
“ Cinta apa akan
bahagia ? jika hanya satu orang yang sangat mencintai dan yang lainnya hanya
memaksakan ego “
Dina adalah sahabat diandra yang memiliki pacar over protective bernama adrian. Adrian selalu mengatur aktivitas dina dan mengikuti kemanapun dina pergi, ketika dina tidak bilang kemana dia pergi adrian akan
menyusul dina dan memaki-maki dina habis-habisan. Dan bodohnya dina hanya menurut dan menurut saking cinta buta nya pada adrian. Diandra sebenarnya menentang hubungan dina dan adrian karena itu bukanlah hubungan yang wajar menurut diandra. Tapi lagi-lagi dina tak pernah mendengar apapun tentang keburukan adrian.
Diandra, yuli, dan dina pergi bersama-sama ke mall dan ingin menonton film di bioskop. Diandra dan yuli tak tahu kalau dina belum memberitahu adrian kalau dia pergi.
Diandra “ din sudah bilang adrian kamu main sama kita? ”
Dina “ belum “ sambil tersenyum
Yuli “ nggak akan masalah nantinya? “
Dina “ mungkin, soalnya dia ngga ada kabar dari pagi. Mungkin lagi sibuk “
Tak lama kemudian handphone dina berbunyi dan itu telepon dari adrian. Dina menerima telepon itu dengan agak menjauh dari diandra dan yuli.
Melihat raut wajah dina tak salah lagi dia baru di marahi oleh adrian.
Yuli “ din, are you oke? “ dina hanya tersenyum
Tak lama kemudian adrian datang menghampiri dina, menarik tangan dina, dan membawa dina menjauh dari diandra dan yuli. Terlihat jelas adrian sedang memaki dina. Diandra dan yuli sebenarnya tak tahan melihat perlakuan adrian tapi apa boleh buat, dina pasti akan membela adrian. Pada akhirnya adrian ikut kemana pun mereka pergi. Suasana yang tadinya menyenangkan sudah tidak lagi. “ sungguh menyebalkan “ gumam diandra. Diandra dan yuli pun memutuskan untuk pulang dan meninggalkan dina dan adrian.
Hari pun berganti tiba waktunya diandra untuk pergi ke sekolah. Hari pertama belajar. Seperti biasa diandra berjalan kaki ke sekolah dan diandra sudah tak peduli lagi pada alfi karena alfi adalah laki-laki yang menyebalkan.
Diandra masuk kelas dan ada yuli yang sudah memilih meja untuk diandra. Semua orang memperkenal kan diri satu sama lain dan untung saja diandra mudah akrab dengan semua siswa. Meja diandra berdekatan dengan barisan laki-laki jadi diandra lebih sering bercanda. Suasana kelas yang selalu gaduh dan siswa yang banyak menyebabkan masalah, itulah kelas RPL.
Awal semester pun dimulai dengan pelajaran dan tugas-tugas. Dan pelajaran bahasa Indonesia mengharuskan untuk melakukan observasi wawancara ke perusahaan transportasi. Diandra dan yuli kebagian untuk observasi perusahaan kereta api. Besoknya diandra dan yuli pergi ke statsion terdekat, melihat-lihat situasi dan mewawancarai salah satu petugas disana, diandra dan yuli mendapatkan izin untuk melakukan observasi disana. Saat diandra berjalan di rel diandra melihat sekumpulan anak smp yang sedang duduk di tepi rel. Diandra dan yuli hendak menghampiri dan bertanya apa yang mereka lakukan. Semakin dekat
diandra dengan tempat anak smp itu tiba-tiba langkah diandra terhenti “ oh Tuhan, itu sani “. Yuli heran
melihat diandra tak melanjutkan langkahnya, lalu yuli menghampiri diandra “ kamu kenapa ?” tanya yuli
Diandra “ ngga apa-apa “
Yuli “ itu kan lambang alumni smp kita! “ sambil menunjuk ke arah sekumpulan anak smp
Yuli melanjutkan untuk menghampiri sekumpulan anak smp itu, mau tidak mau diandra menyusul yuli dan akhirnya diandra dan sani bertegur sapa.
Yuli “ kalian apa disini? “
Sani kaget melihat diandra dan yuli sambil menjawab “ ya lagi begini, kalian ngapain ? “
Yuli “ kamu ngga sopan banget jawabnya, kita ini lebih tua dari kamu “
Diandra “ sudah lahyul, dia ini adik kelas yang aku bimbing dulu “ sambil berbisik diandra melanjutkan “ sani “
Yuli “ oh itu “ sambil tertawa mengoda.
Diandra dan yuli lupa observasi yang harus mereka lakukan karena ke asikan ngobrol dengan sekumpulan anak smp itu, dan juga lupa waktu. Karena hari sudah hampir sore mereka pun pulang, sedangkan diandra dan yuli
terburu-buru melanjutkan observasi yang belum selesai.
Diandra sebenarnya sedikit bahagia karena mengetahui kalau sani dan pacarnya sudah putus, sedangkan yuli sepertinya menyukai teman sani bernama yudi, jadi mereka tidak menyesal harus terburu-buru mengerjakan
observasi, dan pulang sangat sore. Jiwa halu mereka keluar karena hari sudah petang matahari pun berubah warna menjadi sangat cantik, masih di tepi rel setelah mereka berdua selesai melakukan observasi mereka membayangkan hal seperti di drama korea yang berakhir indah.