Love Starts From The School Hall

Love Starts From The School Hall
Chapter 30



^^^"Thank you for always accompanying me when my heart sinks, you are my friend who is very sincere in this matter -Keyla Azzahra".^^^


...***...


Akhirnya kami telah sampai dirumah.


Aku langsung mengajak Kyra ke kamar, Papa dan Mama masih berada di kantor.


Kyra meminta izin untuk mandi duluan, sedangkan aku merebahkan tubuh di kasur kesayanganku sambil membuka ponsel.


Aku menunggu notif chat dari Mika.Akan tetapi, yang muncul malah notif chat dari Andika.


Langsung saja ku buka laman chat itu.


-On Chat-


Andika dikk


Udah sampe rumah?


Jangan pernah nunggu chat dari Mika ya.


Sibukkin diri aja.


Atau dengerin lagu favorit lo


^^^Keyla^^^


^^^Udah ni baru smpe^^^


^^^Iya iya^^^


^^^Lo dimana?^^^


Andika dikk


Masih di Cafe nih.


Ada William juga baru dateng.


^^^Keyla^^^


^^^Liam? Kalo udah mau balik suruh kesini ya, ambil titipan dari abang.^^^


Andika dikk


Iyaa Keyla


Mandi sono


^^^Keyla^^^


^^^Nanti ada Kyra di dalem.^^^


Andika dikk


Mandi berdua lah kalian kan sesama cewek wkwk.


^^^Keyla^^^


^^^Ga waras lo haha.^^^


^^^Besok lo jangan sarapan dirumah ya.^^^


Andika dikk


Kenapa?


Kalo gue sakit, lo mau urusin?


^^^Keyla^^^


^^^Lebay lo wkwk.^^^


^^^Udah si tinggal ga sarapan aja ribet deh.^^^


Andika dikk


Dosa bikin orng penasaran.


^^^Keyla^^^


^^^Iya iya, gue mau bawain lo macaroni schotel sklian buat yng lain.^^^


Andika dikk


Oke.


Udh dlu ya jd ga fokus ngobrol klo chatan sama lu.


^^^Keyla^^^


^^^Modus terosss.^^^


^^^Bye!^^^


...-End chat-...


Chattingan dengan Andika memang bisa membuatku tertawa.


Ia selalu ada untukku dan selalu menghiburku sama seperti Samuel.


Namun, aku tidak mau jika Andika sampai terluka karena Mika. Jadi aku memutuskan untuk menjaga jarak ketika ada Mika.


Aku mengeluarkan sebuah buku yang diberikan oleh Andika, sudah beberapa halaman ku tulis tentangnya.


Sekarang aku ingin menulis tentangnya lagi, akan ku berikan buku ini jika sudah waktunya tiba.


Jika aku sudah sangat lelah dengan semua, aku akan pergi ke Korea selatan untuk menenangkan pikiranku.


Sudah 20 menit aku menulis semua tentang Andika, lalu Kyra keluar dari ruang ganti baju dan diriku bergegas ke kamar mandi.


30 menit kemudian, aku keluar dari ruang ganti baju dan menghampiri Kyra yang sedang menuliskan sesuatu.


"Ra, jadi lo mau cerita apa?" Tanyaku.


"Ka Hema Key, sikap dia sekarang berubah drastis" Jawab Kyra.


"Gue liat sih emang akhir-akhir ini dia sedikit berubah, tapi lo udah coba tanya gitu ke dianya" Ujarku.


"Udah Key, tapi dia gak mau jujur sama gue. Pernah sekali gue liat ada yang chat dia cewek" Ucap Kyra.


"Chat gimana?"Tanyaku lagi.


"Seinget gue dia bilang 'Ayo jadi kan hari ini' dan di situ dia emang gak mau ketemuan sama gue Key" Jawab Kyra.


"Lo coba pertahanin aja dulu Ra, kalo nanti gue bisa bantu bakal gue bantu kok" Ucapku berusaha menenangkan Kyra.


"Thanks ya Key, lo emang sama gue. Oh iya kerjain PR fisika yuk" Ajak Kyra.


Dan akhirnya kami berdua mengerjakan PR fisika bersama.


Saat sedang asik mengerjakan, pintu kamarku di ketuk dan terdengar suara Mama yang memanggilku untuk menyuruh makan malam bersama.


Ya, memang makan malam bersama sudah menjadi rutinitas di keluarga kami dan sebelum tidur pasti aku dan abang mencium kedua orang tua.


Akhirnya aku mengajak Kyra ke bawah untuk ikut makan bersama keluargaku.


"Eh ada Kyra, apa kabar nak? Udah lama loh kamu gak main" Tanya Mama.


"Hehe iya tante kabar baik, kemarin Kyra ga enak aja mau nginep. Tante sama Om apa kabar?" Jawab Kyra dan bertanya juga.


"Kabar baik sayang" Ujar Mama.


Abang yang ikut makan malam bersama dan ia bertanya padaku, "Si William udah dibilangin buat kesini?".


"Udah bang, dia masih di Cafe sama Sam,Dika,Ka Rino,Reza,Pras" Jawab Keyla.


"Bagus lah. Pa,Ma bilangin Keyla tuh setiap hari kerjaannya jangan nangis aja" Ujar Abang.


Menyebalkan.


Untung abang.


Disitu aku cuma berpikir apa tanggapan Papa dan Mama, karena biasanya mereka paling tidak suka melihat anaknya nangis.


Langsung saja aku menginjak kaki abang dari bawah meja.


"Anak Papa nangis kenapa? Kamu kalo ada masalah sharing sama kita jangan di pendam ya" Tanya Papa.


"Gak nangis kok, tadi pagi mah nangis karena Key keseel sama diri Key sendiri Pa,Ma" Jawabku.


"Kesel kenapa?" Tanya Papa lagi.


"Ya itu, Key lupa sama ulang tahun Samuel, itu aja kado Papa sama Mama yang beliin" Jawabku yang menutupi kebenaran.


Namun, Papa terus menatap mataku dengan serius.


Sepertinya Papa tau kalo aku sedang berbohong padanya.


Ah mungkin itu hanya pikiranku saja.


"Mulut kamu emang berkata seperti itu tapi mata kamu tidak bisa berbohong" Ujar Papa.


Ya benar dugaanku, Papa pasti mengetahui jika aku sedang berbohong.


Papa selalu saja bisa membaca poliram aku dan abang hanya lewat mata.


Aku diam saja tidak menjawab perkataan Papa.


"Jangan terlalu di pikirin tentang pacar kamu itu, fokus sama sekolah ya. Kalo kamu sudah tidak tahan lebih baik putus" Nasihat Papa.


"Tapi Key masih sayang Mika" Sahutku.


"Bucinnya adik gue yang satu ini" Goda Abang.


Rasanya aku ingin mencaci maki dirinya.


Dari tadi terus meledek dan memang aku jarang akur dengan Bang Kelvin.


"Kelvin! Jangan ngeledekin adiknya mulu ih, sekali aja kalian berdua gak berantem" Ucap Mama memarahi bang Kelvin.


"Ga enak ma kalo berdamai lama-lama sama Keyla tuh" Jawab Abang.


"Kamu sebagai abang harusnya bantu hibur adiknya dong jangan malah ngeledekin dan berantem terus" Ujar Papa.


Abang malah cengar-cengir saat papa berkata seperti itu, tapi bang Kelvin itu abang terbaik yang aku punya.


Dia selalu mengerti apa kemauan adiknya dan dia selalu bisa membuatku bahagia.


"Gini deh, buat hiburan kamu. Papa akan belikan tiket ke Korea tapi cuma untuk kamu dan Abang saja ya" Ucap Papa.


Tidak menyangka, Papa memberikan ku liburan disaat sekolah belum memberikan hari libur.


Hatiku sangat bahagia walaupun harus pergi bersama Abang.


Aku coba menawar pada Papa, "Pa, pergi ke Koreanya bisa gak sama Kak Jennifer juga?".


"Boleh tapi kalian harus jaga diri terutama kamu Kelvin, awas sampe macem-macem sama Jenni".


Papa pun menyetujui keinginanku, Mama ikut tersenyum senang mendengar hal ini.


"Kapan Pa perginya?" Tanya abang.


"Setelah Keyla Ujian akhir semester, sebentar lagi kan tinggal 3 hari lagi" Jawab Papa.


Sempat kecewa, tapi tak apa yang penting aku bisa liburan di negara kelahiran dan aku akan bersenang-senang disana.


"Oke".


"Kyra mau ikut gak ke Korea?" Tawar Mama.


Kyra tertawa kecil, "Aduh enggak usah tante, Kyra pasti gak dibolehin sama Mama dan Ayah".


"Yah Ra padahal seru loh, oh iya Ra jangan bilang yang lain dulu ya" Ucapku.


Aku sengaja berkata seperti itu karena Kyra tipikal anak yang suka keceplosan.


"Iya Key siap hehe".


"Ma,Pa,Bang. Key sama Kyra ke kamar dulu ya masih ada tugas. Selamat malam" Ucapku dan mencium pipi Mama,Papa dan juga Abang.


"Iya sayang, jangan tidur malam-malam. Nanti pagi Mama bikinkan makaroni schotel buat kamu dan semua sahabat kamu ya" Ucap Mama.


Aku mengacungkan tangan dan Kyra juga mengucapkan selamat malam pada keluargaku, setelah itu kami berdua mengejarkan tugas kembali di kamar.


Beberapa jam kami menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas dan mengobrol, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam.


Kami berdua pun langsung tidur agar besok pagi tidak terlambat ke sekolah.


...***...


Keesokkan paginya, Kyra membangunkanku dan saat aku membuka mata ternyata Kyra sudah sangat rapi.


"Jam berapa Ra?" Tanyaku.


"Jam setengah 6, mandi sono" Jawab Kyra yang tengah merapikan rambutnya.


Aku bergegas mandi serta segera rapi-rapi agar tidak telat.


Tak lama kemudian, aku telah selesai dan mengambil tas serta ponsel lalu mengajak Kyra sarapan bersama.


Kami sarapan sereal dan mama membawakanku bekal makaroni schotel untuk diriku dan juga semua sahabatku.


Setelah selesai sarapan, aku berpamitan pada Papa dan Mama karena bang Kelvin belum bangun jadi aku tidak pamit padanya.


Lalu, aku mengambil kunci mobil dan segera berangkat ke sekolah bersama Kyra.


Diriku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sekarang waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.


25 menit kemudian, mobilku sudah terparkir di sekolah dan kami berdua berlari menuju kelas.


Akhirnya kami sampai di kelas, suasana kelas yang sudah sangat ramai.


"Guys, nih gue bawa makaroni schotel buat kalian semua" Ucapku sambil mengeluarkan beberapa makaroni schotel yang akan diberikan pada sahabatku.


"Wah thank you Key, lo yang bikin?" Tanya Nicole.


"Tadinya mau gue tapi kata mama dia aja yang bikin" Jawabku.


"Makaroni schotel Key mah pasti ga enak, untung tante Meira yang buat" Goda Samuel.


Benar-benar kelakuan Samuel, membuatku kesal di pagi hari.


Aku tidak menjawab perkataan Samuel karena aku sedang tidak ingin berdebat dengannya.


Semua makan dengan lahap.


"Enak woy, bikinin gue lagi Key kapan-kapan" Ujar Andika.


"Sana bilang ke Mama" Sahutku.


Tak lama kemudian , guru pun masuk ke kelas untuk memulai pelajaran untung semua nya sudah selesai makan jadi tidak akan di marahi.


Kami pun belajar dengan tertib.


----------


Bel istirahat berbunyi, aku dan sahabatku berjalan menuju kantin.


Saat ini Ka Rino dan yang lainnya tidak bisa bergabung karena mereka sedang ada simulasi ujian nasional.


Makanan pesanan kami pun akhirnya tiba, tiba-tiba saat kami sedang menikmati makanan. Mataku di tutup oleh seseorang.


Lalu, aku menoleh ke belakang. "Mika?".


Mengapa dia menjadi romantis?.


Apa dia ingin memperbaiki hubungan? Atau hanya ingin melaksanakan statusnya sebagai pacarku?.


Ah entahlah aku tidak mau memusingkan hal ini.


Mika mengeluarkan bucket bunga dari belakangnya, "For my best girlfriend, i'm really sorry for what happened yesterday, it was just a momentary emotion".


Aku mencoba memberinya kesempatan kedua, namun jika masih seperti itu lagi. Aku tidak akan bisa memaafkannya.


Lalu, aku mengambil bucket bunga tersebut. "Thank you Mik, no problem".


"Ikut aku sebentar yuk" Ajak Mika.


Semua sahabatku menatap dan menyuruhku untuk mengikuti Mika karena biar bagaimanapun ia masih menjadi pacarku.


Ia membawaku ke taman sekolahku.


"Boleh minta 1 hal?" Ujarku.


"Boleh, Apa?".


"Jangan dekat dengan Amel lagi ya atau kau bisa lakukan itu saat sedang bersamaku. Hatiku sangat hancur melihat kemesraan kalian" Pintaku.


"Iya aku akan menuruti kemauanmu tapi maafkan aku jika Amel yang meminta ikut saat bertemu denganmu" Ujar Mika.


Disaat hatiku mulai senang dan disaat itu juga ia menjatuhkan lagi.


Aku hanya meng-iyakan dirinya.


"Nanti malam jalan yuk udah lama loh kita ga nge date" Ajak Mika.


"Ayuk, kemana?" Tanyaku.


"Ke Cafe Favoritmu saja, sekalian pergi membeli kalung untukmu" Jawab Mika.


"Tak perlu repot-repot, ketemuan di Cafe atau kau yang menjemputku?".


"Aku akan menjemputmu pukul 7 malam, kalo gitu aku ke sekolah dulu ya" Ucap Mika.


"Loh Pras kan masih disini Mik" Ucapku.


"Oh iya lupa, yaudah yuk kita ke kantin dulu".


Kami berdua pun ke kantin dan sesampainya disana Mika langsung mengajak Pras balik ke sekolahnya.


Dan aku duduk kembali bersama sahabatku.


"Ceritanya udah baikan nih sama Mika?" Tanya Andika.


"Ya gitu deh, gue sih masih belum yakin 100% sama dia tapi biarin deh gue kasih kesempatan lagi" Jawabku.


"Heran sama isi otak nya Mika tuh, kadang baik,kadang menjengkelkan, kadang romantis banget. Susah di tebak" Ujar Fasya.


"Bukan susah di tebak itu mah, dia cuma ngejalanin tugasnya sebagai pacar Keyla doang" Sahut Reza.


Perkataan Reza sangat melekat di pikiranku, ada benarnya juga karena Mika bersikap tidak konsisten.


Tiba-tiba saja ponsel ku berdering dan tertunjukkan nama 'Abang Kelvin😎', segeralah aku mengangkat telpon tersebut.


-On Call-


Abang Kelvin😎 : De, pulang sekolah ke kantor sebentar ya ada pertemuan keluarga dengan rekan kerja Papa.


Keyla : Kok bang Kelvin tau? Sampe jam berapa? Key ada janji.


Abang Kelvin😎 : Jam 4 sampe jam 7 malam, ya tau lah kan papa bilang.


Keyla : Ih itu mah lama, yaudah deh gapapa. Sama Sam juga?


Abang Kelvin😎 : Gak usah, ini pertemuan keluarga kita sama rekan kerja doang kok.


Keyla : Oke.


Abang Kelvin😎 : Jangan nangis mulu di sekolah, tar makin jelek lo.


Keyla : Berisik, Bye!.


-End Call-


Aku langsung mematikan panggilan itu dan menaruh ponselku di dalam saku rok.


Bel masuk pun berbunyi, kami masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran.


----------


Pulang sekolah pun akhirnya tiba.


"Keyla" Panggil Andika.


Langkah ku terhenti dan menoleh ke arah sumber suara, "Iya kenapa Dik?".


"Nanti malam lo beneran mau pergi sama Mika ya?" Tanyanya.


"Iya Dik, ada apa emang?" aku balik bertanya padanya.


"Ya gapapa sih, besok bareng gue aja ya tapi gue bawa motor mau kan" Ajak Andika.


"Boleh, gue duluan ya guys. Ada pertemuan di kantor Papa soalnya" Pamitku.


"Ok gue jemput besok ya, lo hati-hati" Ucap Andika dan tersenyum.


"Salam sama Om Adit dan Tante Meira" Ucap semua temanku.


Aku pun berlari menuju parkiran karena sekarang sudah pukul 3 lewat 10 menit, aku harus segera pulang untuk berganti pakaian.


Sebelum mengendarai mobil, aku selalu menyalakan lagu Stray Kids-Levanter,WayV-Love Talk, NCT Dream-Boom, NCT 127-Touch dan lain-lain.


Karena menurutku semua lagu itu membuatku selalu bersemangat dan bisa menaikkan suasana hatiku menjadi lebih baik.


Tak terasa aku sudah sampai di gerbang rumah, dan segera aku turun dari mobil.


Aku langsung mandi dan mengambil dress berwarna soft blue serta memakai sneakers berwarna soft blue dengan rambut yang di ikat setengah.


Setelah sudah rapi segera aku ambil slingbag berwarna putih berisikan powerbank dan juga dompet.Lalu, aku berlari menuju mobil.


Tiba-tiba ponselku berdering kembali dan tertunjukkan kontak Papaku, segeralah aku mengangkat telepon tersebut.


Ternyata Papa hanya meminta ku untuk segera ke kantor karena sudah akan di mulai acara pertemuannya.


Dengan cepat aku mengendarai mobil menuju kantor Papa yang cukup jauh dari rumahku.


Beberapa menit kemudian, aku pun telah sampai disana.


Setelah memarkirkan mobil, aku pergi ke dalam dan menekan tombol lift menuju ruang rapat khusus.


Tepat di depan pintu ruang pertemuan tersebut, aku pun mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam.


"Nah, ini putri saya namanya Keyla. Dia baru kelas 11 dan sebentar lagi akan naik kelas 12" Ucap Papa yang memperkenalkan diriku.


Aku menunduk hormat lalu tersenyum.


Dan kami pun berbincang-bincang, banyak yang memberiku pertanyaan tentang masa sesudah aku lulus SMA.


Pukul 6 sore, aku disuruh Papa untuk pergi ke Cafe sebelah kantor Papa untuk membeli 2 Cappucino kesukaannya dan juga kesukaan Mama serta beberapa cemilan untuk rekan kerjanya.


Sebenarnya sudah di sediakan, namun cemilan itu sudah habis semua.


Sesampainya aku dan Abang di cafe tersebut, abang yang sedang memesankan makanan serta minuman sedangkan aku melihat sekeliling.


Mataku tertuju pada 1 meja pengunjung, dari jauh tampak seperti Mika dan Amel yang sedang berduaan.


Jiwa penasaranku meronta-ronta, akhirnya aku memutuskan untuk sedikit mendekat agar lebih jelas terlihat.


Dan benar saja, itu adalah Mika yang sedang bermesraan dengan Amel.


Ku urungkan niatku untuk menghampiri mereka, aku langsung menghampiri Abang yang sudah selesai memesan semuanya.


Kami pun kembali ke kantor.


----------


Pukul 7 malam akhirnya tiba, Mama dan Papa masih lanjut meeting dengan klien barunya sedangkan Abang mau dinner dengan Ka Jennifer.


Lalu, ku lihat ponselku ternyata ada pesan dari Mika dan segeralah aku membalas chat tersebut.


...-On Chat-...


Mika


Key, kamu ke Cafetaria aja ya sebelah kantor Papa kita soalnya Amel minta di jemput nih.


Jujur aku ingin tidak datang malam ini tapi aku sudah berjanji akan makan bersama.


Akhirnya aku membalas hanya dengan kata 'Iya'.


Karena Cafenya sangat dekat jadi sangat cepat untuk sampai sana, setelah sampai aku segera memarkirkan mobil lalu masuk ke dalam Cafe itu.


Handphone ku terus berdering, banyak notifikasi dari semua sahabatku dan akan ku balas pesan mereka nanti.


Langsung ku hampiri meja dimana Mika dan Amel duduk bersama.


"Hai" Sapaku.


Keduanya menoleh, "Hai, sini duduk" ucap Mika.


Aku pun duduk tepat di samping antara Mika dan Amel.


"Kamu kok cepet banget sampenya?" Tanya Mika.


"Iya kebetulan tadi dari kantor Papa" Jawabku.


"Lo pacarnya Mika yang sok kecentilan itu kan? Yang ngasih Pras hadiah sama pegang tangan cowok lain depan Mika?" Tanya Amel.


Rasanya aku ingin menampar keras mulut Amel.


Benar-benar tidak sopan!.


"Maaf gue bukan cewek kecentilan, hadiah itu dari abang gue dan itu Andika sahabat gue" Ucapku menahan amarah.


"Sekali kecentilan mah tetep kecentilan, untung gue ke Indonesia jadi Mika gak patah hati gara-gara lo".


Sakit rasanya dikata seperti itu.


"Gara-gara lo balik ke Indonesia, Mika jadi berubah drastis" gumamku dalam hati.


"Kenapa diam aja? Berarti bener kan kata-kata gue?" Ujar Amel.


Sungguh menjengkelkan.


Mika sama sekali tidak membelaku, dia hanya menatapku saja.


Seperti terpojokkan.


"Gue diem bukan berarti gue kalah. Gue cuma gak mau ribut sama lo di tempat umum!" Amarahku sudah tidak bisa ditahan.


Amel memegang tangan Mika seperti meminta pembelaan padanya dan benar saja Mika malah mengelus tangan Amel.


"Lo tuh gak usah pake emosi juga kali ngomongnya" Ucap Mika.


"Oh kamu bela dia? It's ok, aku ga akan emosi kalo dia gak terus-terusan bilang aku cewek kecentilan" Balasku.


"Emang bener kan nyatanya kamu centil, deket sama semua cowok" Ujar Mika.


Hatiku semakin hancur berkeping-keping.


Tanpa membalasnya, aku segera keluar dari Cafe dan pulang kerumah.


Kenapa bisa aku mencintai pria yang nyatanya tidak mencintaiku setulus hati?.


Tapi aku tidak boleh lemah, mungkin dia hanya sedang terbawa emosi karena Amel terus meminta pembelaan padanya.


Aku berusaha untuk berpikir positif agar hubungan kami tetap bertahan.


Namun, aku tidak langsung pulang kerumah melainkan pergi ke taman favoritku yang terletak tidak jauh dari rumah.


Akan tetapi tidak ada yang mengetahui tempat ini.


Ku menatap bintang-bintang bersinar di langit yang sangat indah.


Ternyata waktu sudah pukul 9 malam dan aku belum mau pulang kerumah karena akan membuatku kembali sedih.


Untungnya aku menyimpan cemilan dan air di dalam mobil, langsung saja aku memakan cemilan itu dan aku duduk di dalam mobilku.


Saat sedang asik memakan cemilan, aku memang sudah mengunci semua pintu mobil serta jendelanya.


Lalu mataku sangat ngantuk, aku putuskan untuk tidur di dalam mobil dan tak lupa aku mencharge ponselku dalam mobil.


----------


Pagi pun tiba, aku mendengar suara alarm dari ponselku langsung ku lihat dan ternyata sekarang sudah pukul setengah 6 pagi.


Aku segera mengendarai mobil ke rumah untuk bersiap-siap berangkat sekolah.


Aku mengabaikan semua pesan dan panggilan tak terjawab dari ponselku.


Tak lama kemudian aku telah sampai dirumah, akan tetapi mengapa rumahku sangat banyak mobil dan beberapa motor yang terparkir?.


Aku pun berlari menuju pintu rumah dan tak lupa untuk memberi salam terlebih dahulu.


"Keyla dari mana saja kamu semalaman tidak pulang? Di telpon juga tidak diangkat" Bentak Papa.


Aku memang sudah terbiasa dengan nada marahnya khas Papa, aku tidak menjawab dengan emosiku.


"Dari taman deket sini, Key nenangin diri terus ketiduran di mobil" Jawabku.


"Enak banget ya ngomongnya, kita disini nyariin kamu. Papa sama mama sampe nelpon semua sahabat kamu dan mereka bermalam disini!" Abang pun ikut memarahiku.


"Kalian gak tau dan kalian ga akan pernah bisa ngerasain apa yang sedang aku alamin, ya aku sadar kalo aku salah. Semalam aku ingin pulang tapi mataku sangat mengantuk, Papa juga mengajarkan jangan pernah menyetir ketika sedang ngantuk kan" Jelasku.


"Setidaknya kamu angkat telpon dari kami agar kita tidak menunggu atau abang bisa jemput kamu Key! Jangan jadikan masalahmu agar kamu bebas pulang pagi!".


Air mataku terjatuh.


Dan aku langsung berlari ke kamar dan segera mengunci pintu kamar.


Hari ini aku memutuskan untuk seharian dikamar dan tidak bersekolah karena otak, serta pikiranku sedang tidak baik.


Papa dan Mama membiarkanku menenangkan pikiranku sampai dapat berdamai antara hati dan pikiran.


...***...


...Bagaimana part ini?...


...Komen disini yaa....


...Kenapa Mika sejahat itu ya? Kuatkah Keyla bertahan pada hubungannya?...


...Dan bagaimana kelanjutan cerita mereka?...


...Penasaran? Simak di Bab Selanjutnya....


...Jangan lupa untuk Vote dan Komennya ya....


...Thank you😘...


...Notes tambahan : Spoiler Next Chapter is Andika Pov....


Luv you❤