
Semua anak-anak kelas XII berkumpul di tengah-tengah halaman sekolah.
Hari ini pengumuman kelulusan, terlihat kepala sekolah berdiri di depan untuk mengumumkan hasil pembelajaran selama 3 tahun di sekolah SMA N 1 KEBANGSAAN RAYA.
Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu termasuk Tifa dan ke-5 sahabat nya.
"Gue deg-degan nih" ucap Chaca.
"Gue juga eii" jawab Fina dan Ayna.
"Lebay ah lo pada" Timpal Joni yang meremehkan, membuat mereka berdengus kesal.
"Dih bodoh, awas aja ya kalo lo gak lulus, kita putus!" timpal Ayna kesal.
"Eh ..., eh jangan gitu dong beb, tenang aku yakin aku lulus kok" dengan tidak berdosa Joni mengatakan nya.
Iya ..., memang mungkin ia akan lulus tapi lewat jalur keluarga, kalo tidak karena keluarga mana mungkin joni akan masuk Sma ini, dengan otak yang hanya memikirkan game saja. bahkan sama sekali tidak memikirkan pelajaran dan bahkan setiap pelajaran kelas ia tidak pernah menulis atau mendengarkan ucapan guru, ya walau di hukum tetapi tetap saja tidak ada kapok-kapok nya.
berbeda dengan Naufal, Naufal bisa dikatakan anak yang rajin karena keluarga nya sangat tegas mendidik nya. tetapi terkadang menurut Naufal didikan itu sangat keras menurutnya, ia pernah berbicara dengan orang tua nya bahwa ia ingin kuliah di dalam negeri namun orang tuanya menolak dengan tegas, ia harus menuruti keinginan orang tua nya tanpa menolak dengan sepatah kata pun. sungguh kasian tetapi mungkin menurut orang tua nya itu yang terbaik untuk anaknya.
Yaa memang orang tua mendidik anaknya pasti selalu berbeda-beda. keras, tegas dan disiplin mungkin itu adalah cara terbaik untuk menunjukkan kasih sayang mereka terhadap anaknya.
"Kalo bukan karena bokap, nyokap lo mana mungkin lo bisa lulus Jon" Sindir Naufal.
"Bodoh sekali! apa yang ada di otak lo ini." Ayna memukul kepala joni dengan geram. "kenapa gue bisa punya pacar kayak lo! muka doang cakep otak nol!" Sergah Ayna kesal.
"Aduhh sakit beb, maap maap yang penting gue ganteng ga malu-maluin buat diajak ke kondangan haa ..., ha." jawab Joni dan tertawa.
lagi-lagi pukulan mendarat di kepala Joni "Sumpah emang gak ada otak! lo kira cakep bisa dimakan iya? banyak cowo cakep, pinter di luar sana yang mau sama gue!" Ucap Ayna benar-benar kesal.
"Tapi kan yang lo cinta gue, kalo bukan karena cakep terus apa yang lo cari sama gue, gue ga pinter, gue ada uang lo juga banyak uang, terus selain gue ganteng yang lo cari apa coba? ya karena gue ganteng lah!" timpal Joni dengan santai nya.
"Joniiiiiiiii ...," teriak Ayna membuat semua anak-anak kaget dan melihat kesumber suara.
"Ahh udah udah malu diliatin anak-anak, lo pada udah gede kayak anak kecil aja ribut terus!" ucap Chaca
"Gatau tuh si joni emang selalu buat rusuh terus." ejek Fina
"Diem lo fin gue," belum selesai Joni bicara
"Udah deh udah diem, sttttttt bentar lagi mau di umumin!" sergah Naufal untuk menghentikan pertengkaran.
Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku mereka.
mereka memang sangat sering adu mulut tetapi sebentar lagi juga bakal baikan haha.