Lika

Lika
eps 15



...Tidak terasa sudah hampir 2 minggu lika dan anak² di tempat pak wiguna.sebenarnya dari seminggu yang lalu lika sudah ingin pulang.tapi karena insiden dikamar mandi yang membuat kaki lika keseleo pak wiguna pun belum mengijinkan."putra,,,gimana sekolahnya?"tanya pak wiguna pada putra."semuanya lancar kek".jawab putra sambil menghabiskan sarapannya."maaf pak,,,lika mau pamit hari ini."ucap lika pada pak wiguna."kamu mau kemana nak?"tanya pak wiguna."lika hari ini mau pulang,sekalian sama anak."kata lika.namun tanpa diduga dio yang juga ada sarapan bersama mereka langsung terkejut dan langsung terbatuk² karena keselek makanannya."PULANG!!!KENAPA???tanya dio yang masih terbatuk²."ini diminum dulu".kata lika sambil memberikan gelas berisi air."iya nak lika kenapa mau pulang??tanya pak wiguna juga."saya cuma mau pulang aja pak,karena saya udah baikan lukanya juga udah kering.dan saya rasa saya sudah bisa mengerjakan semuanya.saya tidak mau terlalu merepotkan.manalagi saya tidak enak sama orang² kalo saya masih dirumah ini padahal saya sudah sehat.saya tidak mau menimbulkan fitnah".kata lika menjelaskan."tidak ada yang akan menfitnah kamu lika,kalo kamu pulang saya akan kesepian tanpa anak².saya sudah terlanjur nyaman tinggal dengan anak².mereka pun juga sama.".kata pak wiguna mencoba membujuk lika."maaf pak saya harus pulang,alangkah tidak baik jika saya tetap tinggal padahal kita tidak punya hubungan darah,,,maaf bukan saya menyinggung".kata lika menolak dengan sopan."jika memang tentang hubungan masalahnya,,,,,baiklah kita buat saja hubungannya."kata dio enteng."maksudmu dio?"tanya pak wiguna."iya....kita buat hubungan ini menjadi sebuah keluarga."kata dio.namun pak wiguna dan lika belum juga mengerti maksud dio."maaf,saya sungguh tidak mengerti apa yang dio maksud,namun saya rasa menjadikan kami sebagai keluarga pak wiguna sangat tidak mungkin.tapi saya sungguh² berterima kasih dengan pak wiguna dan dio atas kebaikannya selama ini.saya tidak akan membatasi anak² untuk tetap berhubungan dengan pak wiguna.tapi saya yakin kami memang harus kembali kerumah kami.maaf".ujar lika."saya tidak suka ketika kamu keras kepala,,,kenapa menjadikannya tidak mungkin???kata dio dengan agak sedikit kesal."ayah,,,,dio ingin meminta ijin".kata dio terlihat serius."ijin??ijin apa dio?".kata pak wiguna heran."dio minta ijin untuk menikahi lika".kata dio menegaskan sontak saja kalimat itu membuat seluruh penghuni yang ada dimeja makan itu terkejut.terutama lika.dia tidak habis pikir akan mendengar perkataan itu dari mulut dio."NIKAH???ALHAMDULILLAH".sahut pak wiguna dengan semuringah.karena memang pak wiguna berniat menjodohkan dio dengan lika."maaf...saya sungguh² minta maaf.....Dio,,,tahukah kamu apa yang kamu katakan.kata itu tidak bisa sembarang kamu ucapkan.terlebih lagi kepada saya.saya tidak suka caramu menggunakan kata itu sebagai sebuah candaan....maaf saya permisi."kata lika langsung meninggalkan meja makan."ayo anak²...sekalian mama antar kesekolah".kata lika memanggil anak²nya.lika dan anak² pun berlalu meninggalkan dio dan pak wiguna.dio pun nampak terdiam dan pak wiguna nampak keheranan.pak wiguna pun bingung...benarkah yang diucapkan dio atau benarkah yang dimaksud lika."Dio,,,benarkah yang kamu ucapkan nak?" tanya pak wiguna membuyarkan lamunan dio yang sedari tadi menatap kepergian lika."ya...ayah....ada apa?".tanya dio yang tidak fokus dengan pertanyaan ayahnya."ayah tanya,,kamu beneran mau nikahin lika??jangan² kamu memang cuma bercanda....ayah gak suka kamu becandain hal seperti itu ke lika."kata pak wiguna."......ntahlah.dio juga bingung.dio gak ngerti perasaan dio kayak apa sekarang....kasian kah atau memang benar² cinta atau hanya sekedar tertarik karena penasaran....tapi yang jelas dio serius dengan perkataan dio tentang nikahin lika."kata dio terlihat serius."ayah yakin kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan hatimu sendiri."kata pak wiguna bijak."ya sudahlah yah...kita lanjutkan nanti saja tentang ini,dio ada meeting pagi.dio berangkat dulu.assalamualaikum..."kata dio meninggalkan meja makan."semoga saja kamu yakin dengan perasaanmu...karena ayah tahu alasan dibalik sikap jaga jarakmu dengan wanita...mungkin kamu rendah diri karena kekuranganmu itu nak".ucap pak wiguna nampak sedih.pagi ini sungguh kejadian yang luar biasa.dio yang nampak dingin dan cuek tiba² saja mengajak nikah lika.dan lika masih tetap tidak percaya ada seseorang yang akan menikahinya tanpa melihat statusnya seorang janda dengan 3 orang anak.lika tidak mau kalau dio ingin menikahinya hanya karena kasian saja....