
πππ
_________________
Aku benar-benar terkejut, ternyata yang aku tabrak adalah pria dingin plus nyebelin dan ga ada sopan santunnya itu. ya, dia Bos di retaurant kemarin.
Aku menganga, kaget. "Kenapa dunia ini sempit tuhan. bahkan dia juga sekampus dengan aku!" timpal ku dalam hati.
"Lo! lo ga ada mata, iya!" sergah nya sambil membersihkan baju yang aku tabrak.
hei memangnya bajuku mempunyai virus. dasar! batinku kesal.
Apa yang harus aku katakan, bingung. "Eh maaf ..., maaf" ucap ku tanpa melihat raut mukanya.
"Bener-bener ga ada mata nih cewe! bahkan ia jelas-jelas salah, minta maaf malah ke tanah!" sergahnya lagi.
Sungguh geram rasanya! inginku memakannya tuhan!
"Woiii, lo kaga denger, ha ... yang di ucapin kawan gue!" timpal kawannya lagi.
Chaca, Fina dan Ayna bukannya membantu aku. mereka bahkan belum berkedip melihat pria cuek yang baru saja aku tabrak itu. dan bahkan mereka membelanya!
"Gue kan udah minta maaf!" sergah ku.
"Eh bocah, belagu banget ya, lo baru masuk kampus ini udah main ngelawan. ngegas lagi!" timpal temannya lagi.
Ya allah ribet bangetsih masalah kayak gini doang!
"Eh tunggu ... gue baru inget. lo itu pegawai baru yang telat di restaurant gue itu kan! haha ternyata lo di kampus ini juga," ucap pria dingin itu.
"Hah, lo kenal gadis ini Lex?" tanya temannya.
"Gue ga kenal, dia cuma pegawai baru restauran gue, belum aja kerja udah telat!"
Sakit rasanya mendengar perkataan itu. tetapi bagaimana lagi, jika aku menjawab pasti masalah akan timbul menjadi besar.
Sontak aku kaget dengar ucapan itu.
Chaca, Fina dan Ayna tidak tinggal diam mendengar semuanya. mereka langsung terhenti menatap pria yang mereka bilang "cakep" dan berbalik membelaku.
"Ehhhh, mulut lo gak bisa di jaga ya! lagi pula Tifani juga udah minta maaf, kalian aja yang lebay! lagi pula gak ada yang lecet ataupun memar kan." sergah Chaca.
Chaca memang yang paling bar-bar atau paling berani jika ada masalah seperti ini. apalagi jika menghina seseorang.
"Iyanih cowo kok kaya cewe, alay tau gak!" timpal Fina disertai anggukan oleh Ayna.
"Ehh, lo pada yang lebay!" ucap salah satu teman pria itu.
"Udah, lo pada diem! gue gak ada urusan sama kalian bertiga! gue ada urusan sama ni cewe! jadi gak usah ikut-ikutan, sok care lagi." ucap pria itu yang menunjuk padaku.
"Ehhh ..., asal lo tau. dia sahabat kita! jadi apapun masalahnya masalah kita juga. lo yang gak kenal dia gak usah banyak omong deh!" Timpal Chaca yang makin memanas.
"Lo," timpal pria itu, namun aku menghentikan pembicaraannya.
"Udah-udah! Cha, gue gak apa-apa. lagian ngapain kalian ngeladenin orang kaya mereka, gak ada guna." timpal ku dan mengajak mereka pergi.
"Hahh?? yakin lo! malah kita orang yang buang-buang waktu dengerin kalian ngoceh! dasar cewe pada ribet!" timpalnya.
"Ahh sudahlah, kita waras jadi mengalah saja. lagipula malu dilihat banyak orang, yuk pergi" timpal ku.
Kami tidak menghiraukan lagi pembicaraan mereka, aku mengajak sahabat ku untuk cepat-cepat pergi dari sana.
Tunggu saja pembalasan gue, lo udah mempermalukan gue di depan banyak orang! lihat apa yang bakal gue lakuin ke lo. batin pria itu.