Journey To Arshila's Heart

Journey To Arshila's Heart
Bab 10: Jaga Hati



Di tahun terakhir mereka di sekolah menengah atas, sebuah program pertukaran pelajar sedang dipersiapkan oleh sekolah. Program ini akan memberi kesempatan kepada beberapa siswa untuk belajar di luar negeri selama beberapa bulan. Arshila sangat tertarik dengan program ini dan merasa bahwa ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk mengembangkan dirinya.


Suatu hari, Arshila dengan semangat menceritakan tentang program pertukaran pelajar itu kepada Putra. Mereka duduk bersama di taman sekolah, dan wajah Arshila bersemangat ketika dia berbicara tentang kemungkinan pergi ke luar negeri.


Putra mendengarkan dengan perhatian, tetapi dalam hatinya merasa khawatir. Dia tahu bahwa jika Arshila diterima dalam program tersebut, mereka akan terpisah selama beberapa bulan. Dia tidak ingin kehilangan Arshila, tetapi dia juga tidak ingin menghalanginya dari kesempatan yang sangat bagus.


"Sungguh, Put, ini adalah impianku," kata Arshila dengan mata berbinar. "Aku ingin merasakan pengalaman baru, belajar tentang budaya lain, dan mengejar cita-citaku."


Putra tersenyum, mencoba menenangkan hatinya sendiri. "Aku tahu, Arshila. Aku hanya khawatir bahwa kita akan terpisah untuk sementara waktu."


Arshila menggenggam tangan Putra dengan lembut. "Kita pasti akan merindukan satu sama lain, tetapi kita bisa menghadapinya. Ini adalah kesempatan yang luar biasa, dan aku berharap kamu mendukungku."


Putra merasa hatinya terasa lebih ringan mendengar kata-kata Arshila. Dia ingin mendukung impian dan kebahagiaan Arshila, meskipun itu berarti mereka harus terpisah sementara. Dia mengangguk perlahan. "Tentu saja, Arshila. Aku akan selalu mendukungmu."


Putra dan Arshila duduk bersama di taman sekolah, suasana tenang dan hangat memenuhi tempat itu. Mereka telah menghabiskan banyak waktu bersama sejak program pertukaran pelajar Arshila diumumkan. Sekarang, mereka harus membicarakan rencana dan perasaan mereka terkait perpisahan sementara.


Arshila memulai pembicaraan, matanya mencari pandangan Putra. "Put, aku ingin bicara tentang pergi ke luar negeri. Ini adalah peluang yang sangat besar, dan aku merasa senang dan gugup sekaligus."


Putra mengangguk, tahu bahwa ini adalah momen penting dalam hubungan mereka. "Aku juga merasa senang untukmu, Arshila. Kamu pantas mendapatkan kesempatan ini."


Arshila tersenyum penuh terima kasih. "Terima kasih, Put. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa bahkan jika aku pergi, perasaanku padamu tetap sama. Kita bisa menjaga hubungan kita, kan?"


Putra meraih tangan Arshila dengan lembut. "Tentu saja, Arshila. Aku akan selalu ada untukmu, meskipun kita terpisah sementara."


Putra berpikir sejenak, lalu tersenyum. "Ada satu hal yang selalu ingin aku coba, dan mungkin sekarang adalah waktu yang tepat."


Arshila penasaran. "Apa itu?"


Putra mengungkapkan rencananya dengan gembira. "Aku ingin menjadi anggota pramuka reguler di sekolah kita. Aku ingin mengikuti perkemahan dan menjalani petualangan bersama teman-teman. Itu adalah sesuatu yang selalu membuatku penasaran."


Arshila tersenyum lebar. "Itu ide yang bagus, Put! Aku yakin kamu akan menjadi pramuka yang hebat."


Putra merasa senang melihat dukungan Arshila. "Aku akan mendaftarkan diri besok. Ini juga akan menjadi cara bagus bagiku untuk tetap sibuk dan menjaga pikiranku tetap positif saat kamu pergi."


Arshila meraih tangan Putra dan menggenggamnya dengan erat. "Aku bangga padamu, Put. Aku tahu kita akan melewati masa-masa sulit ini dan tetap kuat bersama."


Matahari telah bergerak lebih rendah di langit, memberikan cahaya senja yang hangat ke taman sekolah. Putra dan Arshila duduk bersama di bangku taman, menikmati momen tenang bersama sebelum sore hari benar-benar tiba.


Putra tersenyum saat melihat langit berubah warna, dan dia berbicara dengan lembut, "Udah sore, pulang yuk!"


Arshila tersenyum pula, merasa bahagia dengan kebersamaan mereka. "Iya, kamu benar. Ini saatnya pulang."


Mereka berdua berdiri, merasakan hangatnya matahari yang semakin meredup. Putra menggenggam tangan Arshila, dan mereka berjalan bersama keluar dari taman sekolah menuju ke arah rumah mereka.


Saat matahari semakin tenggelam di ufuk barat, Putra dan Arshila merasa bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama di akhir hari yang indah ini. Mereka tahu bahwa meskipun akan ada perpisahan sementara dalam hidup mereka, cinta dan dukungan mereka satu sama lain akan selalu membawa mereka kembali bersama.