Love and Hope

Love and Hope
Prolog



Rabu 08 April, tepatnya jam 10.30 waktu istirahat SMA N 01 Kebangsaan Raya, tampak seseorang wanita sedang duduk di pojokan kantin sedang membaca buku-buku pelajaran. ia terlihat sangat serius membacanya serta membolak-balikan buku-buku itu. terkadang ia juga sering mendengus kesal, entah apa yang sedang ia fikirkan.


ia salah satu siswa Sma Kebangsaan Raya yang beruntung bisa masuk di Sma ini, bagaimana tidak Sma Kebangsaan Raya adalah Sekolah yang paling terkenal di kota jakarta ini.


anak-anak yang bersekolah di sma ini sangat kebanyakan dari keluarga yang elit dan terpandang. sangat sedikit dari keluarga yang kurang mampu bisa masuk ke sekolah ini karena biaya sekolah yang sangatlah mahal. jika adapun pasti mereka mendaftar lewat jalur beasiswa.


Tapi beruntung sekali wanita yang bisa dikatakan tidak tau fashion ini justru malah banyak di sukai siswa laki-laki, tapi tidak sedikit yang membenci nya juga termasuk para kaum hawa karena iri, ia memang sederhana tetapi paras nya sungguh cantik dan imut, ia sering di panggil sebutan IMUT oleh kawan-kawannya.


bukan hanya parasnya saja yang membuat ketertarikan tetapi otak dan cara berfikirnya sangatlah cerdas, ia sangat cepat tanggap menangkap materi yang di jelaskan oleh guru. bagaimana mereka tidak kagum dengan gadis imut dan sederhana itu.


🍁🍁🍁


Namanya Tifani azzahra siwa semester akhir yang akan segera mendapati UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) bulan depan, ia sangat sibuk mempersiapkan materi-materi untuk UNBK nanti.


Ia terlahir dari keluarga pak Joni dan bu Sinta, Tifani juga memiliki 1 adik laki-laki yang bernama Reno efriansyah. Reno sekarang adalah murid kelas 3 Smp Cermilang yang akan segera memasuki bangku Sma.


Reno tidak seperti kakak nya Tifa, Reno sangat pemalas, yang ia fikirkan hanyalah game online bukannya sekolah, jika ia di nasehati ia pasti marah.


tetapi ia sangat menyayangi keluarga nya hanya saja karena kehidupan mereka tidak serba mencukupi, ia terkadang iri dengan kawan-kawan nya yang serba kecukupan. maka dari itu ia selalu emosi jika dinasehati karena ia merasa hidup itu tidak adil baginya.


"Kamu akan menyadarinya kelak kamu dewasa dek." perkataan yang selalu di lontarkan Tifa ketika menasehati adiknya.


setiap pulang sekolah Tifa selalu membantu ibu nya berjualan kue berkeliling jalan kaki.


setelah itu ketika malam ia selalu pergi ke toko buku untuk membersihkan sudut demi sudut, memang gajihnya tidak seberapa hanya 300-500 ribu perbulan dan uang itu selalu ia tabung untuk kepentingan ketika adiknya memasuki Sma. ia ingin Reno hanya fokus ke pendidikan nya dengan baik. ia tidak ingin masa depan adiknya kelam karena kondisi perekonomian keluarga.


🍁🍁🍁


Dulu hidup Tifa tidak begitu sulit seperti ini, Ayah Tifa dulu bekerja di perusahaan ternama di Jakarta sebagai Manager, tetapi ada kejadian dimana ayah nya harus di pecat karena di tuduh menggelapkan uang perusahaan.


waktu itu umur Tifa masih 5 tahun dan adiknya masih berumur 2 tahun. waktu berjalan begitu lama hampir 7 tahun ayahnya tinggal di balik jeruji besi di kantor polisi yang ada di jakarta, tinggal ibu nya yang membesarkan mereka dan tak kenal lelah, ibu nya sangat mencintai ayah nya. ibu tifa sangat sabar menunggu dan membesarkan Tifa dan Reno karena ibu sangat mempercayai ayah nya.


Setelah Tifa lulus Sd dan masuk bangku Smp, sesuatu yang di tunggu-tunggu adalah ketika ayah nya sudah di bebaskan dari jeruji besi itu. tak lama, ayah nya mencoba untuk melamar di perusahaan. namun, tidak satupun ada yang menerima ia karena kejadian kala itu.


Namun sekarang ayah Tifa hanya bekerja sebagai supir angkutan umum.


disitulah timbul pemikiran bahwa Tifa harus benar-benar bekerja keras. mungkin, ia bisa disebut terlalu muda untuk menanggung beban seberat ini. tetapi Tifa yakin ia bisa membahagiakan keluarga nya dan menuju titik ke suksesan itu.


Dan disinilah di mulai ceritanya.