
Diandra adalah seorang wanita yang keras kepala dan selalu ingin mendapatkan apa yang ia mau.
Itu yang terjadi sekarang .
Dulu seorang diandra adalah wanita yang pendiam, bahkan ia sering menjadi korban buli teman-temannya.
Bahkan saat ia duduk dibangku Sd hingga kelas 1 Smp dia selalu disuruh-suruh oleh orang lain, dia bahkan takut pada semua orang dan selalu menghindari konflik.
Hingga saat itu tiba ...
Keluarga diandra mengalami hal yang diluar dugaan. Rumahnya tiba-tiba dijual dan dia harus tinggal disebuah rumah kontrakan bersama keluarganya.
Diandra adalah anak pertama dari 3 bersaudara dan keluarganya baik-baik saja sebelum itu terjadi .
Lingkungan baru diandra benar-benar jauh dari lingkungan lamanya.
Diandra punya teman yang baik hanya saja kata-kata mereka kasar dan diandra tidak terbiasa dengan hal itu.
Seiring berjalannya waktu dengan cepat diandra beradaptasi dengan lingkungan tersebut .
Tidak terasa diandra sudah ke kelas 2 smp, sikapnya mulai berubah.
Dulu dia yang pendiam sekarang jadi pecicilan terlebih lagi dia bergaul dengan orang-orang seperti itu, dari saat itu diandra dikenal dengan anak yang periang dan selalu tersenyum, mudah tertawa tapi dia masih tidak menyukai konflik.
ketika ada konflik diantara temannya dia akan menghindar atau menjadi penengah. Hingga suatu saat dia menyukai seorang kaka kelas yang bernama eki, selayaknya anak smp yang baru menyukai cowok, diandra suka bulak balik melewati kelas juga suka tertawa kegirangan saat melihat cowok itu. Tapi kejadian tidak mengenakan menimpa dirinya. Saat itu dia didatangi seorang cewek yang sekelas dengan eki cowok yang disukai diandra.
Karena pada saat itu disekolah banyak siswa yang memakai rok diatas mata kaki kayak orang kebajiran dan ada razia osis jadi si kakak kelas cewek ini minta tukeran rok dan jelas diandra ngga mau, kaka kelas cewek teriak dengan keras " Kamu berani sama saya? " diandra hanya menundukan kepalanya lalu pergi .
Setelah bel berbunyi diandra pun pulang bersama ke 2 sahabatnya, tapi tak disangka kakak kelas cewek yang tadi menunggu didepan gerbang dan menarik diandra ke alun-alun kota. (sekolah diandra dekat alun-alun kota)
Disana diandra dan kedua sahabatnya dicaci maki bahkan di dorong hingga jatuh, lalu kakak kelas itu menunjuk kepala diandra dan pada saat itu juga diandra dengan refleks menampar kakak kelas cewek yang menunjuk kepalanya.
Semua yang ada disana hening seketika termasuk kedua sahabatnya dan diandra sendiri, ia tak menyangka akan seberani itu menampar kakak kelas yang jelas-jelas dari awal ia merasa takut. Kakak kelas itu tak terima dan hendak menampar balik diandra tapi sebelum itu tiba-tiba ada guru yang menghampiri dan semuanya di panggil ke ruang BP.
Setelah semuanya jelas dan kakak kelas itu di skors selama 3 hari, mulai saat itu dia tidak pernah menggagu diandra ataupun sahabatnya lagi .
Kedua sahabat diandra berkata " Ini diandra yang aku kenal kan ? sejak kapan seberani itu ? "
diandra menjawab " maaf tapi menunjuk kepala seseorang sangat tidak sopan "
Sebenarnya diandra hanya melampiaskan kekesalan yang terpendam, ia memiliki banyak masalah.
Diandra adalah seorang anggota osis tapi dia tidak begitu mengikuti peraturan, diandra banyak berubah saat naik kelas 2 smp dia mulai tidak mempedulikan saat orang lain bicara dan dia akan mengekspresikan apapun yang sedang dia rasakan, bahkan diandra juga sering dihukum saat upacara berlangsung .
Waktu lama berlalu diandra pun naik kelas 3 smp.
Diandra osis dan dia ikut pembinaan siswa baru. Seperti biasa dia memberi bimbingan dan pelajaran kecil tentang sekolah baru yang diperkenalkan pada siswa baru itu.
Tak disangka ini semua awal dari kisah cinta menyakitkan diandra.
Dia menyukai seorang anak yang dia bimbing.
Anak laki-laki itu bernama zuni. Diandra menyukai anak laki-laki itu tanpa memberi tahu siapapun, termasuk sahabatnya yang sama-sama osis yaitu ippo.
Sebentar lagi persami (perkemahan sabtu minggu) dan secara kebetulan diandra dan ippo membimbing regu laki-laki yang mana regu itu berisi zuni, sani dan yang lainnya.
Semua adik kelas diandra menyukai diandra karena diandra memang selalu tertawa dan sangat periang. Sani dia adalah salah satu siswa baru yang menyukai diandra, dia selalu bercerita hal konyol pada diandra, dia selalu menemani diandra saat mencari kayu untuk api unggun, yah dia selalu mengikuti diandra kemanapun. Tentu saja diandra tidak masalah karena zuni juga seperti itu dan diandra meresponnya dengan baik.
Selama diperkemahan semua baik-baik saja hingga hujan turun sangat lebat hingga kami semua tidak bisa melanjutkan untuk berkemah. Sani selalu memberi candaan saat diandra dan ippo sedang kedinginan begitu juga zuni. Malam telah berlalu dan kami semua dipulangkan.
Keesokan harinya kami bersekolah seperti biasa dan yaaaah diandra sering didatangi oleh adik kelasnya .
Sewaktu istirahat diandra dan ippo duduk di lantai dekat ruang perpustakaan lalu ippo bilang pada diandra " di zuni cakep ya diliat-liat? "
diandra menjawab " iya, kenapa? suka ya? " sambil tertawa
lalu ippo kembali menjawab dengan nada malu " iya, aku jadian sama dia bisa ngga ya di ? "
diandra kager dalam hati nya berkata "what the hell cowok yang aku dan ippo suka kali ini sama"
belum diandra menjawab ippo kembali bertanya " di kalau kamu sukanya sama siapa ? diantara adik kelas kita aku tau pasti ada kan ? "
diandra bingung mau menjawab apa dia takut kalau dia bilang suka dengan zuni juga ippo akan marah, karena pernah ada kejadian cowok yang disukai ippo malah suka dengan diandra dan itu pertengkaran yang hebat .
Tiba-tiba sani berlari melewati diandra dan ippo diandra menjawab " sani ! iya aku suka sama sani " sambil tersenyum terpaksa " lho di sani kan udah pacaran sama cicit. kamu ngga apa-apa?" seru ippo
diandra makin bingung harus menjawab apa karena diandra tidak tau sama sekali kalau sani dan cicit pacaran selama ini, karena sani selalu mendekati diandra.
Isu disekolah cepat menyebar entah dari mana cicit tau kalau aku suka dengan sani dia bicara padaku baik-baik agar tidak mendekati sani, diandra saat itu hanya bilang 'ya tidak usah khawatir' karena diandra memang tidak benar-benar suka pada sani.
Sani sering menghubungi diandra bahkan pakai no hp teman-temanya, tapi diandra selalu membalas acuh bahkan karena itu diandra dam sani seperti anjing dan kucing setiap bertemu selalu ada perdebatan hingga saling membenci .
yaaah zuni juga selalu ada menelpon tapi diandra selalu mengabaikannya. Ternyata benar kata pepatah benci bisa jadi cinta. Lama kelamaan diandra mulai kehilangan sani karena tidak ada lagi yang mengganggunya.