Love On A Contract

Love On A Contract
Apa salahku?!



Brak....


Tania kembali menutup pintu kamarnya dengan sikap terkejut. Kini Farhan tampak kesal dengan perilaku Tania terhadap nya. Tanpa pikir panjang Farhan pun mendobrak pintu kamar tersebut dan membuat Tania terjungkal ke lantai.


" Apa kamu bodoh sebagai seorang istri?"Tanya Farhan kepada Tania yang masih meringis kesakitan karena terdorong dengan cukup keras.


Kini Farhan menarik rambut Tania dengan keras.


" Am..ampun pak saya minta maaf" ucap Tania meringis kesakitan karena tarikan Farhan terlalu kuat di kepalanya. Farhan melepaskan tangannya dan mendorong tubuh Tania keastas kasur lantai dan tubuh Tania terjungkal ke kasur itu.


Farhan mendekati tubuh Tania yang masih terlentang diatas kasur. Ia menekankan bahu Tania yang hendak bangkit. Ia menatap Tania dengan tatapan membunuh membuat jantung Tania seakan copot karena ketakutan. Tubuhnya bergetar.


" Kamu harus belajar melayani suami mu sebagai istri" ucap Farhan kepada Tania.


" Apa otaknya geser kan di kontrak gada perjanjian ini" pikir Tania didalam hatinya.


" Apa kamu mendengarkan ucapan ku?!" Suara Farhan membuyarkan lamunan Tania. Dengan rasa takut Tania berusaha untuk membuka mulutnya.


" Maaf pak bukankah didalam kontrak tidak ada perjanj&–" ucap Tania terpotong ketika Farhan bangkit dari tubuhnya dan berdiri dengan tatapan tak lepas dari pandangan Tania.


" Lupakan, mulai sekarang jalankan tugasmu sesukamu" ucap Farhan ketika melangkah menuju pintu dan kembali berhenti tepat di ambang pintu.


" Karena kau ingin menjalankan peraturan kontrak itu maka jangan pernah berharap bisa melakukan segala hal berhubungan dengan kota berdua" lanjut Farhan meninggal kan Tania dan menutup pintu dengan kasar.


" Jangan biarkan dia keluar sampai besok, sebelum saya berangkat jangan biarkan dia keluar dan jangan biarkan dia berada di luar jika saya akan kembali" perintah Farhan kepada para pelayan dan penjaga yang menjaga kamar Tania dengan nada mengancam.


" Baik tuan muda" jawab mereka serempak.


" Apakah kita beri nona makan malam tuan?"tanya Jihan selaku pelayan yang ditugaskan untuk mengawasi Tania.


" Tidak perlu biarkan dia tetap didalam"ucap Farhan meninggal para pelayan nya.


Tania yang mendengar ucapan Farhan merasa kesar namun ia tak dapat melakukan apapun. Ia hanya bisa bersabar untuk menjalankan pernikahan kontrak ini dengan siksaan dari Farhan.


Tania beranjak ke kasur dan berusaha memejamkan matanya. Ia ingin menghilangkan masalah nya ke dalam mimpi namun air matanya tak mau berhenti mengalir.


 


*****


 


Pagi ini Tania bangun dengan wajah yang bersemangat untuk menjalani harinya. Ia bersiap- siap untuk berangkat kerja karena ia rasa bekerja lebih baik daripada berdiam diri di dalam rumah ini.


" Apakah tuan mu sudah berangkat?" Tanya Tania kepada Jihan dan dijawab anggukan kepala dari Jihan.


" Non mau makan apa?" Tanya Jihan kepada Tania


" Panggil nama ku saja bukankah itu perintah dari tuan kalian?" Ucap Tania merapihkan tas dan pakaian nya.


" Tapi non saya akan memanggil nama non hanya jika ada tuan jika tidak saya akan tetap menghormati non sebagai atasan saya" jelas jihan kepada Tania dan disambut senyuman hangat dari Tania.


" Terimakasih" ucap Tania meninggal kan Jihan dan para pengawal lainya. Kini ia menaiki taksi pesanannya yang sudah menunggu di luar gerbang.


 


*****


 


" Lapor tuan nona Tania telah pergi seperti nya ia hendak berangkat bekerja" ucap bawahannya dari sebrang telpon


" Baik tetap awasi dia dan jaga dengan baik" jawabnya dengan tenang.


" Jangan lupa selidiki dua orang yang aku minta kepada mu"


" Baik tuan" jawab orang dari sebrang telpon dan menutup telponnya.


" Aku pastikan kamu tak akan menderita lagi setelah semuanya selesai" ucapnya dan bangkit meninggalkan ruangan.


 


\\\*


 


Tania mendapatkan ucapan selamat dari teman kerjanya dan ia tersenyum namun dalam hatinya selalu berusaha menolak ucap tersebut.


" apakah kalian tidak tahu aku menderita menjalani pernikahan ini" ucap Tania didalam hati dan berjalan menuju ruang kerjanya.


Hari ini ia mendapatkan banyak pesanan dari atasnya untuk membuat desain pakaian nya akan di produksi baru- baru ini. Tania ingin mengeluh dengan tugasnya yang banyak namun ia kembali tersenyum.


" mungkin ini cara ku agar bisa lebih lama berada di luar rumah itu" ucap Tania mulai membuka laptopnya. Ia merasa mungkin hari ini ia akan lembur dan pulang terlambat kerumah Farhan.


 


*****


 


*wkwkwk kalo masih jelek maaf ya


ouh ya btw ada yang penasaran gak sama visual para tokoh?


kok ada ngomong aja zayang:v


pesen aku tetep sama ya


Kalo Klian suka sama cerita ini di like ya😘


Kalo gak suka di komen biar di perbaiki😉


Tolong jangan ngilang pas udah bosen😥