
Tania duduk termenung di depan cermin rias, ia memandangi dirinya sendiri dengan senyum hambar.
" andai saja ini adalah hari pernikahan ku dengan orang yang aku cintai mungkin akan sangat membahagiakan bagi kami" ucap nya meyeka air mata yang akan jatuh dari bendungan nya. Kini ia akan menjadi seorang pengantin dari suami kontrak nya dan akan menjalani kehidupan yang etah akan menjadi seperti apa kedepannya.
Lama Tania merenung dan akhirnya para bawahan Zahra datang untuk menjemput nya menuju ke tempat pernikahan. Selama perjalanan Tania hanya dia membisu bahkan pertanyaan yang ada di kepalanya hilang entah kemana.
Sesampainya di tempat pernikahan Tania terkejut tak kala melihat banyaknya para tamu undangan yang datang dan betapa megahnya pesta pernikahan ini. Namun senyumnya menghilangkan ketika ia disadarkan akan rangkaian bunga yang bertuliskan selamat untuk Zahra dan Farhan.
" apa yang aku pikirkan?! bukankah ini adalah pernikahan kontrak mengapa aku harus sedih?! " ucap Tania dalam hati sembari mengelus dada nya.
" Bagaimana apa acaranya kurang menarik?" Tanya seorang pria yang membuat Tania terkejut mendengarnya. Tania terkejut ketika mendapati bahwa pria disamping nya adalah Farhan calon suami kontrak nya.
" gila nih cwok dari mana datenganya?!" tanya Tania dalam hati sembari mengelengkan kepalanya dan Farhan tersenyum licik. Entah apa yang ada dipikiran Farhan saat ini.
*****
saat ini aku berada di depan penghulu yang akan menikahkan ku. Entah mengapa hati ku rasanya sakit ketika mendengar cibiran dari para tamu undangan. Mereka menggapku sebagai "perebut calon suami orang" tanpa mereka tahu kebenarannya.
" apakah calon mempelai wanita keberatan dengan pernikahan ini?" tanya penghulu membuyarkan lamunanku. Dengan segera aku menghapus air mata dan tersenyum kepadanya.
" ba... bagaimana mungkin aku merasa sedih ketika dapat menikahi orang seperti nya"jawab ku menutupi kesedihan yang ada di hatiku. Ingin rasanya aku berteriak dan memberi tahu mereka bahwa " aku benci ketidakadilan ini" namun apalah dayaku.
-pukul 13.25 WIB- . Akhirnya acara pernikahan kami selesai dan Farhan mengajak ku untuk pulang ke rumahnya. Entah kenapa tapi didasar hati mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi.
Kini kami berada di dalam mobil pengantin hal yang membuat diriku membenci kebodohanku adalah Mengapa aku harus bersedih ketika telah mengambil keputusan saat ini. Selama perjalanan kami hanya saling diam dan tak bersuara satu sama lain . Entah apa yang dipikirkannya, aku rasa mungkin dia juga merasakan kesedihan yang sama sepertiku ketika ia harus menikahi seseorang yang tidak ya cintai.
\*
kini Tania dan Farhan telah sampai di kediaman Farhan yang akan dijadikan sebagai tempat tinggal Tania saat ini.
"ehem.. apakah kamu merasa bahagia menjadi istri ku?" tanya Farhan menghadang pintu masuk dengan gaya berkacak pinggang dan raut wajah yang menyeramkan. Tania yang melihatnya menelaah maksudnya dari kata kata Farhan yang baru saja diucapkan.
" apakah jika saya mengatakan bahwa saya "mencintai bapak" bapak akan perca–"
"TENTU SAJA TIDAK!!" sela Farhan dengan nada tegas dan penekanan pada setiap katanya. Tania tersenyum dan kembali melanjutkan ucapannya.
" jadi apakan kita akan bahagia jika kita menikahi orang yang tidak kita cintai?" tanya Tania dengan wajah tenang. Farhan tampak terdiam dan tak mengucapkan sepatah kata pun.
" baiklah saya pikir bapak telah paham jawabnya" jawab Tania dan melangkah masuk ke dalam rumahnya ralat rumah Farhan.
" Selamat datang tuan muda Farhan , selamat datang nona mu–"
" pasti ini kamar pengantin nya " ucap Tania sembari membuka knop pintu dan berjalan masuk ke dalam kamar. Tania tampak terpukau melihat dekorasi kamar itu. Kini Tania duduk di pinggir tempat tidur dan meremas baju kebaya milikinya. Ia merasa sedikit sakit hati tentang ucapan Farhan, meskipun ia bukan istri tercintanya namun Farhan tak berhak merendahkan harga dirinya.Ia tampak menahan suaranya ketika air matanya mulai jatuh kejalur pipi.
Brak.....
Pintu kamar dibuka dengan kasar oleh Farhan dan dengan segera Tania terkejut dan langsung berdiri.Farhan berjalan gusar menuju ke arah Tania. kini mereka tampak berharap.
" SIAPA YANG SURUH LU MASUK KE KAMAR GUA?!!!" bentak Farhan kepada Tania dengan menjambak rambut Tania. Tania tampak meringis kesakitan saat rambutnya ditarik kasar oleh Farhan. Kini Farhan melepaskan tangannya namun ia mendorong tubuh Tania hingga jatuh ke lantai.
" ma... maksudnya gimana? bukanya ini kamar peng-"
" ini kamar pengantin tapi bukan untuk pengantin" KONTAK" sela Farhan dengan penekanan di akhir kalimat.
" lalu dimana aku akan tidur?" tanya Tania bingung. Kini Farhan tersenyum licik kepada gadis itu dan segera menyeret tangan milik Tania. mereka berhenti di depan kamar paling pojok ruangan milik Farhan.
" lu itu pantes nya tidur disini"
'' selamat malam istri kontrak ku" lanjut Farhan meninggal Tania yang mematung tak percaya melihat keadaan kamar yang akan ditidurinya.
Kamar itu hanya terdapat sebuah kasur lantai dan lemari pakaian serta meja kecil untuk meletakkan handphone atau gelas.
" apanya yang salah bahkan kamar kos-an gua lebih bagus" cibir Tania merasa tidak nyaman.
"Mungkin bener kata orang jangan pernah menikah dengan orang kaya bila dirimu miskin" ucap Tania dalam hati.
Dengan segera Tania masuk kedalam kamar dan merapikan pakaian nya kedalam lemari dan Menganti pakaian nya. Kini ia tengah memainkan ponselnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur lantai tersebut.
" ini kan udah waktunya makan malam?! kok gada tanda tanda dia manggil gua sih?!" tanya Tania pada dirinya sendiri. Ia segera bangkit dan mengambil pakaian panjangnya untuk mem- double pakaian lengan pendek nya.
ketika ia hendak membuka pintu kamarnya ia terkejut ketika melihat Farhan tengah berdiri dihadapannya dengan kedua tangan dilipat pad dadanya.
\*\*\*\*\*
singkat,gak jelas,dan jelek ya?
maafin author ya soalnya author lagi di kejar detline Ama guru . maklum covid😭😂
btw kalian ada yang sadar gak sih kalo sikap Farhan itu berubah? ada yang tau gak knpa dia berubah?
Kalo Klian suka sama cerita ini di like ya😘
Kalo gak suka di komen biar di perbaiki😉
Tolong jangan ngilang pas udah bosen😥😭