
[dukung karya pertama saya ya reader....please like dan komennya....terima kasih😊😊😊😊😊😊]
...Setelah selesai mencuci rambut lika,dio menggendong lika dan mendudukkannya di tepi tempat tidur lika.."kaki mu baik² saja??".tanya dio pada lika."kayak tidak apa² tidak sakit."jawab lika berbohong.padahal sebenarnya dia sedang merasakan linu di bagian pergelangan kakinya."benarkah???tapi kelihatannya ada lebam dan mulai bengkak".kata dio sambil menunjukkan kearah pergelangan kaki lika."tidak apa² paling diolesi minyak urut juga udah baikan".kata lika."kalau begitu,cobalah berdiri.aku ingin lihat kamu berdiri jika memang kakimu tidak sakit".pinta dio."emmmm....baiklah aku akan berdiri dan berjalan didepanmu".kata lika tampak percaya diri.lika pun langsung berdiri dan ketika ingin melangkah lika hampir terjatuh.lika pun meringis kesakitan.namun dio langsung sigap menangkap lika dan menarik kepelukannya."awwww...."teriak lika."yang begini kamu bilang tidak apa²....aku heran mengapa kamu terlalu keras kepala".kata dio sambil menyentil lembut dahi lika."aku tidak bohong,,,tadi memang tidak begitu sakit...dan ntah kenapa sekarang terasa sakit sekali".kata lika sambil menundukkan wajahnya karena malu.dio pun kembali mendudukkan lika ditepi ranjangnya.dio duduk tepat di hadapan lika untuk melihat kaki lika yang nampaknya keseleo karena jatuh di kamar mandi tadi."bisakah aku minta tolong 1 hal??"tanya dio nampak serius sambil memijat pelan kaki lika."mmmm....ya katakanlah".kata lika yang merasa agak canggung karena dio memangku kakinya."jika nanti kamu merasa tidak mampu untuk berdiri sendiri berpeganglah pada seseorang yang mampu menopangmu...jika nanti kamu merasa lelah dengan aktivitasmu...istirahat....carilah bahu seseorang untuk bersandar...mencobalah berbagi dukamu dan lukamu pada seseorang.karena kamu bukan superwoman...kamu hanyalah seorang wanita,seorang ibu dan kamu mungkin akan menjadi takdir kebahagian untuk seseorang."kata dio yang berbicara panjang lebar tanpa menatap lika.dio hanya fokus kepada kaki lika.sampai akhirnya di akhir kalimatnya dio berkata."mungkin saja jika kamu mau percaya lagi rasa itu,,,maka rasa itu akan datang dengan cara yang lebih manis dari yang pernah kamu rasakan,,,, istirahatlah...nanti bibi akan antarkan sarapanmu".lanjut dio sembari meletakan kaki lika."sayangnya aku tidak begitu suka yang manis,,,karena akan berujung pahit".kata lika sambil tersenyum manis menatap dio."terserah kamu...".kata dio dan langsung meninggalkan lika didalam kamarnya."tu orang salah makan kali ya pas waktu sarapan...kok ngomongnya banyak...astaga...kok jadi horor gini ya".kata lika sambil mengangkat bahunya."tu cewek emang menguras emosi gue pagi²...gue udah ngomong panjang lebar...ehhh dia cuma ngomong gitu doang".gumam dio sambil marah²....
..."yah,dio berangkat kerja dulu.assalamualaikum".pamit dio kepada pak wiguna."oh..ya...walaikum salam.hati² dijalan nak".sahut pak wiguna yang memang sedang duduk ditaman depan rumahnya."beberapa hari ini dio agak berbeda.sejak lika dan anak² dirumah.dia juga sering dirumah.dia juga sering bermain dengan anak².bahkan dia adalah orang yang selalu mengingatkan lika untuk minum obat.apakah dio...???ahhh...lebih baik nanti ku tanyakan langsung saja padanya".gumam pak wiguna....
...Meeting telah selesai.dio pun nampak bersiap untuk pulang.namun sebelum dio pulang daren datang menghampirinya."hai...bro boss...loe mau kemana???udah mau pulang ya...baru juga jam 2 an,,masa langsung pulang".tanya daren yang melihat dio bersiap."iya..gue mau pulang".jawab dio singkat."loe ngapain pulang cepat...kayak ada yang nungguin aja...biasanya juga loe telat²in pulang kerumahnya."kata daren menggodanya."loe berisik...awas gue mau lewat".kata dio sambil menggeser tubuh daren yang berada tepat didepannya."astaga....dio!!loe ngejar apaan sih dirumah."teriak daren."tu orang makin tua makin aneh...efek jomblo akut tu gak bagus rupanya...hhaaaddeeehhh...."gumam daren yang ditinggalkan dio....
...sesampainya dirumah.dio nampak bergegas memasuki rumahnya.seperti seseorang yang kerinduan dengan pasangannya.namun ketika dio membuka pintu nampak seseorang berlari kearahnya."oommmm....dio...."teriak seorang gadis kecil sambil berlari.ternyata kia telah menunggu kehadiran dio dari tadi.rupanya dio mempunyai janji dengan kia akan membantu kia merangkai rumah²an untuk boneka barbienya.karena semalam kia menangis merengek dikamar ibunya,dia merengek pada ibunya agar ibunya mau membantunya.tapi ibunya tidak bisa karena tangannya belum pulih betul.dan kebetulan dio tengah berada dikamarnya dan mendengar tangisan kia.dio pun menghampiri kia pas waktu kia keluar dari kamar ibunya dio berjanji akan membantunya hari ini setelah pulang kantor."haiii kia cantik...."kata dio sambil merentangkan tangannya.seketika kia datang padanya dan memeluknya.sungguh pemandangan yang luar biasa.terlihat seperti seorang ayah dan putrinya."om...kita jadikan bikin rumahnya".tanya kia dengan suara centilnya."jadi dong,,makanya om pulang cepat.biar bisa bantuin kamu".kata dio sambil menyentil hidung kia."tapi om ganti baju dulu,baru setelah itu kita bikin ya".kata dio sambil menggendong kia."oke om..kalo gitu kia siapin barang²nya dulu ya".kata kia dan dia pun turun dari gendongan dio.kia berlari menuju tempat dia menyimpan barang² mainannya.dari kejauhan nampak pak wiguna memperhatikan tingkah anaknya yang tidak biasa.dia tidak pernah melihat sikap lembut dio.mungkin karena memang tidak pernah ada anak kecil yang mendekatinya. dan baru kia lah yang berani mendekatinya.namun selain pak wiguna,,,dari kejauhan juga lika sedang memperhatikan tingkah putri semata wayangnya.tanpa disadari lika meneteskan air matanya."kasian malaikat kecil itu,,,yang seharusnya dilimpahi kasih sayang ayahnya namun tidak ia dapatkan di usia yang begitu belia.berbahagilah nak sama seperti saat ini hingga nanti".gumam lika dalam hati....