
Episode 14
Ketika dalam kerumuian Bastian dan Daniel pun mencari Bagas.
“Bukannya ituh candar lagi ngejar siapa ituh, Daniel sambil menunjukan tangannya ke arah Candra.
“Ituh Bagas yang sedang menghajar begoo, Bastian sambil mengepuk bahu Daniel.
“sialan Candra, Daniel dengan wajah yang sangat marah.
Bastian dan Daniel pun langsung lari dan Bastian pun menghajar Candra, dan Candra pun terbaring dan sulit untuk bangun kembali karena sudah mencapai batasnya.
Bastian pun mengangkat kepala Candra ke pahanya dan berkata, “Bagas lu masih sadar kan Bagas, Bastian pun sambil mengepuk pipinya Bagas.
“Iya masih sadar ko terimakasih ya karena selau merepotkan kalian, Bagas dengan suara yang sangat kecil.
“Syukurlah, Bastian dan daniel pun sambil menangis.
“Sialann kau Candra, Bastian pun sambil berdiri menghampiri Candra.
Ketika bastian ingin menghajar Candra bastian pun di tahan oleh Dani dan Omar.
Omar pun langsung menghampiri Candra dan berkata, “Kamu baik baik aja kan Candra, Omar sambil menatap wajah Candra.
“Baik baik saja ko tolong bantu gue berdiri, Candra dengan suara yang sangat kecil.
Omar pun membantu Candra berdiri sambil memeganginya Karen Candra tidak bisa berdiri sendirian.
“Lu lagi ngapain Zakaria, Dani sambil berdiri.
“Buta mata lu gue lagi berantem bantuin apa, Zakaria dengan suara yang sangat keras.
“Lu bisa kan mengalahkan sendiri, Dani sambil melihat ke arah Zakaria.
Zakaria pun akhirnya memenangkan duel melawan Epul.
“Dimana Kevin, Zakaria sambil mengarah ke arah Dani dan Omar.
“Kirain sama lu ahh sial di mana Kevin, Dani sambil menajong angin.
“Ketua geng motor Black Wolf pun Agus tidak keliatan dari tadi, Omar sambil melihat ke arah Dani.
“Sialan kita kalah jumlah pastinya kalau saya dan Daniel melawan kita kalah telak, Bastian ngomong dalam hati.
“Trus tiga orang ini di enaknya di gimana , Dani sambil melihat ke arah Zakaria.
“Udah jangan ngurusin dia dulu kita cari Kevin dulu mana banyak banget ini orang orang, Zakaria sambil menengok nengok mencari Kevin.
Nevan pun berlari menghampiri Zakaria, dani, Omar dan Candra dan berkata, gawat ini gawat, nevan sambil kelelahan.
“Kenapa hah cepetan bilang, ujar Zakaria.
“Kevin dan Agus sedang ber duel di depan sanah, Zakaria sambil menunjuk kan tangannya ke arah Kevin.
“Beneran, sambil melihat ke arah Nevan.
“Iya beneran, Nevan sambil kelelahan.
“Yaudah gue ke tempat Kevin duluan ya, ujar Zakaria.
Dan di halang oleh Omar dan berkata, “Trus kita bagaimana, Omar sambil menarik baju Zakaria.
“Nevan dan lu bantu Candra karena sudah mencapai batas dan gue sama Dani bantu Kevin, Zakaria dan Dani pun bergegas ke tempat Kevin.
“Kita bertiga nih mana di belakang ada ketua dan komandan geng motor Warlocks juga gimana si, Nevan sambil melihat ke arah Omar.
“Tenang aja dia gabakal menyerang ko, udh sinih bantuin gw, Omar sambil melihat ke arah Nevan.
Pasukan geng motor Jakarta Revengers, Warlocks Dan Black Wolf pun ada yang terbaring dan ada juga sambil duduk karena kecapean sudah hampi satu jam bertarung dan menyaksikan duel antara ketua geng motor Jakarta Revengers melawan ketua geng motor Black Wolf.
Zakaria dan Bagas pun sampai dan Zakaria berkata, “Kevin gue bantuin ya, sambil berdiri.
“Sinih sinih dua lawan satu juga boleh, Agus sambil mengarahkan tangannya ke Zakaria.
“Zakaria dan Dani duduk saja di sanah dan saya akan menghabiskan orang inih dengan tangan saya sendirian, Kevin dengan intonasi yang sangat keras dan tatapan yang sangat tajam.
“Baiklah kalau begitu, Zakaria dan dani pun akhirnya duduk.
“Duel antara ketua geng motor Jakarta Revengers melawan ketua geng motor Black Wolf, ujar pasukannya.
“Hah yang benar saja, Bagas sambil berdiri di bantu oleh Daniel.
“Cepetan Omar kesanah di sanah ada rame rame tuh, Omar sambil membantu jalan Candra.
“Heh Kevin melawan ketua geng motor black wolf, Candra pun kaget.
“Cepetan duduk aja Candra berat banget lu badan, Omar dan Nevan sambil menggotong tangannya dan duduk di bawah untuk menonton.
“Iya iya masa segitu doang berat si, Candra sambil melihat ke arah Omar.
“Sinih cepetan maju udah banyak yang nonton duel kita juga, Agus sambil mengarahkan tangannya ke Kevin.
“Sabar sabar, Kevin sambil tersenyum ke arah Bagas.
“Sebelum ingin bertarung gue punya satu persyaratan, Kevin dengan tatapan yang tajam dan serius.
“Hah persyaratan apaan cepet bilang, Agus sambil ancang ancang dan sudah tidak sabar.
“Gampang ko cuman satu doang kalau misalnya kau kalah semua pasukan geng motor Warlocks Dan Black Wolf punya gue dan sebaliknya kalau gue kalah pasukan geng motor Jakarta Revengers pun lu gimana, Kevin pun tatapan sangat tajam dan sangat serius.
"Heh sialan lu, ujar pasukannya geng motor Warlocks.
"Mana sudi menjadi anggota geng motor Jakarta Revengers, ujar pasukan geng motor black wolf.
"Hehhh boss yakinn, ujar pasukan Jakarta Revengers.
"Tenang semuanya tenang, Agus dengan intonasi yang sangat keras.
"Oke gue terimah persyaratan lu, Agus sambil ancang ancang.
Dan semua pasukan geng motor Jakarta Revengers, Warlocks Dan Black Wolf pun kaget.
"Sialan emang Agus emng geng motor kita anak buahnya dia, Bagas sambil duduk dan menonton.
"Trus gimana ini kalau Agus sampai kalah, Bastian sambil melihat ke arah Bagas.
"Ahh gimana nanti aja kita liat dulu, Bagas sambil melihat ke arah Bastian.
"Kalau misalnya kalah gimana nanti kita jadi anak buahnya geng motor Jakarta Revengers dong sialan emang Agus, Daniel sambil melihat ke arah Bagas dan Bastian.
"Ya Gimana lagi coba semoga aja Agus menang, Bagas sambil melihat ke arah Bastian dan daniel.
"Sialann Kevin kenapa juga coba bikin persyaratan begituan, Zakaria sambil menghajar lantai.
"Sabar sabar gimana lagi coba kan ituh sudah di putuskan oleh Kevin sendiri, Omar sambil menepuk punggung Zakaria.
"Iya juga di putuskan oleh Kevin misalkan kalau Kevin kalah oleh Agus kamu mau jadi anak buahnya Agus hah, Zakaria sambil melihat ke arah Omar.
"Ya ogah banget mending gue tinggal di rumah aja main game dan nonton anime dari pada menjadi anak buahnya Agus. Omar sambil melihat ke arah Zakaria.
"Udah udah jangan berantem kita doakan saja semoga Kevin bisa menang melawan Agus dan geng motor Warlocks Dan Black Wolf jadi anak buahnya kita nanti kan enak iyakan, Dani sambil mengepuk bahu zakaria dan Omar.
"Iya seterah lu aja dah, Omar sambil melihat ke depan.
"Oke udah setuju kan gue maju ya, ujar Agus.
"Sinih maju, Kevin sambil mengarahkan tangannya ke Agus dengan tatapan mata yang sangat tajam.
TO BE CONTINUED