
Selamat membaca teman-teman!
jangan lupa like, komen, vote serta favoritnya ya...
Enjoyy!
ππππ
Aku beruntung sekali bisa masuk Ui, bahkan tanpa tes. penghargaan yang diberikan Kepsek adalah Beasiswa untuk kuliah di Universitas Indonesia dan Kepsek juga tau bahwa aku sangat menginginkan masuk di kampus ternama ini.
Untuk pekerjaan aku juga sudah menjelaskan dengan Manager dan Manager dapat mengerti dan meng-iyakan. aku bekerja setelah pelajaran kampus ku selesai dan di tetapkan sebagai Delivery makanan dan mendapatkan pekerjaan tambahan untuk membersihkan restaurant. aku sangat senang dapat bekerja tetapi tidak menggangu kegiatan ku sehari hari.
Perjalanan ku dari rumah kekampus, memakan waktu berjam jam. jadi aku memutuskan untuk ngekos, tidak jauh dari tempat kerja dan kampus. masih bisa naik angukatan umum atau ojek online.
Ini hari pertama aku masuk kampus, ku lihat sekeliling.
Subahanallah sungguh megah dan indah kampus ini. aku tetap tidak menyangka bisa masuk kampus UI (Universitas Indonesia).
Aku memilih jurusan business and managemant. sesuai dengan ke pribadian dan yang aku sukai.
Anak-anak yang ada disekolah ini, kulihat sangat jarang membawa kendaraan beroda dua. kebanyakan membawa mobil, apalagi mobil-mobil mewah. tetapi aku tidak begitu mengharapkan nya ataupun merasa iri. yang aku harap hanya bisa lulus serta membahagiakan orang tua kelak sudah cukup buatku.
"Semangat Tifani, kamu harus bisa!" batinku.
Aku segera melajukan langkahku, untuk menemui sahabat-sahabatku.
Pasti mereka sudah menunggu, jika aku telat mereka akan mengomeliku seperti biasanya, huhh. keluhku. aku harus cepat-cepat mencari mereka, tetapi kampus ini terlalu besar tidak mudah mencarinya. lebih baik aku tanyakan saja mereka dimana.
Segera aku mengambil hp dan menghubungi mereka.
____________
Terlihat Ayna, chaca dan Fina yang sedari tadi menungguku. ya, kita sudah berjanji akan masuk kampus ini sama-sama. namun, Naufal tidak bisa. ia harus mengikuti keinginan ayah nya untuk kuliah di luar negri.
"Tifani ..., Tifanii" teriak mereka sambil melambai-lambaikan tangan.
"Em Tif lo lama bangetsih." timpal Fina, aku hanya nyengir kuda.
"Yaudah yuk mending kita masuk kelas." ucap Chaca.
"Yuk. tapi gue gak liat si Joni, Ay. tumben gak bareng juga." Tanya ku.
"Em Joni udah sama temen-temen cowo yang lain nya, mungkin dia sedikit canggung, karena Naufal juga tidak ada." Jawab Ayna.
"Eh iya ya. em ... btw gimana Fin lo sama Naufal?" goda ku sambil menyenggol kan bahuku ke Fina.
"Aaaa iya ..., gue seneng banget Tif, gue udah cerita sama semuanya tapi lo belum. jadi si Naufal nyatain perasaannya waktu gue nganter dia ke bandara. dia nitip hati gue supaya ga ngelirik cowo lain, ya secara kan kita kan Ldr entarnya. dia takut katanya, tapi gue lebih takut secara disana pasti banyak banget cewe cewe bule cantik tentunya." jelas Fina mengerucutkan bibirnya.
"Dasar bucin banget ih!" timpal Chaca.
"Apasih Ca, daripada lo sama Tifa jomblo akut, eh lebih tepatnya jokar jomblo karatan hahaha" sindir Fina.
"Kita ga jones ya Tif, hanya saja belum ada jodoh yang cocok." jawab Chaca dan membuat semuanya tertawa.
Kami segera menuju kelas masing masing.
Namun tiba-tiba brakkkkk, aku menabrak seseorang karena terlalu serius bercanda dengan mereka, ketika ku lihat ternyata ...
"Lo!!" ucap pria itu.