Life Of Life

Life Of Life
Hal baru



" Seseorang yang kita fikir adalah milik kita, ternyata bukan benar-benar milik kita ..


kita memiliki hatinya, tubuhnya, dan cintanya, tapi kita tidak akan pernah memiliki jalan hidupnya. "


Akhirnya diandra memasuki masa sma, dia sekolah di SMK YUDHANEGARA, Sekolah swasta yang tidak terlalu populer tapi banyak diminati siswa-siswa. Diandra mengambil jurusan RPL ( Rekayasa Perangkat Lunak ).


Diandra sangat senang sampai fikiran nya tak berhenti bertanya-tanya " apakah akan menyenangkan sekolah disini? apakah aku akan mendapat teman yang baik? apakah aku akan suka dengan pengajaran disini? apakah senior disini akan baik saat mengorientasi juniornya?" sekilas terfikir tentang itu karena diandra dulu pernah menjadi senior orientasi dan diandra tahu tidak sedikit orang yang malah mempergunakan orientasi sebagai bahan untuk mengerjai junior atau bahkan meluapkan kekesalan mereka. " semoga itu tidak terjadi disini ". Diandra sudah tidak sabar lagi menunggu hari esok, hari pertama para siswa menjalani masa orientasi.


Esok nya dengan semangat diandra pergi ke sekolah, semua siswa berkumpul di lapangan dan di arahkan ke kelas masing-masing. Diandra senang mendapat banyak teman. Selama masa orientasi semua siswa terlihat senang, mereka tertawa bersama, jika ada senior yang mereka tidak suka mereka akan membicarakannya atau meledeknya dibelakang.


Di hari keempat masa orientasi diandra mendapat hukuman karena tidak membawa makanan yang harus di bawa, diandra di bawa ke kelas lainnya dan harus menyatakan cinta pada kakak kelas yang ada di kelas itu .


" oh tuhan!" betapa terkejutnya diandra melihat alfi. Alfi adalah tetangga diandra, rumah mereka sebelahan, namun tak pernah bertegur sapa, ayahnya adalah teman ayah diandra. Alfi dikenal sebagai anak yang dingin dari kecil, dan diandra tidak terlalu menyukainya.


Sialnya alfi adalah kakak kelas diandra sekarang. Tentu saja diandra tidak tahu kalau alfi sekolah di smk yudhanegara, karena diandra tidak mau bertanya apapun, apalagi kalau alfi berangkat sekolah selalu memakai jaket jadi almamater sekolahnya tidak terlihat. Dan apa yang ada di depan diandra sekarang, diandra harus menyatakan cinta pada dia (alfi). " kegilaan apa lagi ini, kenapa harus dia diantara banyaknya laki-laki disini " diandra bergerutu .


" apa?" tanya senior lain yang sepertinya mendengar samar apa yang diandra ucapkan.


" ka maaf saya gak bisa ." sambil tersenyum malu diandra mengucapkannya.


" ayolah jangan so cantik tinggal ngomong aja susah amat ! " sahut senior cewek dengan ketus


Diandra terdiam mendengar senior cewek itu bicara. Mau tidak mau diandra harus melakukan apa yang disuruh, diandra menyatakan cinta pada alfi, semua kelas bergemuruh " cieeeeeee " muka diandra memerah karena malu. Lalu senior itu bertanya pada alfi " terima nggak fi? "


Diandra bercerita dengan nada sangat kesal, yuli hanya tertawa mendengar cerita diandra karena dia menganggap itu hal yang lucu.


Hari itu pun berlalu diandra pulang ke rumah dengan jalan kaki, karena sekolah diandra tidak begitu jauh dari rumahnya. Diperjalanan diandra bertemu dengan alfi yang hendak pulang juga. Diandra melihat ke arah alfi dan bergerutu " cih so ganteng amat ! " sambil berjalan cepat mendahului alfi .


Sesampainya di rumah diandra bercerita pada ibunya dengan antusias tentang alfi " wah masa ? mungkin itu hanya bercanda, alfi anak yang baik ko, kamu saja yang tidak mau bermain dengan dia waktu kecil " jawab ibu diandra


" mamah aku nggak mungkin temenan sama orang yang ketus kayak dia, mamah liat baiknya dia darimana ? " pungkas diandra .


Ibu diandra hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang sedang kesal, diandra ke kamarnya lalu membuka jendela dan melihat ke arah rumah alfi. Diandra melihat alfi sedang duduk di depan teras bersama temannya yang baru datang. Tentu saja diandra mengenal orang itu, karena teman alfi teman diandra juga namanya riza. Riza teman diandra bermain di lingkungan rumahnya, riza menatap ke arah diandra " di lagi ngapain disitu ? " kaget diandra lalu menjawab " gerah ! buka jendela biar angin masuk hahaha" sambil pergi dari arah jendela itu .


Tetap saja diandra masih kesal dengan alfi .


Beberapa hari kemudian masa orientasi siswa akan usai dan seperti biasa ketika masa orientasi akan usai selalu diadakan perkemahan. Diandra kebetulan senang berada di lingkungan alam jadi diandra sangat antusias untuk berkemah pada hari itu, diandra sudah mengemasi barang, dan makanannya. Ketika hendak pergi di depan rumah diandra berpapasan dengan alfi, lalu ibu diandra " alfi juga ke perkemahan ya ? alfi kan osis. Ibu titip diandra ya " sambil tersenyum ramah, dan tak disangka alfi menjawab dengan ramah juga " iya bu jangan khawatir " sambil tersenyum .


Diandra merasa geli mendengar percakapan itu dan bergegas pergi. Alfi tepat berada dibelakang diandra . Sesampainya disekolah yuli melihat diandra seolah pergi ke sekolah bersama alfi dan meledek diandra. Diandra tak mau menghiraukan yuli dan langsung naik mobil yang sudah di siapkan untuk pergi ke perkemahan. Jauh memang tempat perkemahan itu karena berada di dekat gunung. Sesampainya di sana seperti biasa semua siswa mempersiapkan tenda dan membuka barang-barang. Regu diandra dibantu oleh senior laki-laki, karena pembimbing regu diandra juga cewek, dan yang membantu regu diandra tentu saja bukan alfi.


Semua siswa mengikuti peraturan yang ada, semua acara berjalan baik hingga acara api unggun.


Saat itu sudah larut malam dan angin berhembus tak terlalu kencang di tengah gelapnya malam. Sebelum acara api unggun, di adakan acara musik dangdut untuk hiburan, siswa yang suka maju kedepan, ada yang ikut bernyanyi, ada juga yang ikut berjoged. Suasana sangat meriah, tapi diandra tidak suka dengan hal seperti itu jadi diandra, yuli, dan teman yang satu lagi hanya duduk melihat ke arah kerumuna orang yang berjoged. Diandra melihat alfi yang sedang sibuk kesana kemari mungkin sedang mempersiapkan acara api unggun. Tapi diandra tidak peduli, diandra hanya mengobrol dengan yuli. Tapi teman yang satunya lagi tiba-tiba menangis, diandra dan yuli melihat ke arah teman itu dan bertanya " kamu kenapa? " tapi orang itu hanya melihat ke arah diandra dengan tatapan kosong dan menangis semakin kencang. Diandra dan yuli perlahan menjauh dan ada guru pembina yang datang lalu mengucapkan doa kepada siswa itu tapi siswa itu tak kunjung berhenti menangis dan kata mereka siswa itu kesurupan.


Diandra dan yuli kaget dengan muka ketakutan, dan sialnya diandra disuruh menemani siswa itu di tenda p3k. Diandra tidak terlalu kenal dengan siswa itu dan yuli tidak mau menemani diandra. " Di maaf ya, take care, bye " sambil pergi ke tempat api unggun. Diandra hanya pasrah dengan wajah ketakutan.