Lika

Lika
eps 9 MAKAN MALAM



...beberapa saat sebelum mereka mulai menyantap makannya.terdengar bunyi deru mobil digarasi rumah pak wiguna."assalamualaikum,yah".seseorang masuk dan memberi salam pada pak wiguna.sepontan orang² dimeja makan memberi sahutan salam bersamaan."walaikum salam"sahut mereka serempak."astaga...."Dio pun terkaget melihat lika dan anak² ada dirumahnya dan sedang duduk rapi dimeja makan."kok kamu kaget nak,,,ayo sini makan bareng".ajak pak wiguna."assalamualaikum om".sahut seseorang dibelakang Dio yang tak lain adalah daren."walaikum salam nak daren,,,ayo sekalian makan malam.hari ini makanannya banyak banget lebih dari cukup untuk kita semua,,,ayo Dio,Daren duduk".kata pak wiguna."waaahhhhh,,,,rame ya om".telisik daren."iya,,,om sengaja ngundang mereka...nanti habis makan om kenalin sama kamu."sahut pak wiguna."sekarang ayo kita makan dulu"lanjut pak wiguna.mereka pun menyantap makanan mereka masing².tidak ada kata yang terdengar di meja makan selain suara piring dan kawan²nya.😁.jangan tanya bagaimana lagi ekspresi lika pas waktu dio dan daren datang.kalo bisa dia udah lari dari meja makan itu.😂😂😂....


...setelah beberapa saat mereka selesai makan dan sedang berkumpul di ruang tamu."nak lika,ini kenalkan nak daren sahabatnya dio.udah kayak anak sendiri".kata pak wiguna memperkenalkan lika pada daren."kenalkan saya daren".kata daren sembari mengulurkan tangannya."lika,,,dan ini anak² saya...putra,fian dan kia".sahut lika menyambut tangan daren sambil memperkenalkan anak²nya."maaf pak,udah malam sebaiknya kami pulang sekarang saja",kata lika ingin berpamitan."oh...iya saya jadi lupa waktu....nanti lain kali main kesini lagi ya cucu² kakek yang ganteng dan cantik".sambil mengelus² kepala anak² lika."saya permisi sekarang...assalamualaikum".pamit lika."tunggu....nak lika...biar dio saja yang antar.karena udah malam jadi pasti sulit mencari taksi".usul pak wiguna."ayah....!...kok dio sih.dio capek baru juga pulang."bantah dio dengan wajah yang sangat mengesalkan untuk dilihat lika."dio,,,,ko kamu gitu...kasian kan lika sama anak².harus jalan buat cari taksi".paksa pak wiguna."gimana kalo daren aja om yang antar....nggak pa² kn lika??"modus daren yang memang sedari tadi memperhatikan lika."gimana lika mau ya".kata pak wiguna."mau ya ma...fian udah capek juga ni".pujuk fian pada mama nya."kalo tidak merepotkan mas daren saya tidak keberatan."sahut lika menyetujui.walaupun sebenarnya dia tidak mau,tapi melihat wajah anak² yang memang kelelahan jadi terpaksa dia menyetujuinya. bagi lika anak² lebih penting dari apapun bahkan dari nyawanya sekalipun.hidupnya hanya tentang anak²nya,,sampai² dia tidak pernah memikirkan apalagi berkeingin untuk menikah lagi.menurutnya itu adalah sebuah hal yang mustahil.tidak ada didunia ini yang mau menerima seorang janda beranak 3.bahkan seringkali lika minder didekat laki².dia selalu mengingatkan kepada dirinya bahwa tidak ada lagi cinta seperti itu.menurutnya tidak ada seorang laki² yang mau menafkahi anak yang bukan anaknya. rasa sakit kala itu tidak pernah hilang dari ingatannya.bahkan ketika dia melihat adegan rumah tangga yang bahagia didalam drama dia akan menangis sejadi²nya.dia akan selalu meminta maaf kepada anak²nya karena belum bisa memberikan keluarga yang memang sebenarnya keluarga.namun sebisa mungkin lika akan selalu tersenyum didepan anak²nya walau sesakit apapun hatinya....


...dilain tempat...."bro,,,loe kok gak cerita kalo ada kenalan cewek cantik". daren men chat Dio."bukan kenalan gue,,tapi bokap.loe suka ngasal kalo ngomong".balas dio."jangan² janda yang loe bahas tadi pagi itu,,,lika ya".tanya daren lagi."loe kepo yak...kayak emak² arisan tau gak....udah ah.gue capek.gue mau istirahat..bye!!!".balas dio."ya udah kalo loe gak ngaku.jadi amankan kalo gue pepet,,,,loe kayaknya gak tertarik ama janda.kalo gue sih gak bakalan nolak.mau janda atau gadis sama aja.selagi masih sama² wanita gue sih gak masalah" balas daren lagi."SERAH LOE!!!jawab dio....