek aku?"
"Tau.. Emangnya kenapa?"
Sebenarnya ia ingin sekali menceritakan kesombongan lelaki itu, tetapi lidahnya seolah kelu. Entah hal apa yang membuatnya tidak jadi menceritakan seseorang yang membuatnya berang itu.
***
"Bangun nak" seraya tangan kirinya menggoyang-goyangkan kaki putrinya, tak lupa di tangan kanannya sedang memegang remote AC yang ia tujukan agar AC tersebut mati.
Yaampun ibunya ini, sebetulnya ini masih sangat pagi. Untuk apa coba ia membangunkan Aleya sepagi ini..
"Iya Mi nanti Ayaa bangun," sambil merenggangkan tubuhnya "Uhhh.."
Aleya tidak bisa menolak permintaan Ibunya itu, karena jika ia menolaknya, maka ibunya tidak segan-segan akan melakukan banyak cara untuk membuat putri sematang wayangnya itu menyerah.
***
Berjalan menuju ruang makan, sedang apa Ibunya ini..
"Mami ngapain Mii? tumben pagi-pagi udah di dapur, biasanya juga Bi Asih yang nyiapin semuanya." tanyanya heran.
"Mami sengaja mau buatin sarapan kamu, samaa.." terhenti sejenak "Mami juga mau siapin makan siang kamu, jadi kamu bawa bekal ya.. ini mami loh yang masakin kamu." dengan tangan telaten mengaduk-aduk sesuatu yang ada di dalam wajan tersebut.
Maklum selama Aleya kuliah, ia LDR dengan ibunya, dan sudah tidak sangat jarang untuk menikmati masakan lezat. Karena pada hakekatnya masakan Ibu adalah masakan yang paling enak.
"Pantesan ya Mami bangunin aku pagi-pagi, aku tuh masih capek banget loh Mi.." keluhnya sambil menyandarkan bokongnya di meja makan. "Mana lagi kemarin banyak masalah di proyek, baru juga masuk kerja hari pertama Mii."
"Ini kan baru permulaan sayang, nanti juga kamu terbiasa ko dengan hal seperti itu, kamu nikmati dulu aja ya manis asam pahitnya." Nasihatnya kepada Aleya seraya bibir yang tertarik hingga membentuk sebuah senyuman.
***
Telimikicih yang udah baca yaw :)
Sayang kalian cemuaaa ❤️