
Waktu berlalu begitu saja, diandra menjalani kehidupan sekolahnya seperti biasa dan dia semakin merasa kesal melihat cicit dan sani bersama. Kesal yang entah kenapa ...
Tentu saja banyak adik kelas yang suka dengan diandra, banyak yang mendekati diandra hingga diandra memutuskan untuk berpacaran dengan husni. Diandra berpacaran dengan husni karena dia kesal melihat sani dan cicit. Husni adalah cowok yang baik, dia imut, pandai menggambar, dan pandai bermain musik. Diandra hanya wanita yang belum mengerti apa-apa soal cinta, dia hanya tahu menyukai seseorang adalah cinta. Diandra tidak bisa membedakan mana cinta, mana kagum, dan hanya sekedar suka biasa.
Diandra berpacaran dengan husni biasa saja tidak ada yang spesial karena diandra hanya suka, benar-benar hanya sekedar suka biasa saja, bahkan diandra tidak seperti mempunyai seorang pacar.
Saat itu pulang sekolah hujan sangat deras dan diandra tidak bawa payung jadi diandra berlari dan mencari tempat untuk berteduh tanpa dikira di depan diandra melihat sani yang sedang berteduh juga, diandra berhenti sejenak karena melihat sani ada disitu dan entah kenapa tiba-tiba jantung diandra berdegup cepat dan wajahnya pun memerah. Diandra berdiri disebelah sani, terdiam tak ingin ada sepatah kata pun terucap.
Lalu tiba-tiba " Ka diandra gak bawa payung? " tanya sani
diandra pun kaget menjawab sambil tak tahu harus melihat ke arah mana " Ah iya, kamu gak pulang sama cicit? "
" enggak ka aku udah gak sama cicit ." jawab sani
Saat itu diandra tiba-tiba merasa senang lalu melanjutkan percakapannya dengan sani.
Hujan lebat pun mulai menjadi rintik-rintik. Sani pun pamit kepada diandra dan bergegas pulang. Diandra masih di tempat itu sambil memandang langit dan menyentuh hujan, dalam hatinya berkata " terimakasih hujan karena telah membantu menghentikan waktu seketika saat aku bersamanya " .
Sejak saat itu diandra sering telponan dan chattingan dengan sani tanpa menyadari bahwa sekarang diandra telah benar-benar jatuh cinta.
Diandra menikmati keadaan ini, satu hal yang diandra lupakan dia adalah pacar dari husni.
Beberapa bulan kemudian keluarga husni harus pindah keluar kota, husni ikut bersama keluarganya ke jakarta. Husni berpamitan pada diandra dan diandra hanya bilang " take care yaa husni di sana " husni hanya mengangguk tanpa ada kejelasan dari hubungan mereka . Waktu berlalu, diandra semakin tenggelam dengan perasaan terpendamnya terhadap sani. Tak terasa sebentar lagi ujian nasional dan diandra akan lulus dari smp .
Diandra belajar dengan sungguh-sungguh hingga akhirnya ujian pun selesai dan diandra benar-benar seperti tersambar petir di siang bolong. Ippo berkata " di kamu tahu sani pacaran sama teman sekelasnya yang namanya via? " jawab diandra " kata siapa?"
"semua orang tahu ko di, sani juga udah ubah status hubungannya di fb" pungkas ippo.
Diandra terdiam sejenak dan kembali menjawab " yaudah lah biarin gak ada urusannya sama kita " sambil tertawa kecil padahal dalam hatinya diandra benar-benar kesal karena setelah kedekatannya dengan sani selama ini dan ini yang terjadi. Sani seolah-olah memberi harapan kepada diandra, bagaikan di terbangkan ke langit yang tinggi lalu di patahkan sayapnya hingga terjatuh. "SAKIT !" kata yang diandra ucapkan sambil berjalan menuju kelas sambil memegang kerah bajunya .
Selama di dalam kelas diandra yang periang dan selalu bercanda tiba-tiba berubah menjadi pendiam. Banyak yang bertanya " di kamu kenapa? sakit ? " diandra tidak menjawab hanya melemaskan badannya dan menempelkan tangan di meja dan membuka hp karena ingin melihat status fb sani .
Tapi dia tidak ingin membukanya . Kelas pun usai, diandra bergegas pulang. Setibanya di rumah diandra langsung masuk kamar dan melihat status terbaru sani yang berpacaran dengan via. Perasaan diandra campur aduk lalu menangis tiba-tiba. Sejak saat itu diandra tidak pernah chattingan dengan sani, bahkan saat berpapasan muka diandra seolah tak kenal. Sani bingung akan sikap diandra dan menanyakan kenapa diandra seperti itu, tapi diandra menjawab dengan ketus " suka-suka dong mau aku gimana juga, kamu punya pacar, aku juga masih pacar husni, jadi jangan dekat-dekat ngga enak sama pasangan masing-masing! " sani bingung dan berkata " ko gitu? perasaan kemarin-kemarin biasa aja " diandra tak menggubris dan pergi begitu saja.
Sejak saat itu diandra tidak pernah berkomunikasi lagi dengan sani. Husni pun tak pernah ada kabar lagi, tapi diandra tidak pernah menghiraukan tentang husni, dia hanya sedang patah hati oleh sani dan tidak ada yang tahu karena diandra tidak pernah menceritakan tentang perasaannya pada siapapun.
Hari bahagia akhirnya tiba semua murid LULUS dengan nilai yang memuaskan. Diandra datang ke acara perpisahan bersama yang lainnya, mereka bersuka cita bersama. Acara perpisahan sekolah tentu saja semua murid dari kelas 7 sampai kelas 9 bisa hadir karena sekalian dengan adanya parade band. Di hari yang menyenangkan dengan pertunjukan yang menyakitkan, tentu saja sani ada di acara perpisahan itu dan dia terlihat sangat mesra dengan pacarnya. " oh my god, haruskah ini yang ku lihat ? " diandra bergumam sendiri, lalu diandra mendekati teman lelakinya dan membuatnya terlihat seakrab mungkin tak ingin kalah dengan kemesraan sani dan via.
Saat itu difikiran diandra " bodo amat apapun yang aku lakukan sekarang sebentar lagi akan terlupakan, aku hanya ingin melanjutkan ke sma dan melupakan apa yang ada di smp terutama tentang sani ".