
Haii..
hippy reading guys ✨
***
"Pak, nanti coba bapak pinjem semen sama bata ya ke proyek sebelah, kita kan satu perusahaan juga," ujarnya meminta tolong. "Lagian kan besok juga kita beli bahan-bahan, nah kalo bahan-bahan kita udah pada dateng langsung kita balikin deh bahan-bahan mereka." usul Aleya.
Diam sejenak "Tapi Mba.." terhenti laluu.. "Mandor sebelah itu orangnya disiplin banget, profesional, bapak rasa dia gak mau deh." tebaknya.
"Masak gitu pak?" tanyanya heran dengan bola mata menyipit. "Kalo hari ini gak ada kerjaan, lalu penyelesaian pembangunan akan tertunda juga loh pak." ancamnya.
"Sebenarnya kita udah nganggur selama 3 hari Mba, pertama gak ada yang ngatur, kedua gak ada bahan-bahan." keluhnya kepada Aleya.
Tuh kan udah 3 hari gak kerja, berarti waktu yang ditentukan pun tidak mencapai target.
"Coba dulu deh Pak, Bapak kesana pinjem bahan-bahan yang aku perintahkan tadi." titahnya.
Segera lelaki paruh baya itu mengikuti instruksi dari mandor barunya itu.
Wanita itu berjalan keliling-keliling proyek sembari memeriksa keadaan pasca dibongkar nya bangunan yang sudah terpasang kurang lebih 20%.
Seraya tersenyum miris saat melihat para pekerja nya yang hanya duduk bersantai serta tidak mengerjakan apapun disana.
"Mbaa.." berlari menuju sang Bos "Saya tadi udah coba minta bahan-bahan, tapi bener-bener gak mau ngasih." dengan nafas yang terengah-engah.
"Ck," berdecak kesal. "Biar saya aja yang turun tangan kalo gitu Pak." berjalan kearah proyek tetangga dengan meradang.
***
"Hei..
Kamu mandor proyek ini?!" tanyanya geram.
Lelaki itu mengerjap kagum kepada wanita yang ada di depannya ini.
Tumben banget ni ada cewe yang berani nantangin Rey. Tantangin balik seru juga nih.
"Iya kenapa!" jawabnya sinis dengan netra menatap sang lawan bicara.
Nantangin banget si ni cowo hah! Turunin ego dikit kali ya, biar dia luluh.. huh menghembuskan nafas agar memberanikan diri.
Ck.
Rey menahan senyumnya supaya tidak tertampak, seraya mengulum bibirnya agar wanita di hadapannya itu tidak melihatnya tersenyum.
baru kali ini ia melihat gemas seorang wanita, padahal dia udah punya kekasih hati loh..
Menggapai tangan mungil yang sudah terentang mendekati tangan kekar itu.
"Nama aku Rey.." menatap mata bening, dengan bulu mata lentik yang sangat menawan.
Belum sempat Aleya memperkenalkan diri, lelaki itu "Ada perlu apa main kesini?"
Heh apa katanya? main? dihh..
"aku belum kenalin diri aku loh ini!" ujarnya menggeram.
"Gak perlu, aku udah tau. kamu mandor proyek sebelah kan?" elaknya angkuh.
Haha rasain tuh siapa suruh nantangin Rey.
"Ck berdecak kesal.. Dari tadi aku udah sabar ya ngadepin kamu!" tuturnya dongkol "Awas aja ya kamu, aku kasih tau Bu Bos. Biar dipecat kamu sekalian!" bentak wanita itu.
Heh dia gak tau apa, aku mandor kesayangan Bu Bos. Terkekeh geli melihat ekspresi sang penantang.
"Kasih tau aja, aku gak takut. Lagian nih aku mempertahankan hak aku."
Apa katanya? Hak? Ck..
"Hei.. Cowo songong! Aku itu dateng kesini mau minta tolong sama kamu.." terhenti sejenak.
Langsung di potong dengan lelaki di hadapannya itu, "kamu mau minjem bahan-bahan proyek aku kan?" Tanyanya tepat sasaran.
"Iya." balasnya singkat
"Ohh yaudah ambil aja, tapi bener ya besok diganti.." menahan bibirnya agar tidak tertarik dan membentuk senyuman.
Apa katanya? dia minjemin bahan-bahan?
***
gak pernah ada henti-hentinya aku makasih sama kalian yang udah baca cerita ini :) walaupun gak di-like komen dan vote :"(