
...Beberapa hari telah berlalu dari kejadian dimeja makan itu.lika menjalankan aktivitas seperti biasanya.begitupun dengan dio,bekerja dan bekerja.namun ditempat lain pak wiguna nampak galau.dia terlihat mondar mandir tidak karuan di halaman belakang rumahnya."gimana caranya ya,,,manfaatin anak² aja kali ya...tapi kalo rencanaku gagal bisa² aku diamuk mereka".gumam pak wiguna bicara sendiri."aku coba telpon putra aja,,,kurasa dia bisa paham apa yang aku rencanakan nanti....ini pun juga untuk kebaikan dan kebahagian mereka".lanjut pak wiguna berbicara sendiri.kemudian pak wiguna menelpon putra dan menjelaskan rencananya.sesuai prediksinya putra ternyata paham apa yang diinginkan pak wiguna....
...lika terlihat sibuk memasak pesanan pelanggan.karena memang sudah masuk jam makan siang karyawan² kantoran.jadi restoran pun nampak ramai dan penuh dengan pelanggan yang ingin bersantap siang."lika,,,nanti setelah selesai jam kerja,,kamu temui saya dulu ya diruangan saya".kata pak budi."iya pak".kata lika menyahut....
...setelah hampir setengah harian berkutik didapur,tibalah waktu jam lika pulang kerja.namun sebelumnya dia mendatangi pak budi dahulu.tok tok tok..."assalamualaikum,,,pak bud.ini lika."kata lika sambil mengetuk pintu ruangan pak budi."ya lika masuklah".jawab pak budi dari dalam ruangannya.lika pun membuka pintu dan memasuki ruangan pak budi."maaf pak,,,ada apa ya...memanggil saya?".tanya lika pada pak budi."emh...ini neng....mas bos ingin bicara katanya".sahut pak budi sembari menunjukan seseorang yang ada dibalik sekat ruangannya."hah!!!!".sontak lika pun kaget melihat ada dio didalam ruangan tersebut."saya permisi dulu,,,neng lika,,,mas bos,,,nanti kalo sudah selesai bisa chat saya".kata pak budi yang kemudian berlalu meninggalkan lika dan dio.Namun setelah pak budi menutup pintu ruangannya lika pun berbalik ingin keluar juga.lika nampaknya tidak ingin bertemu dengan dio.secepat kilat dio menarik lengan lika agar lika tidak keluar dr ruangan tersebut.dio pun langsung mengunci ruangan itu agar lika tidak dapat keluar."maaf pak dio,,saya mau pulang sekarang kasian kia sudah menunggu lama.".kata lika ketus sembari menepis tangan dio dari lengannya."aku cuma butuh waktu 10 menit saja,,,tunggu sampai aku selesai bicara.setelah itu akan ku antar kamu pulang".jawab dio."baiklah saya mendengarkan sekarang,,,,tapi bisakah anda sedikit menjauh dari saya.karena saya kurang nyaman jika anda terlalu dekat."kata lika tegas."baiklah...."kata dio sambil memundurkan langkahnya."sekarang kamu dengarkan aku baik²,,,dan jangan membantah apa yang aku bicarakan....paham!!!"kata dio penuh penekanan."baiklah".kata lika yang masih tertunduk."ehmmm....tentang yang aku bicarakan beberapa waktu yang lalu...emmm....tentang....kita...pernikahan....aku serius...tapi,,,jika kamu belum yakin aku akan berusaha menyakinkanmu.kamu tinggal beritahu saja apa yang membuatmu tidak yakin denganku....dalam hidupku,,,aku tidak pernah melihat ayah segembira itu saat bermain² dengan anak²mu....aku ingin ayah selalu memiliki hari² yang gembira seperti saat dia bersama anak²mu.ayah merasa bahwa anak²mu adalah cucunya sendiri.dan itu membuatku menjadi merasa sangat tidak berguna sebagai anak satu²nya....alangkah lebih baik jika memang kita bisa menjadi 1 keluarga yang sungguhan".kata dio panjang lebar.lika terdiam sejenak sebelum akhirnya dia juga berbicara."...maaf sebelumnya....bukannya aku tidak yakin dengan kamu,,,tapi aku rasa aku bukan pilihan yang tepat untukmu.untuk masalah anak²,,aku tidak akan melarang pak wiguna untuk bertemu mereka.itu semua ku serahkan dengan anak² saja.dan untukmu....carilah gadis yang pantas untuk melahirkan keturunanmu..dan itu bukan aku. karena aku adalah seorang...."ucapan lika terhenti.lika terlihat menarik nafas panjang untuk melegakan hati dan perasaannya.namun belum saja lika melanjutkan kata²nya dio sudah memotong ucapannya."kenapa kamu merasa hina sekali menjadi janda....apakah status itu lebih buruk dari wanita malam!!!kata dio dengan sedikit amarah dimatanya."dio,,,,semenjak aku tau bahwa aku dtinggalkan karena wanita lain.aku jadi paham 1 hal.mungkin saja kesalahan tidak sepenuhnya ada pada ayahnya anak² tapi juga ada pada kekuranganku,jadi ku rasa aku memang bukan pilihan untuk hidupmu".kata lika tetap pada penolakannya."pantas dan tidaknya seorang wanita untukku cuma aku yang tau....aku maunya kamu dan hanya kamu saja.dan 1 hal yang harus kamu tau bahwa aku.....MANDUL..,,,,bagaimana menurutmu dengan kekuranganku.masih lebih burukkah dari statusmu?".tanya dio dengan sorot mata yang membara.lika nampak terkejut dengan kata² dio namun lika langsung mengalihkan ekspresi wajahnya.dia tidak mau dio tersinggung."itulah kenapa aku ingin menikahi mu.aku ingin ayah bahagia".ucap dio melemah.dio nampak sangat sedih ketika menyangkut kebahagian ayahnya yang tidak dapat diberikannya."aku juga ingin pak wiguna bahagia...tapi tidak harus dengan kita menikah...anak² bisa kapanpun menemani pak wiguna.tapi aku tidak bisa memaksakan hatimu untuk menerima ku hanya untuk kebahagian pak wiguna.karena nanti rumah tangga kita tidak akan bertahan lama.karena kita tidak punya tumpuannya yaitu cinta....maaf....bagiku jika nantinya aku menikah lagi aku ingin jadi yang terakhir....bagaimana mungkin ketika hatimu tidak meng inginkanku tapi terpaksa harus menerimaku...jangan korbankan kebahagianmu dio".kata lika."aku ingin tanya 1 hal padamu....sungguh kamu tidak punya rasa suka padaku???jujur saja..dari segi fisik dan penampilan aku adalah idaman para wanita".kata dio sambil selangkah demi selangkah mendekati lika dengan tatapan yang tajam."emmmm.....aku tidak pernah berpikir begitu....mungkin....untuk...beberapa momen...saja".kata lika nampak malu² karena dio menatapnya dengan tajam dan semakin dekat denganya.lika pun semakin memundurkan tubuhnya hingga menyentuh dinding ruangan karena dio tidak menghentikan langkahnya hingga jarak diantara mereka cuma tinggal beberapa senti saja."stop....hen...tikan,dio.aku tidak bisa bergerak".kata lika sambil menahan tubuh dio dengan tangannya."baiklah,,,,aku tidak akan maju lagi.tapi kita tidak akan bergerak.kita akan seperti ini saja bicaranya".kata dio sambil menahankan kedua tangannya kedinding dan mengunci lika dalam dekapannya."dio,,,kalo kita begini nanti dilihat pak budi.dia akan berpikir yang tidak²."kata lika sambil terus mendorong tubuh dio agar menjauh dari nya tapi percuma saja.dio tidak bergerak sedikitpun."jika kamu terus mendorongku,,,maka....aku..akan...menciummu".bisik dio ditelinga lika.yang membuat lika bergidik geli."ookkkeee....baa...iklah.".ucap lika terbata.lika pun menghentikan dorongannya pada dio. Dio mengangkat wajah lika yang tertunduk malu."dengarkan aku...mulai sekarang cobalah kenali diriku,jangan menghindari apalagi sampai melarikan diri....aku akan mengenali dirimu.masa perkenalan kita cuma 10 hari dari sekarang.setelah itu kita akan bicarakan lagi pernikahan kita".kata dio sambil menatap intens mata lika.perlahan dio mendekatkan wajahnya seperti ingin mencium bibir lika.lika pun nampak ketakutan,lika menundukkan kepalanya sambil memejamkan matanya.tidak bisa dibayangkannya jika dio sampai menyentuh bibirnya.namun ternyata ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataannya dio hanya mencium kening lika dan mulai melepaskan lika dari dekapannya.lika pun terlihat lega dan membuka matanya."jangan senang dulu,,,mungkin lain kali aku akan mencurinya ".kata dio sembari tersenyum licik."pak bud,,kemarilah kami sudah selesai."kata dio menelpon pak budi.pak budi pun memasuki ruangannya dari pintu samping yang dari tadi tidak diketahui lika."silahkan mas bos,,,diluar sedang tidak ada karyawan kok,,,mereka saya suruh berbelanja bahan dan membuang sampah.jadi mas bos bisa leluasa keluar bersama neng lika".kata pak budi dengan nada menggoda dio dan lika."oke pak bud saya pulang dulu".kata dio sambil berjalan.namun lika tidak beranjak dari tempatnya hingga akhirnya dio mengagetkannya."likaaa....ayo pulang.tadi kan saya sudah bilang kalo kita akan pulang bersama."kata dio."ma....af pak saya ti......dak bisa karena mau jemput kia dulu".kata lika grogi."lihat ini ayah baru saja kirim pesan kalo anak² ada dirumah,,,sudahlah jangan banyak membantah..".kata dio sambil menggandeng tangan lika.dan itu membuat pak budi tersenyum² sendiri."ehhh....ya udah saya pamit pak budi asaalamualaikum..."kata lika."walaikum salam,,,,😁😁😁😁...begitu rupanya kalo kulkas sedang jatuh cinta".kata pak budi sembari terkekeh ...