
... Pagi ini semua nampak sibuk disebuah ruangan VIP sebuah rumah sakit.terlihat anak² lika duduk disamping tempat tidur ibunya.si kecil nampak sedih sekali melihat kondisi ibunya.karena kemungkinan dia tidak dapat leyeh² pada ibunya untuk sementara waktu.dalam ruangan tersebut nampak pak wiguna dan daren juga hadir.tibet pun juga sudah berada disana.raut wajahnya masih tidak percaya bahwa yang dibentaknya kemaren adalah asisten bosnya sekalian seorang manager dikantornya."ntar kalo udah sampai rumah..loe harus jelasin semuanya".bisik tibet pada lika."iya iya..gue bakal cerita in semuanya...biar loe puas."balas lika dengan berbisik juga.tibet nampak tersenyum puas dengan jawaban lika.tiba² seorang dokter datang."hari ini bu lika udah boleh pulang,,,jangan lupa resep yang tadi saya kasih diminum ya.dan untuk sementara waktu bu lika tidak bisa beraktivitas seperti biasa.karena luka jahitan dikaki dan tangannya belum kering."jelas dokter tersebut."tapi..maaf dok,,,kita belum menerima resep yang dokter bilang tadi".kata daren."benarkah....,tadi seorang pria mengaku suami bu lika datang keruangan saya untuk menanyakan kondisi bu lika dan sekalian saya resepkan obat plus vitamin untuk bu lika".jawab dokter tersebut.tiba-tiba saja seorang pria muncul dari balik pintu sambil membawa sekantong obat²n dan vitamin."nih,,,vitamin sama obatnya udah gue beresin...sekarang tinggal pulang aja."kata dio dengan wajah datar sambil menarik sebuah kursi roda untuk membantu lika nanti.semua orang langsung menatap dio.namun yang di tatap tidak ada respon sama sekali."nah...ini dia suami bu lika nya".ucap dokter tersebut."ya sudah saya permisi sekarang".lanjut dokter tersebut dan meninggalkan ruangan lika."terima kasih dok".sahut dio sembari menjabat tangan dokter tersebut.semua orang diruangan itu nampak bingung dan juga heran dengan sikap dio.ntah apa yang membuatnya berubah seperti ini."dio,,,ayah gak tau kalo kamu mau kerumah sakit juga."tanya pak wiguna."dio juga gak tau kalo ayah mau kerumah sakit".jawab dio datar."dan kamu...tibet.kok kamu ada disini.???tanya dio."sa...ya.. temannya lika pak".sahut tibet terbata.tibet masih belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi diruangan ini.dan yang lebih mengejutkan tibet tiba² saja bos nya menggendong lika dan meletakkannya di kursi roda."apa kalian masih mau tetap disini??"tanya dio sekali lagi dengan wajah datarnya."Kia,,,mau jalan sendiri atau om gendong".tanya dio lembut pada gadis kecil itu."emmmm,,,digendong aja".jawabnya imut.karena memang sebenarnya Kia sudah mengenal dio pas waktu makan malam dirumah pak wiguna semalam. jadi membuatnya tidak terlalu takut pada dio."ya sudah...ayo kemari".ajak dio dan dio pun menggendong Kia dengan 1 tangan dan tangan 1 nya mendorong kursi roda lika. Lika dan yang lainnya masih nampak kaget serta aneh dengan sikap dio. terutama tibet yang tidak tahu sama sekali dengan apa yang terjadi.mengapa para bosnya bisa mengenal sahabatnya....
...sesampainya dirumah lika,,dio masih nampak menggendong sikecil namun lika sudah didorong oleh tibet.sekilas terlihat dio bercengkrama dengan kia.mengajaknya bercanda,mencubit pipinya bahkan memberi kecupan manis dipipi tembem kia.(waaahhh.....apa ini miskah!!!😁😁😁😁)."nak lika,,,apakah tidak apa² kamu dirumah sendirian.anak² belum bisa merawatmu.kasian putra jika harus mengurus adik²nya dan kamu".khawatir pak wiguna."tidak apa² pak,nanti juga ada tibet yang bantu.saya juga sebenarnya bisa kok jalan."sahut lika."tibetkan juga harus kerja,gak mungkin ada 24 jam bareng kamu".kata pak wiguna masih khawatir."bagaimana sebaiknya kamu tinggal dirumah kami saja,untuk sementara waktu.sampai luka mu membaik".usul pak wiguna."tidak usah pak,saya tidak mau merepotkan.yang begini saja saya sudah banyak² terima kasih".ucap lika menolak ajakan pak wiguna."pikirkanlah nak,,,,kasian anak²mu gak ada yang urus."pinta pak wiguna.lika menatap wajah anak²nya yang nampak letih karena harus bermalam di rumah sakit."sudah...tidak usah banyak diskusi lagi,,,kamu ikut kerumah kami aja,,saya tidak mau ada penolakan lagi".tegas dio."tibet tolong bantu siapkan barang² lika sama anak²."perintahnya pada tibet."i...i...yaa pak".jawab tibet gugup.tibet masih bingung dengan sikap bos nya yang terkenal dingin namun sekarang berubah seperti ini."mungkin dia punya 2 kepribadian".guman tibet dalam hati.setelah beberapa saat tibet dan putra selesai mengemasi barang² yang akan dibawa kerumah pak wiguna "sudah selesai pak."kata tibet pada dio."ehmmm"dibalas anggukan oleh dio."bro loe kekantor aja,gantiin gue.biar disini gue yang urus."kata dio menyuruh daren balik kekantor."oh...ya..oke".jawab daren .padahal daren tidak mau meninggalkan lika.tapi dia juga tidak bisa membantah perintah dio yang notabene nya adalah bosnya."ya sudah ayo kita berangkat sekarang...biar nak lika bisa istirahat."kata pak wiguna.mereka pun meluncur kerumah pak wiguna....