Lika

Lika
eps 11 RUMAH SAKIT



...Setelah beberapa saat sampailah Dio disebuah rumah sakit.buru² dio menggendong lika sambil berlari dan berteriak kepada petugas disana."tolong...cepat bantu saya.keadaannya darurat".teriak dio."mari pak silahkan naikkan pasiennya keatas ranjang ini.biar kami tangani".kata seorang perawat.lika pun segera ditangani oleh dokter rumah sakit."maaf...pak.anda keluarga korban??"tanya seorang perawat pada dio."oh...bukan saya atasannya".kata dio."bisa minta tolong hubungi keluarganya pak,,,biar kita jelaskan kondisinya".kata seorang perawat tersebut."...ehmmm...oke.tunggu sebentar".jawab dio nampak cemas karena dia tidak tau apa² tentang lika dan keluarga nya.dia bingung siapa yang harus dihubungi saat ini.akhirnya dia menghubungi ayahnya dan daren untuk meminta bantuan."gimana pak,sudah dihubungi keluarga nya?"tanya seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang igd."sudah dok,sebentar lagi sampai...tapi maaf sebelumnya.bagaimana kondisi karyawan saya".tanya dio cemas."pasien tersebut deman tinggi dan kecapek an.mungkin terlalu lelah sehingga membuatnya tidak sadarkan diri."kata dokter menjelaskan."tapi maaf pak...boleh saya bertanya.kenapa dikaki dan tangannya banyak pecahan kaca?"tanya sang dokter."oh...itu dok..dia jatuh menimpah pecahan gelas yang di jatuhkannya sendiri.saya juga kaget".jawab dio kikuk."ya sudah saya masuk dulu pak,,,permisi".kata dokter tersebut.tidak.berapa lama pak wiguna dan daren sampai dirumah sakit."apa yang terjadi dio???kenapa lika bisa masuk rumah sakit??kamu jangan aneh2 dio".serang pak wiguna pada dio."sabar om..kita dengarkan dulu penjelasan dio".kata daren menenangkan pak wiguna. dio pun sudah nampak semerawut penampilannya dari yang rapi menjadi acak²an.dia terus saja mengacak² rambutnya."dio juga gak tau yah...tiba² saja dia jatuh dan menimpa semua pecahan gelas itu".kata dio menjelaskan."pecahan gelas??? maksud loe??"tanya daren. dio pun menjelaskan apa yang telah terjadi di restoran tadi hingga membuat lika masuk rumah sakit."dio,kamu keterlaluan,kenapa kamu harus teriak sih...sudah tau lika sakit malah kamu bentak".omel pak wiguna pada dio.saat mereka tengah berdebat seorang dokter keluar dari ruangan igd tersebut."maaf...bisa bicara dengan keluarga pasien??"tanya dokter."oh..iya dok,saya."sahut daren."maaf....hubungan anda sama pasien apa pak?"tanya seorang perawat yang ada disamping dokter tersebut."sa.....saya...pacarnya".jawab daren gagu."oh...mari silahkan ikut keruangan saya".kata dokter tersebut.daren pun mengikuti dokter sampai keruangannya."kalo sampai kenapa² sama lika kamu harus tanggung jawab dio...ayah gak mau tau.kasian anak² kalo tau ibunya begini.pasti Kia akan sedih."kata pak wiguna menyalahkan dio.daren pun keluar dari ruangan dokter dan menghampiri dio dan ayahnya."gimana daren kondisinya lika".tanya pak wiguna."kata dokter,lika mendapat beberapa jahitan ditangan dan kakinya.dokter menyarankan untuk menginap semalam disini.sampai deman lika membaik.sekarang lika akan dipindahkan keruang rawat..om".kata daren menjelaskan."anak itu..sungguh bekerja keras.sampai² kesehatannya saja tidak dihiraukannya."kata pak wiguna."ya udah yah..dio balik dulu kekantor.disini juga udah ada daren yang nungguin".kata dio sembari berdiri dari tempat duduknya."ehhhh....kamu seenak jidat mu aja meninggalkan tanggung jawab.selanjutnya lika gimana".kata pak wiguna dengan nada kesal terhadap sikap dio yang tidak perduli."dio akan bayar semua tagihannya dan dio juga akan kasih kompensasi atas kecelakaan ini.nanti dio kasih gajihnya 2 kali lipat....udahkan".jawab dio."kamu tu yaa...memangnya ini masalah uang..ini masalah tanggung jawab dio."kata pak wiguna."udah om gak pa²...kalo emang dio mau kekantor juga gak pa².biar saya disini...."kata daren."bro,,,gue izin ya".lanjut daren sambil menepuk bahu dio.namun di tepis oleh dio.ntah kenapa dio terlihat kesal sekali dengan daren."TERSERAH LOE".jawab dio ketus dan langsung pergi begitu saja meninggalkan daren dan ayahnya."dio gak pernah bisa berubah,,,sikapnya memang keterlaluan".ujar pak wiguna geram."gak apa² om...om.istirahat aja dulu.biar daren yang urus".ujar daren menenangkan pak wiguna."kalian berteman sudah cukup lama,saya heran kenapa dio tidak bisa belajar dari kamu sih...menurut saya umur bukan masalah dalam hal bersikap bijak." kata pak wiguna yang masih kesal terhadap sikap dio.daren pun hanya bisa tersenyum....


...dalam sebuah ruangan VIP nampak lika tengah berbaring belum sadarkan diri.dan daren masih setia menunggu sampai lika sadar.namun lamunannya buyar ketika handphone lika berdering.drrttt....drrttt...ddrrtttt...daren mengambil tas yang ada diatas nakas samping tempat tidur.karyawan restoran baru saja mengantarkan tas tersebut.daren mengeluarkan handphone lika dari dalam tas dan melihat kelayar handphone tersebut."TIBET".gumam daren.meskipun awalnya ragu² daren akhirnya mengangkat telpon tersebut."likaaaa....loe dimana???gak biasanya loe pulang telat.sekarang gue dirumah elo bareng anak².soalnya tadi putra nelpon gue bilang kalo loe belum pulang dan gak bisa dihubungi".cerosos tibet tanpa tau siapa yang mengangkat telpon lika."emmmhhh....maaf mba saya daren temannya lika".kata daren perlahan."....what!!!! ni siapa ya...setau saya lika gak punya teman laki².apalagi namanya daren.mirip² nama asistennya bos.".cerosos tibet lagi."trus...lika nya mana....jangan²!!!eh..loe apain temen gue.awas aja ya kalo temen gue kenapa²."serang tibet bertubi² tanpa memberi daren kesempatan untuk menjelaskan."maaf mba...boleh saya bicara sekarang..."sahut daren mulai kesal."ya..silahkan!!!"jawab tibet ketus."lika sekarang sedang dirumah sakit karena tadi pagi dia pingsan di resto.kalo bisa mba tolong bawa anak² kesini sekarang".jawab daren.tibet pun buru² membawa anak² kerumah sakit untuk bertemu lika....