Love and Hope

Love and Hope
Ujian Nasional



"imutttt, imuttt."


"isss apalagi sih Fal"


hari ini adalah hari terakhir di sekolah.


hari dimana semua anak-anak harus berfokus untuk satu tujuan. ya, lulus dengan nilai yang baik.


"Imut ..., fokus amat sih lo baca buku," ucap Naufal


"makasih gue emang imutt," timpal ku.


"Hiss dasar!" jawab Naufal mencubit hidungku


"Aww sakit fal!" aku menepis tangannya.


"Hiss lebay, oiya abis lulus lo mau lanjut dimana?" tanya naufal.


"emm gue pengen ke Ui (Universitas Indonesia), gue udah lama banget ngidamin bisa masuk Ui." timpal ku


"Lo bakal masuk kok, secara lo kan pinter"


"hmm ..., amiin gue harus lebih berusaha lagi buat dapetin beasiswa. tapi gue takut, saingan buat masuk Ui lewat jalur beasiswa itu bener-bener susah soalnya pasti banyak banget yang bakal daftar." ucap ku lagi.


"Gue yakin lo pasti bisa imutt! semangat!" ucap Naufal untuk meyakinkan.


"iya iya amin! eh tapi lo jadi mau ke Usa?" tanya ku.


"iya abis Un gue langsung pergi ke Usa" jawab Naufal lesu.


"Yahh bakal berkurang deh sahabat gue, em tapi lo udah nyatain ke Fina tentang perasaan lo? jangan sampe keduluan orang" ledek ku.


"Belum, rencana nya sebelum gue ke Usa gue bakal nyatain. apapun keputusannya gue bakal terima." timpal nya.


"Pasti iya. good luck deh, secara lo udah lama juga nyimpen perasaan lo ke Fina"


"Ada yang manggil nama gue nih" tiba-tiba Fina muncul.


"E eh lo ..., lo sejak kapan muncul?" tanya Naufal gugup.


"Lo ngapa gugup gitu? gue baru nyampe ini" ucap Fina.


"Huff syukur deh" Naufal melegakan nafas.


"Ha? maksudnya apasi?" Fina kebingungan.


"Emm engga, udah udah ayuk ke kelas bentar lagi ujian di mulai" aku mencoba mencairkan suasana supaya Fina tidak curiga.


"Eh iya yukk" timpal Naufal.


"Yaudah yuk" ucap Fina.


Naufal membalas dengan anggukan dan tangan yang membentuk kata terimakasih dan tak lupa juga senyuman yang selalu membuat para wanita meleleh tidak termasuk aku ya hehe.


Mereka pun segera masuk ke ruang ujian masing-masing untuk melaksanakan Ujian Nasional.


🍁🍁🍁


"Eh ..., Tif tunggu"


terlihat Chaca dan Ayna berlari-lari menuju ke arah ku sambil terengah-engah.


"Lo berdua kenapa?" tanya ku.


"Gue sama Ayna tadi dikejar sama pak satpam." ucap Chaca.


"Hah? kenapa?"


"Karena kita telat ****" sergah Ayna.


"Telat gimana? ini aja belum masuk kok" tanya ku lagi.


"Lo kayak gak tau aja si pak Tejo, satpam ganas itu." ucap Chaca


"Emang dia kenapa?" tanya ku dengan polos.


"Ay, lo bawa palu ga?" tanya Chaca.


"Buat apa?" tanya Ayna.


Terlihat wajah putih Chaca memerah seperti sedang menahan amarah.


"Iya buat apa? lagian ngapain si Ayna bawa palu,m mau ujian apa jadi kuli bangunan." ucap ku sambil menahan tawa.


"Oh, gue tau pasti si Chaca mau" belum selesai Ayna berbicara.


Chaca tidak bisa meredamkan amarahnya lagi.


"Buat ngegetok kepala lo berduaaaa!" teriak Chaca mulai gemash.


Kaburrrrr teriak Tifani dan Ayna.


"Mau kemana lo berdua, awas aja ya!" timpal Chaca geram.


tak lama bel pun berbunyi, mereka merasa lega bisa terlepas dari sergapan Chaca.


Huh untung aja langsung bel masuk, hahahaha tawa mereka berdua.


sesampai di ruang ujian, sesegera mereka menyiapkan alat-alat untuk melaksanakan Ujian.