Love On A Contract

Love On A Contract
TERIMAKASIH KODETku!!



_ tak ingin lagi rasanya ku bercinta setelah ku merasa _🎼🎼🎼( nada dering ponsel milik Tania. Tania yang tengah duduk di balkon kosannya langsung menyambar ponsel nya yang berada di sampingnya.


" Malam juga" jawab Tania setalah mengangkat telpon itu dan wajahnya pun berubah menjadi ceria seakan tak terjadi masalah hari ini.


"Serius besok udah balik?"


" Ogah lu jalan aja ke kosan sendiri"


" Hahahaha becanda KODET besok gua jemput di terminal ya jangan lupa beliin gua oleh oleh"


" Engak,udah kok baru aja selesai, biasa tempat favorit gua,ahahhahaha tenang aja banyak cogan baru di sini,ahahhahaha sudahlah gua ngantuk pengen masuk duluan ya byee muach KODET!" Senyum Tania mengembang setelah menutup telponnya dari ponsel nya,dan berdiri menuju ke dalam kamar nya sembari berkata


" Yeah besok KODET pulang ahahhahaha seneng banget bisa bareng dia lagi" ucap Tania sembari melompat ke atas kasurnya.


|•∆•∆•∆•|


Plakk....


Tangan mama Farhan melayang di pipi kiri Farhan.


" Dasar bodoh apa yang kamu pikirkan? Pernikahan kalian tinggal satu Minggu lagi!! Lalu knpa kamu ingin mengubah calon pengantin wanita nya?"


"Karena aku hanya ingin saja.."


" Apa kamu pikir pernikahan itu hanyalah sebuah permainan?"


" Aku tau ma aku tau "


" Jika kamu tau lalu mengapa kamu berbuat seperti itu bagaimana perasaan Zahra?"


" Gak perlu mama tau karena ini adalah keputusan dia!" Tungkas Farhan dan meninggalkan mamanya.Ia tau jika ia memberi tahu mamanya mengenai keputusan Zahra yang mengadakan kontrak nikah ini maka mamanya akan membenci Zahra dan ia tidak mau hal itu terjadi.


" Apa maksudnya karena Zahar? Kembali anak kurang ajarrr" teriak mama Farhan yang tak digubris oleh Farhan.


|•∆•∆•∆•|


Tok...tok...


"Woy kontet bangun woy gua udah nyampe!" Seru Carla sahabat Tania, sembari mengetuk pintu kosan Tania berkali². Setelah mendengar suara Carla Tania pun langsung bangkit dari kasurnya dan membukakan pintu. Tania pun langsung menjatuhkan pelukan kepada Carla dan disambut hangat oleh Carla.


" Kok lu udah nyampe sih katanya jam 7 ngapa jam segini udah nyampe sini?" Tanya Tania dengan muka bantalnya.


" Hah jam segini? Ini udah jam setengah 10.00 siang oon gua bisa kelaparan nungguin lu!!" Jawab Carla dengan menyentil dahi Tania.


" Hah jam setengah 10.00?! ,Hehe maaf gua kesiangan" jawab Tania dengan muka sok polos.


" Hemm"


" Ngomong² lu nagpa gak kerja dan kenapa mata lu sebam kek begitu?" Tanya Carla sembari memegang wajah Tania.


" Ahahhahaha ceritanya lucu kalo diceritain" jawab Tania dengan mata berkaca-kaca,ia terlihat seperti gadis yang kuat namun didepan orang yang menyayangi nya terlihat sangat rapih dan mudah untuk di jatuhkan.Carla sangat paham sifat Tania ia gak akan nangis hanya untuk masalah sepele. Akhirnya Carla meraih Tania dan mendekap erat tubuh Tania yang mulai pecah dalam tangisannya.


" Udah lu tenangin diri lu dulu aja abis itu lu ceritain semuanya sama gua ok?!"


" Iya makasih ya huaaaa.." tangis Tania pun mulai membesar.


Akhirnya setelah Tania selesai dengan tangisannya ia menceritakan semua kejadiannya dan menceritakan siapa Zahra sebernya.


" Jadi lu terima kontrak itu?!"


Tania menganggukan kepala.mata Carla pun tercengang melihat jawaban temanya itu.


" Kenapa lu setuju Taniaaaa kan lu tau nanti itu malah jadi Maslah besar buat lu sendiri!!"


"Gua tau tapi cuman itu yang bisa gua lakuin karena gua juga sadar Zahra yang udah ngebantuin gua pas gua susah"


" Tapi kalo kaya gitu mana adil buat lu!"


" Udah gak papa yang penting lu masih mau ada di sisi gua terus kan?!"


" Ahhh makasih KODET!" Merekapun kembali berpelukan.


|•∆•∆•∆•|


Farhan tengah berdiri menghadap keluar kantornya,sebernya ia tak ingin melakukan ini namun ia terpaksa harus melakukannya demi menutupi rasa malu keluarga besarnya


bepppp...bepppp...


" ya?"


" jadi kamu akan berangkat sekarang?"


" baiklah terserah kamu saja!"


Farhan pun menatap layar ponsel tersebut dan...


brak.... ia pun membanting ponsel itu dan wajahnya tampak muram. Ia sekarang bingung bagaimana mengahadapi Maslah rumah tangganya nanti dengan gadis yang ia tak kenal sama sekali.


|•∆•∆•∆•|


Zahra tampak menatap ponselnya ia dan tersenyum kecil.


" dasar bodoh sangat mudah dibutakan cinta" hujat Zahra pada ponselnya itu.


" Penerbangan internasional Indonesia — Paris akan segera lepas landas "


" ah sudahlah dia pasti akan tetep menungguku bukan begitu?!" tanyanya pada diri sendiri dan segera bangkit menuju pesawat terbang nya.


|•∆•∆•∆•|


Tania tampak murung dengan posisi kepala diatas pangkuan Carla


" terus sekarang lu kerja dimana?"


" gak tau kan lu tau sendiri gua blom berpengalaman kerja ya jadi blom ada perusahaan yang lain yang mau Nerima gua"


" hemm iya juga vak?! gimana kalo lu ikut kerja di butik tempat gua kerja aja,ya walaupun butiknya masih butik kecil² sih!"


" serius gua mau lagian gak masalah mau itu butik besar kek apa kecil kek!" jawab Tania yang sontak bangun dan langsung duduk dengan tegak.


" okeh besok gua bawa lu kesana ya!"


" heem jangan besok lu hubungi sekarang aja jadi besok tinggal berangkat kerja bareng lu!"


" jhe dasar bocah edan!"


" plis sekarang aja ya plisss" ucap Tania dengan memohon membuat Carla pun menyetujui itu.


" baiklah aku telpon sekarang juga!" Carla pun mengambilnya ponselnya dan menghubungi bos tempat ia bekerja.


" baiklah terima kasih Bu besok saya akan bawa dia ketempat kerja" ucap Carla sembari menutup telponnya dan menghadap ke arah Tania


" lu keterima dan gua bilang klo lu itu desainer dan lu dapat kerjaan itu!"


" serius?!! yehhhhhh" merekapun berpelukan


" nanti malem gua traktir lu makan malem mau gak?"


" emang lu ada duit?!"


" adalah buat makan bakso mah ahahhahaha"


" ye bakso doang yaoudah gak papa deh hahaha" Carla tampak senang melihat Tania yang dapat tertawa bahagia setelah ia tahu bahwa masalah nya begitu besar bahkan lebih besar daripada Maslah ia.


maaf ya kalo ceritanya kurang menarik ini adalah karya pertama yang baru banget aku coba:v