Love On A Contract

Love On A Contract
AKU PASTI BISA



" Huuh untung aja udah selesai gua capek banget ini det" ucap Tania sembari jalan menuju kosan mereka. Mereka berdua baru saja pulang dari tempat kerja Meraka yang baru.


Brakk... Tania pun menabrak punggung milik clara.


" Woy ngapain berhenti dadakan kek tahu bulat aja lu" omel Tania kepada Clara


" Lu denger suara gak?"


" Suara apa gua gak denger apa²,lu jangan bikin gua takut Napa det!"


"Sutttt" ucap clara dengan telunjuk di bibir Tania mengisyaratkan untuk membuat Tania diam.


Krauk....krauk.....( Suara perut yang keroncongan). Tania pun mulai malu dan menutup perutnya dengan erat berharap agar Carla tidak mendengarnya, hal tersebut sontak membuat Carla tertawa terbahak– bahak yang diikuti wajah malu Tania.


" Jadi lu laper?" Tanya Carla di sela tawanya. Tania pun mengangguk dengan mengembangkan cengiran kuda kepada Carla.


" Pantes aja ngebut banget pengen balik lu nya laper, hahahaha"


" Udah dong lu mah gitu kalo suruh ngetawain gua demen banget"


" Hahaha iya iya yaudah kan kemarin elu janji mau ngajak gua makan gimana kalo sekarang aja"


" Engak ah gua pen makan masakan gua aja nanti di kosan" jawab Tania berusaha menolak karena sebenarnya uang yang ia janjikan untuk mentraktir Carla telah ia masukan ke tabungan untuk kebiasaan Minggu depan. Carla tersenyum dan mengandeng tangan sahabatnya itu.


" Gua yang bayarin !"


" Kalo gitu gua baru setuju!" Seru Tania mengikuti langkah Carla .


|ƥƥƥ|


Ehekkk....( Suara sendawa)


" Udah kenyang?"


" He'em"


" Yaudah Ayuk balik udah malem ini"


" Nanti dulu baru jam sembilan kita main ke taman dulu yuk dah lama kita gak kesana?" Ajak Tania mengandeng tangan sahabatnya.


" Hemm yaudah Ayuk tapi jangan malem² pulangnya!"


" Iyalah mang kita gak kerja besok?!"


" Tania apa lu udah bener² pengen ngelakuin nikah kontrak itu?"


Lama Tania menatap Carla ia bahkan hampir lupa dengan nikah kontrak itu.


" Eh... Itu iyalah kan gua udah menandatangani kontrak itu lagian kan cuman hampir satu setengah tahun aja gak lama kok hehehehe " jawab Tania dengan menatap ke langit ia tak mampu menatap mata sahabatnya karena sesungguhnya ia tak ingin melakukan nikah kontrak itu.


" Terus gimana sama ayah lu, udah lu kabarin dia?" Tanya Carla yang membuat Tania sontak menggelengkan kepalanya dan membuat Carla memelototi dirinya.


" Awas matanya copot loh" tungkas Tania sambil tertawa.


" Tenang aja dia juga gak peduli sama gua buat apa gua kasih kabar ke dia? Lagian dia udah bahagia sama keluarganya yang baru!"


" Uuuu cup cup jangan ketawa nanti aku itulah sedih loh" ucap Carla mencoba menghibur. Ia kenal betul dengan Tania meskipun ia baru bersahabat dengan Tania lima tahun belakangan ini namun Tania tak pernah menyembunyikan sesuatu darinya.Tania pun tertawa dan mereka kembali menatap langit yang bertaburan bintang .


" Ouh ya nanti Minggu depan lu dateng ya temenin gua?!" Pinta Tania yang masih menatap langit.


" Ngapain kalo mau ke panti gak deh gua lagi banyak kerjaan,hehehehe". Jawaban Carla sontak membuat Tania menatap Carla dengan Majah kusam.


" Jahat lu sahabatnya pengen nikah bukanya temenin! Ini malah gak tau kalo Minggu sahabat nya mau nikah huaaaa." Jawab Tania seperti orang yang menangis, dan membuat Carla tertawa dan diikuti tawaaan Tania.


" Yaudah ayuk pulang udah malem ini"


" He'em Ayuk"


Tania dan Carla pun memutuskan untuk segera kembali ke kosan mereka setelah lama berada di taman. Keduanya berjalan dengan diiringi canda tawa seakan tak pernah ada masalah yang datang kepada mereka berdua.


" Copet tolong copet" teriak banyak orang yang sontak membuat Carla dan Tania menoleh kebelakang dan benar saja banyak orang yang tengah lari menuju ke arah mereka dengan seorang pria membawa tas berlari paling depan.


Tania pun dengan inisiatif untuk menghadang kan kakinya ke jalanan yang membuat copet itu pun terjatuh akibat tersandung kaki milik Tania.


" Maaf om aku gak sengaja tadi kaki ku pegal" ucap Tania sembari jongkok dan mengambil tas itu dari tangan copet tersebut. Copet itu pun tidak tinggal diam melihat Tania mengambil tas tersebut ia pun segera bangkit dan bersiap untuk menyerang Tania.


" Tania awassss" teriak Carla yang membuat Tania menoleh ke arah belakang dan ia sangat terkejut melihat copet itu akan menyerangnya dengan belati.


" Jangan suka ikut campur dengan urusan gua bocah ingusan!" Teriak copet itu dengan penuh amarah dan siap untuk menusuk Tania dengan belati yang ada ditangannya.


" Aaaaa......" Teriak Tania dengan menutup wajahnya. Satu menit... Dua menit....dan Tiga menit berlalu ia tak merasa adanya tusukan belati di tubuhnya. Ia pun memberanikan diri untuk membuka tangannya dari wajahnya dan betapa ia sangat terkejut Karana copet tadi sudah terjatuh tak berdaya.


" Masih mau tutup muka?" Tanya seorang pria yang berada di samping Tania.


Hehehe maaf kak cerita nya gak jls ya baru belajar soalnya kak:v