Lika

Lika
eps 17



..........hari ini menurut lika adalah hari yang sangat mengejutkan.bahkan lika masih belum bisa mempercayainya.lika lebih banyak diam dan melamun ketika ditempat pak wiguna. banyak hal yang dipikirkannya hingga melampaui ekspektasi dalam hidupnya."mama,,,boleh gak kita nginep?".tanya fian pada lika.namun lika masih diam."mama....boleh gak?"tanya fian lagi sambil menggoyang²kan tangan lika."hah...apa fian?".lika terkejut ketika fian menggoyangkan tangannya."fian ngomong mama kok gak fokus sih....mama gak mau ya...mama masih marah ya?"tanya fian.namun malah membuat lika bingung."fian...kamu tu ngomong apa an sih...mama gak ngerti."tanya lika yang nampak masih bingung."mama...fian tadi nanya...boleh gak kita nginep disini...kan udah malam juga.dan diluar juga hujan deras."kata fian."astaga...fian.kita kok sampai lupa waktu.abang sama dedek mana?"tanya lika."abang lagi main game sama om dio,,sedangkan dedek kia udah tidur di kamar. jadi fian disuruh kakek buat bilang sama mama buat nginep aja.kasian kalo harus ngebanguni dedek."kata fian menjelaskan ke mamanya.lika tampak menarik nafas panjang.kejadian hari ini sangat mengganggu pikirannya."baiklah...terserah saja.kalo mau kalian gitu mama ikut aja.tapi besok habis subuh kita lagsung pulang ya..kan kalian harus sekolah."kata lika menyetujui."mama...kan tadi sore abang juga udah bilang sekolah libur 3 hari karena ada acara para guru...kok mama lupa lagi.kurang minum aqua nih mama..."goda fian."oh..iya ya..mama lupa.maklum dah tua.biar minum 3 galon aqua juga kalo lupa ya lupa aja..fian..."kata lika sambil mengacak² rambut putra ke 2 nya itu."mama iihhh....nanti jadi jelek".kata fian sambil merapikan rambutnya kembali."udah ah...fian mau kekamar aja.udah ngantuk.adem² gini mending selimutan....malam mama".kata fian meninggalkan mama nya....


...lika masih belum beranjak dari tempat duduknya.dia begitu betah menatap tetesan² air hujan yang begitu deras.bahkan disertai petir yang menggelegar.namun seolah² lika menikmatinya.entah mungkin karena hatinya masih bingung ataukah lika memang suka bunyi petir.😁. tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 22.30 malam. tidak terdengar lagi suara putra bermain game.mungkin anak² sudah tidur,karena memang sudah hampir tengah malam.dan hujan juga belum reda.angin pun kian kencang berhembus.membuat tubuh lika merasa kedinginan.dan membuat lika ingin beranjak dari tempat duduknya.nampaknya hawa dingin mengalahkan semua risalah hatinya."brrrrr.....dingin banget hawanya...mana anginnya tambah kencang lagi...mending aku kekamar aja deh selimutan.".kata lika sembari berdiri dan ingin berjalan menuju kekamarnya.namun tiba² saja listrik padam seluruh ruang tamu dan dapur gelap gulita.lika pun terkejut dan tidak sengaja kakinya menabrak kaki meja dan membuat dia tersungkur."aduh...."rintih lika."hp gue jatuh dimana ya".kata lika sambil meraba² disekitar lantai dekat dia terjatuh."ya allah gelap banget....mana kaki gue sakit lagi."gerutu lika.lika mencoba berdiri meski kakinya masih terasa sakit.dengan terpincang² lika menyusuri ruang tamu untuk menuju ke kamarnya...yang sialnya ada dilantai 2."gimana gue naiknya ya...mana tu hp pake acara hilang lagi....bisa guling² gue ditangga...huuffh...udah jatuh tertimpa tangga ni gue".keluh lika dengan kesal.karena lika memang tidak bisa minta tolong dengan art dirumah pak wiguna.lika gak mau ganggu waktu istirahat mereka.namun hal mengejutkan terjadi,baru saja 5 anak tangga yang lika naiki kakinya tergelincir dan hampir saja jatuh.untung ada tangan sigap yang menangkap tubuh lika dan menarik tubuh lika langsung kepelukannya...kalo tidak remuklah kaki lika."astafirullah...."kata lika yang terkejut karena ada sepasang tangan yang menariknya."ini saya dio,,,kamu kira saya hantu!!"kata dio.yang ternyata adalah orang yang menolong lika."kamu udah malam gini kenapa masih disini...udah tau mati lampu kok kamu malah kelayapan dan gak bawa senter...hp kamu mana?"tanya dio nyerocos."maaf..."kata lika sambil memundurkan langkahnya ingin menghindar dari dekapan dio.namun hampir saja dia terjatuh lagi.dan tangan dio dengan sigap menariknya kembali dalam dekapannya."kamu!!!jangan jauh² dari saya.nanti kamu jatuh lagi".kata dio kesal."maaf...aku hanya merasa tidak nyaman dengan posisi ini".kata lika sambil menundukkan wajahnya."biasakanlah...mulai hari ini...biasakanlah tubuhmu menerima sentuhanku..."bisik dio di samping telinga lika yang membuat lika merinding disko.😁😁😁....


...setelah beberapa saat menyusuri gelapnya malam.sampailah mereka berdua di depan kamar lika.yang memang bersebelahan dengan kamar dio."kamarmu masih gelap karena memang belum ada lampu emergencynya....sebelumnya tidak pernah ada yang menghuninya jadi kamarnya tidak diberi lampu emergency...bagaimana kalo kamu memakai kamarku saja.disana ada lampu emergencynya".kata dio menyarankan.karena memang sebenarnya lika tidak bisa tidur jika tidak ada cahaya."tidak apa²....aku disini saja.nanti kamu tidak bisa istirahat jika aku tidur dikamarmu."kata lika menolak."jangan keras kepala...aku tidak suka".kata dio sambil berjalan menuju kekamarnya."jadi untuk apa kamu bertanya..."ucap lika kesal."cepat buka pintunya".perintah dio.kreeekkk...pintu kamar dio terbuka.nampak cahaya terang memenuhi ruang tersebut.kamar bernuansa abu² cream nampak rapih.lika nampak kagum dengan keadaan kamar dio yang rapih dan terlihat nyaman.dio membaringkan lika ditempat tidurnya."aku akan memeriksa kakimu dulu.takutnya terkilir lagi".kata dio.namun dio terkejut melihat lutut lika berdarah."ini kenapa?"tanya dio."oh..itu..tadi aku kesandung kaki meja diruang tamu pas listrik padam.dan hp ku pun entah terlempar kemana menghilang begitu saja."kata lika menjelaskan."ya sudah...kamu tunggu disini jangan kemana² aku ambil obat dulu."kata dio.dio menuju kesebuah laci kecil dilemarinya.dikeluarkannya sebuah kotak p3k miliknya dan meletaknya ditepi ranjang."tahanlah sebentar ini akan terasa sedikit perih".kata dio."tidak apa² aku bisa tahan kok".kata lika...."awww...".rintih lika kesakitan."kamu tu ya...jangan sok tegar didepan ku...kalo sakit bilang sakit,kalo marah bilang marah dan kalo kamu lelah datanglah padaku...bahuku selalu siap untuk sandaranmu kapanpun."kata dio sambil menatap lika dengan tatapan yang intens.lika terlihat grogi dengan tatapan tajam dari dio."berhenti menatapku seperti itu....percayalah...kamu hampir membuatku percaya dengan romansa drama korea".ucap lika sambil tersenyum."terima kasih telah menolongku...sebaik kita istirahat sekarang..dan maaf aku telah mengganggu tempat istirahatmu..."kata lika yang masih salting karena dio masih saja menatapnya...."baiklah...lebih baik kita istirahat sekarang".kata dio yang mulai beranjak dari tempat duduknya.namun dio tidak keluar malah mengunci pintu kamarnya."ya!!!kamu gila!!!mengapa kamu tidak keluar dan malah mengunci pintunya??"tanya lika dengan nada sedikit berteriak."hey!!!diamlah...suaramu bisa membangunkan anak²."ucap dio sambil mengisyaratkan lika untuk diam."kamu sudah gila ya...mengapa kamu mngunci pintunya....jangan macam² dio".kata lika tegas.namun dio malah berjalan medekatinya dan duduk disamping lika.perlahan dio mendekatkan wajahnya."dio...kamu mau apa".ucap lika marah...tangan lika pun mencoba menahan dio.namun tangan mungil lika tidak ada apa² dengan tangan kekar dio yang berhasil menahannya."diamlah...jika kamu tidak diam...maka aku membungkam mulut mungilmu dengan bibirku".kata dio yang semakin mendekat ke wajah lika.lika yang ketakutan dengan tindakan dio hanya bisa menutup matanya pasrah...cup....satu kecupan mendarat dikening lika.dan itu membuat lika terkejut serta membuka matanya.nafasnya yang tertahan kembali berhembus.ada rasa lega diwajah lika.karena sesuatu yang dipikirkannya tidak terjadi."lainkali...jangan berburuk sangka dulu terhadap seseorang.lebih baik dengarkan dulu.baru dinilai...kebiasaan".kata dio sambil melepaskan pegangannya pada tangan mungil lika dan menyentil lembut kening lika yang telah diberinya 1 kecupan selamat tidur.lika nampak malu sekaligus lega hanya mampu menunduk dan diam tanpa suara."aku akan tidur disebelah...sengaja ku kunci pintu itu untuk mu....kamu lupa bahwa kamar kita punya pintu pembatas...sudahlah...lebih baik kita tidur sekarang...selamat malam..."kata dio sembari meninggalkan lika yang masih terdiam.😁😁😁😂...