Love without limits

Love without limits
10. SEPULUH



Halooo guyss ✨


Maaf lahir batin dulu ya..


Sorry baru update, krn emg dari kmrn sibuk bgdd😭


Happy reading guys ✨


***


Seharusnya Aleya standby sepanjang hari di proyek dikarenakan ia harus memberikan laporan kepada Maminya, ia terpaksa meninggalkan proyek untuk sementara waktu. Karena menurutnya, jika pekerjaan disana tidak ada yang mengatur akan kacau. Lihat saja saat Aleya pertama kali kesana.


Tapi sebelum berangkat ke kantor, ia harus mengecek kerja para buruh nya dan memberi arahan terlebih dahulu, agar tidak terjadi misskom.


Pagi-pagi sekali ia sudah berada disana dengan kondisi tubuh berbalut kemeja putih serta corak bunga kecil yang tersusun rapi pada bagian lengan pendek baju tersebut, lalu disusul dengan rok payung warna hitam yang panjangnya sebatas lutut serta sepatu safety berwarna hitam, tak lupa ia pun selalu menggunakan topi putih kebanggaan miliknya itu..


Saat sedang berkeliling di sekitar proyek pembangunan, dengan kondisi proyek yang masih sangat sepi bahkan belum ada satupun pekerja, tiba-tiba ada seseorang yang sedang mencoba mengambil salah satu kusen pintu, sontak saja ia langsung memekik kencang "Malingg.." Teriaknya dengan nada panik serta bola mata yang membulat.


Walaupun ia baru beberapa hari bekerja disana tapi ia mengetahui wajah-wajah para buruhnya.


Mengetahui keselamatan nya terancam, seseorang tersebut langsung berlari dan mengurungkan niatnya untuk mengambil barang yang bukan haknya itu. Aleya tak sanggup untuk mengejarnya, dibiarkannya saja orang tersebut meninggalkannya.


Segera ia menghitung barang apa saja yang berkurang "Astaga.. ko bisa gak aman gini sih." gumamnya kecil. "Untung aku dateng pagi-pagi, kalo gak udah habis ni material diambilin sama malingnya, Oh iya kan ada satpam di depan?" tanyanya kepada diri sendiri.


***


Dengan cepat Aleya melewati jalan Jakarta yang penuh sesak dengan kendaraan. Tak mudah untuk melaju kencang disaat kondisi jalan yang padat seperti ini, tapi semua itu terpaksa ia lakukan karena sejak tadi pagi Ibunya menunggu kehadiran sang anak di kantor. Katanya untuk keperluan rapat, laporan yang Aleya kasih akan menjadi laporan rapat yang akan diadakan tiap bulannya. Padahal Aleya baru beberapa hari bekerja disana, Astagaaa Ibunya ini.


"Kamu udah makan Ya?" suara itu memecah keheningan disana.


"Yaampun Mamiii.. bikin kaget aku aja."


"Kita makan di cafe bawah ya."


***


Saat perut sudah ter isi, dan mata yang sejak tadi mengantuk pun hilang. Aleya dan Maminya belum beranjak dari tempat duduk, ia memutuskan untuk menurunkan sisa-sisa makanan yang ia telan tadi.


"Eh Rey," panggil Ibu Sintya kepada seseorang yang sedang makan di meja belakang Aleya. "mumpung kamu lagi ada disini, Ibu minta tolong, kamu ajarin Aleya ya buat laporan, yang Aleya kasih masih banyak kurang."


Mendengar namanya dipanggil sang Bos, Rey segera menoleh kearah sumber suara itu "Eh.. Iya bu, nanti saya ajarin." ucapnya sopan dengan senyum tipis di bibir nya.


Sontak saja Aleya yang mendengar permintaan Maminya kepada cowo aneh itu membuatnya ingin memuntahkan makanan yang ia makan tadi, rasa mual yang jauh darinya tiba-tiba membuat mulutnya ingin terbuka dan mengeluarkan isi perutnya. Yaampun betapa kesalnya ia kepada lelaki yang ada dibelakangnya ini.


***


maaf bgt ya, baru update sekarang dan buat kalian nunggu hehe


Terimakasih yang udah baca ❤️


Like, komen, dan votenya dong 🥺