Life Of Life

Life Of Life
hal baru 2



Di tengah dinginnya malam diandra hanya terdiam memandang semua orang yang ada disana. Melihat kesegala arah, disana hanya ada orang-orang sakit dan panitia. Diandra tak kenal siapapun terlebih lagi teman yang kesurupan itu mulai membuka mata dan melihat ke arah diandra lalu terpejam lagi. Mata nya sangat merah, diandra semakin takut dan fikiran ke arah menakutkan pun muncul. Diandra melihat ke arah tenda-tenda para siswa karena diandra tak tahu harus berbuat apa dengan situasi seperti itu, diandra melihat semua lilin yang terpajang di depan tenda tiba-tiba padam semua padahal tak ada angin, semakin mencekam suasana malam itu bulu kuduk diandra tiba-tiba berdiri, ingin rasanya diandra pergi dari sana, tapi diandra tidak tega meninggalkan temannya itu .


Ketika diandra menoleh ke arah lain semua panitia tidak ada. Disitu hanya ada diandra yang belum tertidur, mata diandra berkaca-kaca ingin menangis sejadi-jadi nya, tapi diandra berusaha diam dan memejamkan mata nya. "hey !" sambil menepuk pundak diandra, ternyata itu alfi.


Diandra melihat ke arah alfi sambil menangis lalu tertidur tanpa sadar.


Keesokan harinya diandra terbangun dan yuli menghampiri diandra, sambil marah diandra berkata " kamu tega banget ninggalin aku disini sama orang yang ngga akrab sama sekali, aku ketakutan tau !" yuli menjawab " maaf di, aku tadinya cuma mau ngerjain doang tapi malah terperangkap disana, aku mau susul tapi kata alfi ngga usah, tega banget dia ya ?" "alfi ?"  pungkas diandra.


Setibanya dirumah  diandra  langsung mandi, makan, dan tidur.


Pagi pun tiba kembali tapi diandra tidak menghawatirkan apapun karena hari itu adalah hari minggu. Diandra bangun dan membuka jendela kamar nya " pemandangan macam apa ini ?" sambil pergi kembali ke tempat tidur karena melihat alfi yang sedang menyiram tanaman. Alfi memang seorang laki-laki yang sangat rajin hingga ibu diandra tak berhenti selalu memuji dan membandingkannya dengan diandra.


Triiiing Triiiing Triiiing handphone diandra berbunyi, ternyata itu telepon dari yuli yang mengajak diandra untuk pergi jalan-jalan ke mall. Diandra meng-iya kannya, bersiap-siap, dan bergegas untuk pergi. Diandra menelepon dina dan mengajaknya untuk pergi bersama. Dina adalah teman sekaligus tetangga diandra hanya saja mereka tidak satu sekolah.