
Saat itu Farhan tengah berada di dalam ruangan kerja nya dan tangah berusaha menelpon seseorang namun tidak pernah dapat terhubung. Ia pun tampak kesal dan menghubungi teman baiknya Daniel.
" Bisa keluar gak?"
" Gak kok gak kenapa² gua cuman lagi sedikit pusing aja"
" Iyaa bar tempat biasa aja"
" He'em"
Farhan pun menutup telponnya dan duduk dengan perasaan gusar. Ia tampak mengambil sebuah bingkai foto dan menatapnya dengan tatapan sedih dan penuh harapan. Ia tampak lama sekali termenung hingga ia tersadar ketika ponselnya bergetar dan ia pun mengangkat telpon itu.
" Iya gua turun sekarang"
Ia segera mengambil jas miliknya yang beda di kursi kerjanya dan segera pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju ke arah lift. Sesampainya di lobi ternyata ia telah di tunggu oleh seketarisnya ia lupa memberi tahu kepadanya untuk pulang lebih awal.
" Kamu pulang lah dan beristirahat saya akan pergi dengan Daniel untuk keluar" perintah Farhan kepada sekretaris nya.
" Pak baik jika ada hal yang mendadak bapak hubungi saya saja" titah seketaris farhan dan mengundurkan diri.
|•∆•∆•∆•|
Suasana di dalam mobil Daniel sangat canggun kedua manusia didalamnya engan untuk memulai pembicaraan. Hingga akhirnya Daniel lah yang memulai pembicaraan.
" Muka lu Napa bro kusut amat?"
" Kepo amat lu jadi orang!?"
" Buset bro galak amat gua kan cuman nanya lagian kita ini mau pergi buat seneng² bro" ucap Daniel sembari merangkul pundak Farhan. Farnah nampak tidak senang dengan perlakuan Daniel ia pun memberikan tatapan mata elang yang membuat musuhnya menyiutkan nyali untuk melawannya. Namun berbeda dengan Daniel ia nampak senang dengan ekspresi itu dan berusaha untuk terus menggodanya.
"Ayolah bro kita have fun dulu aja" ucap Daniel sembari fokus mengemudi. Perjalan mereka jauh dari kata have fun karena ditengah perjalanan mereka dijebak oleh kemacetan yang panjang.
" Aihhssss nih jalan gada gitu sekali aja sepi dan sunyi gitu?" Gerutu Daniel,namun tidak digubrisnya oleh Farhan. Pria itu tengah memperhatikan keluar jendela mobil.
" Itu kan dia?" Ucap Farhan dengan nada lirih.
" Apaan?..lu ngomong apa bro?" Tanya Daniel sembari menolehkan kepalanya ke arah Farhan namun pria tersebut telah bangkit dari duduknya dan berlari keluar menuju sebuah kerumunan.
" Bro lu mau kemana?,**** orang ini ngerepotin gua aja sih" ucap Daniel sembari bangun dan keluar dari mobilnya dan menyusul Farhan. Farhan yang tengah lari segera mempercepat langkahnya dan saat ia melihat Tania yang akan di tusuk menggunakan belati yang ada ditangannya ia pun segera memukul penjahat itu hingga tersungkur.
" Lagi– lagi bocah sok jagoan jangan suka ikut campur urusan orang lain bisa gak sih?" Teriak si pencopet sembari berdiri dan berlari ke arah Farhan yang tengah berdiri berusaha melindungi sosok wanita itu yang ada dibelakangnya. Tanpa sadar si pencopet itu pun mengarahkan balatinya ke arah dada bagian kiri Farhan namun Farhan menyadari nya dan ia pun dapat menghindar namun lengannya tergores belati tersebut.
Brakk... ( Suara tersungkur)
Akhirnya pencopet itu dijatuhkan oleh Daniel dari belakang punggungnya dan akhirnya bisa di tangkap oleh masyarakat.
Farhan pun menghampiri Tania sembari memegangi lengannya yang tergores.
" Masih mau tutup muka?" Tanya ia kepada Tania. Tania pun menoleh ke arah nya dan menganggukkan kepalanya dengan tangan yang masih mengepal dan wajah yang pucat pasi, dan berusaha bangun untuk mengembalikan tas milik seorang ibu tadi.
" Lain kali gak usah sok jagoan jadi cewek baru kaya gitu aja udah pucat sok²!" Oceh Farhan yang membuat Tania tertohok dengan ucapnya dan memelototkan matanya ke arah Farhan.
" Heh lu emang gua minta bantuan lu? Lagian gak kenal sok ngomelin gua!" Jawab Tania sembari melewati Farhan dan tak sengaja menyenggol lengannya yang terluka.
" Ahhss..." Geram Farhan mengatupkan bibirnya. Tania pun berhenti dan menoleh ke arah Farhan dan ia pun terkejut melihat lengan Farhan yang berdarah.
" Heh lu terluka?" Tanya Tania menarik lengan Farhan. Farhan tampak kesakitan ketika lukanya di pegang oleh Tania .
" Pelan–pelan cewek bar²,lagian gua gak butuh bantuan lu!" Ucap Farhan sembari menepis tangan Tania dan meninggalkan nya yang tengah berdiri mematung.
" Heh apa dia lupa sama gua? Atau emang dia gak kenal gua?" Gerutu Farhan menuju arah mobil Daniel. Ia membuka pintu dengan gusar dan disambut tatapan sinis oleh sahabat nya itu.
" Apa?" Tanya Farhan binggung
" Lu gila ya!? Lu lari demi nyelamatin dia tapi dia gak tau cara berterimakasih?!"
" Lagian tumben amat lu nyelamatin cewek biasanya lu itu dingin banget ama namanya cewek selain Zah..." Daniel tak melanjutkan kalimatnya ketika melihat tatapan sinis dari Farhan, ia sadar tak ingin menguak kisah cinta mereka untuk beberapa waktu ini.
" Gua gak mau aja calon istri kontrak gua cacat gegara sok berani ngelawan copet" Ucap Farhan yang membuat Daniel tercengang.
" Dia calon bini lu, bwhahahaha lumayan cakep jugalah" Jawab Daniel dengan nada menyindir dan tak menghiraukan Farhan lagi ia pun segera melajukan mobilnya pergi.
|•∆•∆•∆•|
Clara yang panik segera menghampiri Tania dan memeluk nya erat.
" Uhuk uhuk... Clara.. gua gak bisa napas... " Ucap Tania dengan napas tersengal-sengal berusaha melepaskan diri dari pelukan Clara yang begitu Kuat.
" Bodo amat suruh siapa sok jagoan...huhuhu....." Jawab Clara dengan air mata mengalir. Tania pun tersenyum ia merasa bahagia karena masih memiliki Sabahat yang begitu peduli terhadapnya.
" Iya iya maaf ya cup cup udah jangan nangis lagi, malu woy diliatin sama orang"
" Bodo amat gak perduli...huhuhu..."
"Clara kalo lu gak lepasin gua kasian nih ibu² yang punya tas ini nungguin kita kaya teletabis begini!" Titah Tania berusaha menenangkan Clara. Clara pun menuruti ucapan Tania dan mereka berdua menghampiri pemilik tas tersebut.
" Makasih ya dek kalo gada kalian ibu gak tau gimana mau bayar uang rumah sakit anak ibu" ucpa ibu itu sembari menggenggam tangan Clara dan Tania. Tania pun membalas dengan senyuman manis yang mengembang di bibirnya.
Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kost mereka.
" Weh cwok tadi sapa Tan?" Tanya Clara penasaran dengan kedatangan Farhan yang tiba-tiba dan menolong Tania. Tania pun hanya mengangkat bahu yang mengartikan ketidaktahuan nya terhadap sosok Farhan alias calon suami kontrak nya.
" Ahhhh gua pengen punya calon pengantin kek dia" celetuk Clara yang membuat Tania tertohok dan tertawa tak karuan.
" Ahahhahaha ngayal jangan tinggi– tinggi nanti jatoh sakit" ucap Tania sembari mengacak-acak rambut milik Clara.
" Ye biarin aja kan gua juga punya harapan.wekkkk..." Pungkas Clara sembari menjulurkan lidahnya.
" Oissss, besok gua ijin gak masuk Bu gila" ucap Tania semabari memberikan hormat kepada Clara.
" Kenapa gak masuk tadi ada yang cedera? Mananya dimana!?" Jawab Clara panik memeriksa seluruh tubuh Tania mulai dari kepala sampai kaki. Tania pun merasa tergelitik dan kembali tertawa dengan lepas.
" Gak kok pengen ziarah ke makam ibu aja kok"
" Ouhhhh mau gua temenin gak?"
" Gak usah lagian paling magrib gua udah nyampe rumah kok"
" Hem yaudah deh kita balik yuk capek banget gue!"
" Okeh okeh ayo kita balap lari nyampe kosan kita. Tania pun mulai menghitung mundur.
"3...,2....dua setengah...."
" Ish cepet na...."
"3..." Selak Tania yang lari duluan membuat Clara naik pitam dan berteriak tak kauraun.
" Tania kamu curang huhuhu"
Mereka pun bertanding dengan gembira sekarang, besok, dan selamanya untuk mereka.
|•∆•∆•∆•|
" Tsk dasar gadis idiot... Au ihs" gerutu Farhan terhadap Kania memelui cermin miliknya di kamar.
sebelumnya aku minta maaf buat para kakak' yang udah baca soalnya baru bisa update dan ceritanya juga masih kurang bagus.
kalo masih jls tolong dikomentari ya kakak²