Love Starts From The School Hall

Love Starts From The School Hall
Chapter 22



"Penyesalan tanpa adanya tindakan hanya akan membuatmu bertambah menyesal".


***


Tak lama kemudian, Mika kembali menghampiri Pras dan juga Keyla. Mika yang sudah memegang kapas dan langsung ingin mengobati Keyla.


Tetapi tangannya ditahan oleh Pras, "Biar gue aja yang obatin" Pras mengambil kapas dari tangan Mika.


Pras pun mengobatinya secara perlahan-lahan, saat sudah selesai mengobati Keyla, Pras membawa Keyla masuk ke dalam mobil.


"Ikutin mobil gue Pras, gue akan tanggung jawab dengan bawa dia ke rumah sakit" ucap Mika.


"Ok kalo itu mau lo, gue akan ikutin mobil lo dari belakang".


Mereka pun dengan cepat pergi ke rumah sakit agar perut Keyla bisa segera ditangani oleh dokter.


Tak lama kemudian, mereka telah sampai di rumah sakit tersebut. Pras langsung menggendong Keyla dibantu dengan Mika juga.


Dokter spesialis Keyla pun langsung keluar dan dengan sigap memeriksa luka Keyla di perut setelah selesai di periksa ternyata ia hanya perlu di infus beberapa jam agar obatnya bisa bereaksi sampai ke perutnya.


Mika dan Pras menunggu Keyla di sampingnya, Mika pun memegang tangan Keyla lalu menciumnya.


"Gue minta maaf sama lo Key, ga seharusnya gue bersikap seperti ini sama lo" ucap Mika.


"Gapapa Mik, gue udah maafin lo kok" jawab Keyla.


"Enggak Key, gue itu emang ga bergunaa! Gue bodoh! Dengan mudahnya gue percaya dengan semua omong kosong Kyra, gue nyesel Key dengan sikap gue kemarin dan hari ini" ucap Mika yang tanpa ia sadari bahwa air matanya keluar.


"Iya Mika, gue seneng denger kalau lo bilang nyesel atas semua sikap lo ke gue,ke Pras,ke Mark dan ke Samuel. Gue cuma minta 1 sama lo".


"Apa? Apapun itu akan gue turuti Key".


"Jangan pernah mukul orang jika lo punya masalah selesaikan dengan kepala dingin dan dengarkan semua penjelasan orang tersebut".


"Iya Key gue akan selalu ingat semua kata-kata lo, gue benar-benar nyesal dan gak nyangka kalau Kyra sejahat itu".


"Udah ya jangan bahas Kyra, yang penting lo udah menyesal atas semua sikap lo".


Mika tersenyum kepada Keyla dan ia menghampiri Pras yang duduk di sofa tunggu.


"Pras, gue minta maaf karena udah mukul lo sampai babak belur kayak gini" ucap Mika.


"Santai, gue sengaja ga balas lo supaya lo puas dengan semua ke emosian yang lo pendam tapi gue udah ga tahan sama sikap lo disaat Keyla yang kena" sahut Pras.


"Kita masih sahabat kan bro?".


"Masih dong" Pras merangkul Mika begitupun sebaliknya.


Keyla yang melihat keduanya akur pun langsung tersenyum, Mika dan Pras menghampiri Keyla dan langsung memeluknya.


Dan Mika mengambil plester di tas nya dan dipasangkan ke memar kecil yang berada di pipinya.


"Kenapa di plester?" Tanya Keyla.


"Biar lo gak susah-susah ngejelasin ke papa dan mama lo" jawab Mika.


Keyla tersenyum lalu ia melepaskan plester tersebut, "Tenang aja , gue ga akan bilang kalau ini bekas pukulan. Gue akan bilang kalau ini cuma memar biasa".


"Makasih ya Key, lo baik banget sama gue" peluk Mika.


"Iya sama-sama" ucap Keyla dan membalas pelukan Mika.


Pras merasa bahagia karena mereka sudah baikan, tak lama kemudian dokter masuk dan mengizinkan Keyla untuk pulang kerumah karena keadaannya sudah membaik.


Dokter juga tidak lupa memberikan obat agar tidak nyeri di perut karena tendangan yang sangat kuat tersebut dan setelah itu mereka pamit dan segera mengantarkan Keyla pulang ke rumah.


Saat sampai rumah Keyla, ternyata sudah ada papa,mama dan abangnya yang menunggu Keyla di depan rumah.


Pras ikut turun untuk menemui keluarga Keyla, lalu papa Keyla terlihat bingung karena Pras dan juga Keyla ada memar di bagian pipi.


Papa Keyla memegang wajah anak gadisnya itu dan bertanya, "De,ini kenapa memar? Kalian berantem?".


"Enggak pah, ini tuh tadi ada orang yang mau jahatin kita di jalan terus Pras ngelawan sampe berantem ehh Keyla juga kena pukulannya sedikit" jelas Keyla.


"Udah kerumah sakit nak?" Tanya mamanya.


"Sudah tante" jawab Pras.


Papanya juga melihat memar yang berada di pipi dan di bawah bibir Pras.


"Terima kasih ya Pras sudah menyelamatkan anak saya, kamu sampai berdarah gini" ucap papanya.


"Iya om sama-sama, kalau gitu Pras pamit pulang dulu ya om. Maaf nganter Keylanya jadi sedikit kemalaman" pamit Pras.


"Ehh jangan pulang dulu, kamu harus ikut dinner yaa sebagai rasa terima kasih om ke kamu" ucap papanya.


"Waduh tidak usah om" ucap Pras.


"Kalau diajak tuh ga boleh nolak Pras, ikut yaa buat nemenin Keyla juga sih takutnya dia berantem sama Mika" ucap Kelvin(abangnya).


Pras pun menyetujuinya, Keyla langsung ke kamar untuk berganti pakaian yang lebih bagus sedangkan Pras diberikan pakaian juga oleh abangnya Keyla.


Saat Keyla selesai berganti pakaian, ia turun untuk menemui papa,mama,abang dan Pras di bawah.


Pras terkejut dengan penampilan Keyla yang sangatlah cantik tetapi ia sadar bahwa Keyla hanya menyukai Mika dan ia hanya dianggap sebagai sahabatnya.


Setelah itu, Keyla berada di mobil Pras dan mereka segera berangkat ke restoran yang sudah direncanakan oleh keluarga Devan.


Akhirnya mereka sampai di restoran tersebut dengan tepat waktu, ternyata di sana sudah ada Devan beserta kedua orang tuanya dan Mika beserta kedua orang tua dan adiknya.


Sasya langsung memeluk Keyla dengan erat, Keyla yang dipeluk malah kesakitan karena bekas luka di perutnya.


Sasya menyadari suara rintihan kecil dari mulut Keyla, ia melepaskan pelukannya lalu bertanya, "Kakak kenapa?".


"Gak kenapa-kenapa kok sayang" jawab Keyla yang menutupi hal tersebut.


"Keyla dan Pras mukanya kenapa memar kayak gini ya?" Tanya Papa Mika.


"Gapapa kok om, tadi ada orang jahat terus Pras lindungin Keyla akhirnya Pras luka parah gitu di muka dan diperutnya" Jawab Keyla.


"Loh terus kamu kenapa memar juga?" Tanya Papa Mika lagi.


"Tadi orang jahat itu juga gak sengaja mukul Key terus Keyla nya gak menghindar jadi ya kena deh" jawab Keyla.


"Ya ampun, udah diobatin lukanya?" Tanya Papa dan Mami Devan.


"Udah om,tante" jawab Pras dan juga Keyla.


Mika sangat malu dengan semuanya, orang yang selama ini ia salah paham ternyata lebih baik dari yang Mika pikirkan, Mika hanya diam mendengar semua kebohongan yang Pras dan Keyla lakukan agar ia tidak di marahi.


Kelvin melihat ekspresi Mika yang seperti orang bersalah, ia menepuk pundak Mika dan Kelvin seolah-olah mengetahui apa yang telah terjadi.


Mika terkejut, "Bang Kelvin tau?" Tanya Mika.


"Dengan sikap lo yang kayak gini, ngebuat gue tau dengan sendirinya" jawab Kelvin.


"Maaf bang, gue bener-bener salah. Ga seharusnya gue nyelesain semua masalah dengan cara kasar kayak gini" ucap penyesalan dari Mika.


"Santai aja, lo kayak gini berarti lo gentle karena gak takut akan kesalahan yang udah lo perbuat" Kelvin merangkul Mika.


"Makasih bang".


Semuanya menyadari pembicaraan Mika dan Kelvin secara tertutup.


"Kalian lagi bicara tentang apa?" Tanya Orang tua Mika dan juga Keyla.


"Ohh enggak kok, biasa masalah anak muda" jawab Mika.


Saat para orang tua mereka memisahkan diri untuk mendiskusikan sesuatu, Devan pun mendekati Keyla untuk menanyakan suatu hal.


"Yang bikin lo memar tuh si Mika ya?" Tanya Devan.


"Bukan Dev, jangan bahas ya" jawab Keyla.


Devan hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian mereka membahas suatu hal yang akan terjadi di masa depan mereka seperti kuliah bahkan kerja.


Disana Keyla dan Mika nampak sangat akur bahkan romantis banget.


"Gue seneng ngeliat kalian akur lagi" ucap Kelvin.


"Aduh bang bisa aja sih" sahut Mika.


Dan akhirnya mereka semua tertawa, tak lama kemudian mereka telah selesai berdiskusi dan makan malam bersama.


Mereka pun kembali kerumahnya masing-masing , Mika sudah berpesan bahwa besok pagi ia akan menjemput dan mengantar Keyla ke sekolah.


Keyla awalnya ingin menolak karena ia sudah berjanji dengan Pras untuk pergi sekolah bersama tetapi ia melihat ekspresi Pras yang menyuruh nya untuk berangkat bersama Mika.


Akhirnya Keyla menerima tawaran Mika untuk berangkat ke sekolah bersama.


***


Kesokkan paginya, Keyla sudah siap untuk sekolah namun ia merasa luka dibagian perutnya masih sangat sakit dan luka dibagian samping bibirnya juga masih sangat terlihat.


Ia melihat ponsel ternyata di bawah sudah ada Mika yang menjemputnya, ia langsung pamit kepada kedua orang tuanya.


Saat sudah menemui Mika, mereka langsung berangkat ke sekolah. Di dalam mobil Keyla terus memegang perutnya karena ia benar-benar merasa sakit.


Mika melihat Keyla yang sedari tadi diam dan memegang perut.


"Perut lo masih sakit Key?" Tanya Mika.


"Masih sedikit Mik" jawab Keyla.


"Mau coba ke dokter dulu untuk nge cek ?" Tawar Mika.


"Ga usah Mik, gue baik-baik aja kok. Tadi gue liat sih cuma kayak ada memarnya gitu".


"Udah diminum belum obatnya? Gue bener-bener minta maaf ya sama lo Key" ucap Mika.


"Belum tapi gue bawa kok, santai aja Mik".


Tak lama kemudian mereka telah sampai disekolah Keyla, Keyla pun turun dari mobil Mika.


"Nanti gue jemput".


Keyla mengacungkan jempolnya dan tersenyum ke arah Mika, Lalu ia berjalan menuju kelas.


Keyla yang berjalannya sambil memegang perutnya karena ia merasa perutnya masih sangat sakit.


Saat di Aula , ia bertemu Alex dan Rino yang sedang menunggu seseorang. Rino melihat Keyla dan langsung menghampiri Keyla sedangkan Alex hanya mengikuti Rino dari belakang.


Rino memegang pundak Keyla, "Lo kenapa Key? Kok megang perut terus?".


Keyla baru menengok ke arah Rino dan Alex, Wajah Keyla membuat Alex terkejut karena ada beberapa memar di bagian bawah bibir dan pipi.


Alex memegang wajah Keyla dan bertanya ,"Muka lo kenapa? Sampai banyak memar kayak gini".


"Ini kak kemarin ada orang jahat saat aku lagi sama Pras terus tiba-tiba dia nyerang kita eh aku kena pukulan di muka dan tendangannya di perut" jelas Keyla.


"Ya allah, masih kuat jalan ke kelas gak?" Tanya Rino.


"Enggak sih kak, perut aku benar-benar sakit" jawab Keyla.


Akhirnya Rino dan Alex mengantar Keyla sampai ke kelas, di kelas teman-teman Keyla bingung.


Fasya menghampiri pacarnya yaitu Alex , "Keyla kenapa kak?".


"Ini dia kena pukulan dan tendangan orang jahat semalam pas lagi diantar pulang sama Pras" jelas Alex.


Samuel yang mendengar hal itu langsung mendekat ke arah Keyla.


"Lo bohong kan Key, mending lo cerita ke gue tentang kejadian yang sebenarnya" ucap Samuel.


"Apaan sih Sam?! Gue sama Pras emang dipukul sama orang jahat" sahut Keyla.


"Lo beneran gak mau cerita sama gue?" Tanya Samuel.


"Apa yang perlu gue ceritain lagi? Semua udah jelas ini gara-gara orang jahat !" Keyla malah membentak Samuel.


"Orang jahat itu Mika dan Kyra kan? Terutama Mika. Dia yang menyebabkan lo kayak gini Key, gue tau semuanya" ucap Samuel.


Sontak saja perkataan Samuel berhasil membuat semua orang terkejut.


"Maksud Mika kaya gini tuh apa sih!" Ucap Fasya.


"Sumpah yaa tuh cowok aneh banget, yang salah kan Kyra ngapa jadi Keyla yang di pukul" ucap Nicole.


"Apa? Gak sengaja? Kenapa sampe lo kesakitan gini! Pulang sekolah gue mau ketemu dia" ucap Samuel.


"Please Sam jangan memperbesar masalah lagi, gue udah ikhlas dengan semua kejadian ini dan dia juga udah minta maaf kok" Ucap Keyla.


Saat mereka semua masih berdebat masalah Mika yang tidak sengaja memukul dan menendang Keyla, Salsa yang tidak mengetahui masalah awal.


Ia hanya memperhatikan Keyla yang sedari tadi memegang perut nya yang semakin sakit.


Salsa menepuk pundak Keyla, "Lo mau di UKS gak? Biar gue anter".


Keyla hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya.


Semakin lama wajah Keyla semakin pucat, teman-teman Keyla masih belum menyadari keadaannya dan masih mempermasalahkan kejadian Keyla semalam.


Rino dan Alex pun masuk ke kelas nya karena sudah ada guru, sedangkan dikelas Keyla belum ada guru yang masuk.


Samuel menghampiri Kyra yang berada di belakang dan bertanya, "Mau lo apa sih?".


"Maksudnya?" Tanya Kyra.


"Keyla kayak gini gara-gara lo kan!" bentak Samuel.


"Loh gue gak tau kalo dia kena pukulan nya Mika" sahut Kyra.


"Gausah banyak bohong deh, mending jujur daripada lo gue tampar".


"Tampar aja tampar".


Saat Samuel ingin menampar Kyra, tangan Samuel ditahan oleh Keyla dan Samuel reflek mendorong Keyla, sehingga perut terkena ujung meja lalu ia terbentur dinding sangat keras.


Keyla langsung tidak sadarkan diri.


Samuel mencoba membangunkannya namun tidak bangun-bangun, mereka menunggu 15 menit tetapi tetap saja Keyla tidak bergerak.


Akhirnya Samuel memutuskan membawa Keyla ke rumah sakit, Fasya,Nicole,Salsa dan Reza juga ikut membawa Keyla kerumah sakit.


Saat sudah sampai dirumah sakit, Nicole lari ke dalam untuk memanggil suster nya agar Keyla mendapatkan penanganan medis dengan cepat.


Dengan gerak cepat dari suster karena ini adalah rumah sakit yang biasanya Keyla serta keluarganya berobat , suster keluar membawa peralatan yg dibutuhkan dan segera membawa Keyla ke Kamar VVIP nya.


Saat dokter memerika keadaannya Keyla, tak lama kemudian dokter keluar dan memberitahu keadaan Keyla saat ini.


"Keyla koma karena luka di perutnya yang semakin parah dan benturan di kepala yang keras".


"Tolong berikan yang terbaik untuk sahabat saya dok" tiba-tiba Samuel menangis.


"Kamu tenang aja, saya juga akan mengabarkan orang tua Keyla" ucap Dokter.


"Dok, apa kita boleh jenguk?" Tanya Fasya.


"Silahkan tetapi harus memakai baju yang sudah disediakan ya" jawab Dokter.


Mereka pun langsung menjenguk Keyla yang terbaring lemah menggunakan berbagai macam selang.


Samuel memegang tangan Keyla dan menciumnya , "Bangun Key, lo pasti kuat. Gue selalu ada disamping lo" air mata Samuel pun berhasil jatuh di tangan Keyla.


"Key , kita butuh lo disini. Lo harus kuat" ucap Nicole dan Fasya.


"Keyla bangunn, kita baru dekat loh. Yukk bangun terus kita pergi ke tempat yang lo suka" ucap Salsa.


Reza juga ikut membangunkan Keyla, namun Keyla masih belum sadarkan diri.


***


Ternyata Kyra mengikuti Samuel sampai kerumah sakit , ia melihat Keyla hanya dari pintu saja karena ia merasa bersalah.


Air mata Kyra pun terjatuh saat melihat Keyla koma, ia langsung berlari ke luar rumah sakit dan segera menuju sekolahnya.


Tak lama kemudian, Kyra telah sampai di sekolahnya. Saat di basement tiba-tiba ada Hema,Alex,Rino dan Theo.


"Hei , kenapa nangis? Kamu abis darimana?" Tanya Hema.


"Keyla kak---" jawab Kyra.


"Keyla kenapa?" Tanya semuanya.


"Keyla koma dirumah sakit, ini semua gara-gara Kyra. Dia nyelamatin Kyra dari tamparan Samuel, Dia selalu baik sama Kyra tapi Kyra malah jahat ke Keyla" isak tangis Kyra terdengar.


"Kamu gak boleh nyalahin diri kamu sendiri de" peluk Hema.


"Tapi emang ini murni karena aku kak, aku egois, aku emang fake friend banget kak" ucap Kyra.


"Kamu udah kasih tau Mika ?" Tanya Rino.


"Ga usah kak, aku malu sama mereka. Aku udah jahat sama mereka semua" jawab Kyra.


Akhirnya mereka semua masuk ke kelas untuk mengambil tas karena sudah waktunya pulang.


Sedangkan di Rumah Sakit, Keyla masih koma dan disana sudah ada Papa,Mama dan Abangnya serta teman-temannya Keyla.


Handphone Keyla berdering terlihat nama 'Pras' dilayar nya. Akhirnya Samuel mengangkat telpon tersebut.


*On Call*


Samuel : Halo, kenapa Pras?


Pras : Loh, ini Samuel? Keylanya kemana?


Samuel : Keyla dirumah sakit


Pras : Dirumah sakit mana? Gimana keadaannya?


Samuel : Dia koma Pras, dirumah sakit yang kemarin


Pras : Apaaa? KOMAA? Gue dan teman-teman gue langsung menuju kesanaa


*End Call*


Samuel memberikan ponsel Keyla kepada Papa nya, ia masih sedih karena sampai saat ini Keyla belum sadar kan diri.


"Sebaiknya kalian pulang saja, ini sudah mau malam" ucap Mamanya.


"Samuel akan nginap disini tante sampai Keyla bangun" ucap Samuel.


"Sam, lalu sekolah mu bagaimana ? Kamu bisa menemani Keyla lagi sesudah pulang sekolah" ucap Mamanya.


"Enggak tante, ini semua karena Samuel jadi aku harus bertanggung jawab" kekeh Samuel.


"Baiklah kalau memang kamu ingin menemani Keyla, tante akan izinkan" ucap Mamanya.


Lalu, teman-temannya Keyla pun pulang kerumah masing-masing kecuali Samuel.


Abangnya pun ikut pulang karena masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan sekarang.


Orang tua Keyla sebenarnya masih ada pekerjaan lain, handphone papa Keyla selalu berbunyi tetapi ia tidak mau mengangkatnya karena mau menemani gadis kecilnya.


Samuel berkata , "Om, Tante. Jika masih banyak pekerjaan di kantor sebaiknya kalian selesaikan saja dulu, Keyla biar aku yang jagain".


"Terima kasih ya nak, om sama tante titip Keyla. Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami" ucap Papa Keyla.


"Siap Om".


Akhirnya kedua orang tua Keyla pergi dari rumah sakit dan segera menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang masih sangat menumpuk.


Samuel masih tetap berada di samping Keyla, ia memegang tangan Keyla.


"Lo harus bangun Key, lusa itu hari ulang tahun lo yang ke 17 tahun" ucap Samuel sambil menangis.


Tak lama kemudian, Kyra, Hema,Rino dan Alex masuk ke dalam kamar Keyla memakai baju yang sudah di sediakan pihak rumah sakit.


Sontak terkejut melihat kehadiran Kyra, Samuel langsung menyuruh Kyra pergi tetapi Kyra menangis dan meminta maaf kepada Samuel.


Samuel merasa kasihan dengan Kyra, akhirnya ia memaafkan sikap Kyra dan Alex,Rino langsung mendekat kearah Keyla yang terbaring lemah tak berdaya.


"De, lo pasti kuat gue yakin. Lusa itu hari ulang tahun lo Key, lo mau apa? Nanti gue beliin deh" ucap Rino.


"Keylaa bangun!! Gue minta maaf sama lo Key. Gue janji setelah lo bangun , gue gak akan memaksa lo untuk jadi sahabat gue lagi" ucap Kyra menangis.


Hema menenangkan pacarnya, tetapi ia malah ikut menangis karena bagaimanapun juga Hema dan Keyla sangatlah dekat layaknya seorang adik kakak.


Dokter dan suster masuk keruangan Keyla untuk mengecek keadaannya saat ini dan menggantikan infus nya.


Saat dokter lagi mengecek, semua teman-teman Keyla menunggu di luar karena saat pengecekan tidak boleh ada yang di dalam kecuali dokter dan suster.


Saat mereka masih menunggu Keyla. Mika,Pras dan Devan datang menghampiri Samuel DKK yang menunggu di depan kamar rawat Keyla.


"Gimana keadaan Keyla? Kenapa dia bisa koma?" Tanya Mika.


"Masih perduli sama Keyla? Dia kritis dan sekarang lagi di cek lagi keadaannya".


Mata Mika langsung tertuju ke Kyra dan menghampirinya , "Lo apain Keyla?".


"Gue tau gue yang salah, dia kaya gini karena nyelamatin gue dari tamparan Samuel" jawab Kyra.


Mika langsung menarik Samuel , "Lo apain Keyla? Dia sahabat kecil lu Sam".


"Gue gak sengaja dorong dia, perut dia kena ujung meja dan terbentur dinding. Perut dia luka dalam ulah siapa? Elo kan!" Jawab Samuel.


"Udah Stop! Mending kita berdoa untuk kesembuhan Keyla jangan malah pada berantem kaya gini" ucap Rino.


Akhirnya semua berdamai dan berdoa untuk kesembuhan Keyla, tak lama kemudian Dokter serta suster keluar dari kamar Keyla.


Semuanya langsung berdiri dan menanyakan keadaan Keyla kepada Dokter.


"Dok,gimana keadaan Keyla?" Tanya Samuel.


"Keadaan Keyla semakin kritis, saya akan berikan pengobatan terbaik dan saya minta kalian semua jangan putus doa untuk Keyla ya" jawab Dokter.


"Pasti Dok, Apa sudah boleh di jenguk?" Tanya Alex.


"Boleh, Oh iya kalau bisa ada 2 orang yang menemani Keyla di sini" Jawab Dokter.


"Saya yang akan menemani Keyla dok" ucap Samuel.


"Saya juga Dok" sahut Pras.


"Lo ngapain Pras? Mending gue aja deh yang nemenin Keyla disini" ucap Mika.


"Nanti yang ada lo malah berantem sama Samuel" balas Pras.


"Iya mending Pras dan Samuel aja" sahut Rino.


Dokter dan suster pun pergi meninggalkan mereka, dan mereka semua masuk ke ruangan Keyla.


Hema,Kyra,Rino dan Alex pamit pulang kerumah masing-masing karena waktu sudah semakin malam.


Mika dan Pras pulang kerumah terlebih dahulu untuk mengambil seragam serta buku untuk besok sekolah, sedangkan Samuel izin tidak sekolah.


Devan pun ikut pulang kerumah karena besok harus sekolah.


Beberapa jam kemudian , Mika dan Pras kembali kerumah sakit dan masuk ke ruangan Keyla dengan membawa tas.


Samuel sengaja menyuruh Mika untuk menginap juga karena siapa tau dengan kehadiran Mika, Keyla dapat melewati masa kritis nya.


***


Wahh Keyla Kritiss? Teruss gimana ?


Kyra jadi baik lagi?


Penasaran? tunggu part selanjutnya❤


Jangan lupa vote dan komen yaa gengss😍✨


Salam sayang Author cantikk


Oh iyaa Keyla dan Samuel udah punya Instagram loh..


silahkan di follow :


@keyla_azzahraaa


@samuelfaresta12


HAPPY READING📖💋✨