
...pagi ini lika tampak berbeda.terlihat sekali kecanggungan dari tingkahnya."ayo sarapan nanti pada telat"kata pak wiguna."nanti anak² berangkat sama supir ya"kata dio."iya..."kata putra dan fian."kia yang cantik nanti bareng om dan mama ya berangkatnya".kata dio sambil membelai rambut kia yg ikal."baik om".sahut kia lucu."ehmmm....nggak usah repot² nanti saya dan kia bisa naik taksi.kamu kan gak searah sama kita".tolak lika dengan nada canggung."kamu harusnya sudah tau bahwa saya tidak menerima penolakan".sahut dio dengan senyum smirk nya...."ma...nanti pas pulang sekolah kita langsung pulang kerumah atau nungguin pak supir?"tanya putra."pulang ke....."kata² lika langsung dipotong oleh dio."tungguin supir aja...mulai hari ini kalian akan tinggal disini SELAMANYA".kata dio menekankan kata selamanya sambil menatap tajam lika yang tepat duduk disebelahnya."benarkah???wah...akhirnya ayah benar² senang.terima kasih nak lika."kata pak wiguna dengan sumringah."jadi kapan kalian akan menikah???"tanya pak wiguna dan membuat lika tersedak ditengah minum."hah!!!ni...ka...h???"kata lika kaget."iya...bukankah kalian sudah membicarakannya?"tanya pak wiguna.lika pun tampak panik dan terkejut.dia terlihat terus menatap wajah anak²nya."dio,,,inginnya secepatnya kalo bisa minggu depan....karena biar tidak terlalu menimbulkan fitnah...bagaimana lika?".tanya dio.lika masih tertegun.hatinya masih bimbang pikirannya masih berputar² tidak tentu arah."nak,,lika bagaimana?".kata pak wiguna mengejutkan lika yang memang tengah tertegun."hah!!maaf pak saya kurang dengar perkataan bapak tadi".kata lika dengan nada yang agak gagu."ayah tanya,,,kamu siapkan kalo minggu depan kita akad?".kata dio memperjelas pertanyaan ayahnya pada lika."hah!!!akad....ehhhh...bagaimana ya.ehmmm....bisakah memberi saya waktu untuk memikirkan semua ini."kata lika yang memang masih terkejut."jujur saya sangat terkejut dengan keputusan dio yang menurut saya terlalu cepat.dan memang betul kami sudah membicarakan ini.tapi....saya...merasa...tidak pantas...untuk dio...karena saya....punya 3 perut....3 kepala....dan 3 kepribadian yang harus dihadapi.dan menurut saya....itu takutnya....akan menjadi beban untuk dio nantinya....saya tidak mau anak² saya terluka ataupun sakit hati karena keputusan saya untuk berumah tangga lagi".kata lika dengan nada yang hampir menangis."bukankah sudah ku katakan ribuan kali...bahwa aku tidak akan keberatan dengan mereka.percayalah...aku akan memperlakukan mereka seperti anak kandung ku sendiri....tolong percayalah padaku lika".kata dio mencoba meyakinkan lika sembari memegang tangan lika."ma,,,,kita akan bahagia jika mama bahagia...putra rasa om dio orang yang baik dan kami pun begitu menyayangi kakek wiguna."kata putra mencoba meyakinkan lika.lika terharu mendengar perkataan anak sulungnya.betapa anak²nya sangat menyayanginya."bagaimana...bisakah kita melakukannya minggu depan".tanya pak wiguna.dengan airmata yang masih mengalir dipipinya lika menganggukan kepalanya."alhamdulillah"serempak ucapan syukur keluar dari mulut dio dan pak wiguna.dio spontan memeluk lika erat dan mengecup keningnya sambil mengucapkan"terima kasih"dio pun menghapus air mata dipipi lika dengan lembut.dio juga mencium pipi gembul kia dan berkata."mulai sekarang panggil papa dio ya...kia cantik".dibalas anggukan dari kia dan kia mengucapkannya dengan sangat fasih sekali."PAPA DIO".membuat lika semakin terharu.sudah lama sekali lika tidak mendengar kata tersebut terucap dari mulut anak²nya.bagaimana pun nantinya lika berharap ini adalah keputusan yang baik untuk masa depan anak²nya.semoga saja. ...