
Episode 13
“Iya ini lagi jalan, ujar ayahnya Bagas.
“Yaudah ibu mau masak dulu ya, ibunya pun sambil berjalan ke arah dapur.
Bagas dan ayahnya pun berjalan sampai di depan rumahnya dan bagas berkata, “Ko nungguin di sinih katanya ayah yang jemput, Bagas sambil menengok ke arah ayahnya.
“Engga bukan ayah yang nganterin saudara ayah kebetulan dia udah kelas tiga udh mau lulus, ayahnya sambil memegang bahu Bagas.
“Ouh gitu yaudah, Bagas sambil berdiri.
“Nohh datang yang mau menjemput kamu namanya tuh Julian, tangannya sambil mengarah ke arah Julian.
“Sinih masuk duluan, ujar ayahnya Bagas.
Dan Julian pun langsung masuk ke gerbang nya.
“Inih Julian ini anak saya nanti bareng ya kesekolahanya.
“Ouh iya om baik, perkenalkan nama saya Julian nama kamu siapa, Julian sambil mengarahkan tangannya.
“Nama saya Bagas salam kenal ya, Bagas dan Julian pun saling berpegangan tangan.
Bagas dan Julian pun langsung pergi ke arah sekolahanya di SMP dua Jakarta.
Sekedar informasi Julian adalah ketua dari geng motor Warlocks Dan mewariskan geng motor Warlocks kepada Bagas.
Sampai di parkiran markas geng motor Warlocks...
Bagas dan Julian pun langsung turun...
“Siapa tuh Julian yang lagi sama kamu, ujar temannya Julian.
“Ouh ini saudara gue yang mau daftar sekolah disinilah, Julian sambil melihat ke arah Bagas.
“Ouh gituh kelas berapa, ujar temannya Julian.
“Dia kelas dua, Julian sambil melihat ke arah Bagas dan mengepuk bahu.
“Kenapa daftar nya pas semester dua, ujar temannya Julian.
“Ahh gatau lah, ujar Julian.
“Yaudah gue duluan ya mau ke kepala sekolahan duluan ya, Julian dan Bagas pun sambil berjalan.
“Iyaaa dahh, ujar temannya Julian.
Sampai di depan kantor guru...
Bagas dan Julian pun berjalan dan berkata, “Assalamualaikum buk.
“Waalaikumsalam, ada apa Julian, ujar gurunya.
“Inih Bu yang kemarin ibunya datang untuk memasukkan anaknya, inih anaknya, Julian sambil melihat ke arah gurunya.
“Ouh gituh sinih sinih duduk, Julian langsung ke kelasnya ya, gurunya pun sambil melihat ke arah Julian.
“Okee Buu, Julian sambil berjalan ke kelasnya.
Gurunya dan bagas berjalan ke kelas barunya Bagas dan sampai di depan anak anak gurunya pun berkata, “Oke diam semuanya anak anak.
Gurunya pun melihat ke arah wajah Bagas dan berkata, “oke cepetan Bagas perkenalkan kepada temen teman baru kamu dan setelah sudah perkenalan kamu duduk di bangku belakang ya.
Bagas pun sudah memperkenalkan nya kepada teman teman baru nya dan langsung duduk di bangku bagian belakang dan langsung mengikuti pelajaran.
Bell istirahat pun berbunyi dan temen temen pun langsung bergegas menuju ke kantin sekolahanya dan Bagas pun hanya duduk di bangku saja sambil membaca buku.
Brian, Bastian dan Daniel pun menghampiri Bagas untuk mengajaknya berteman.
Brian pun duduk di meja Bagas dan berkata, “Btw kamu kenapa pindah ke Jakarta, Brian melihat ke arah wajah Bagas.
Bagas pun langsung menutup bukunya dan menarokan bukunya di meja dan berkata, “ Karena ada keperluan mendesak jadi pindah ke Jakarta, Bagas sambil melihat ke arah wajah Bagas.
“Ouh gitu ya, Brian sambil duduk di meja Bagas.
“Salam kenal nama saya Bastian ya, sambil berdiri.
“Salam kenal juga nama saya Daniel, sambil berdiri.
“Ouh iyaa salam kenal.
“Yukk ke kantin dari pada di kelas sendirian, Brian sambil berdiri.
“Engga usah sok kalian aja, sambil melihat ke arah teman temannya.
Brian pun langsung mengangkat tangan Bagas dan berkata, “Udh cepetan ikut sinih.
Sampai di kantin Bagas dan temen temannya pun langsung duduk.
“Kamu mau makan apa, Brian melihat ke arah wajah Bagas.
“Samain saja gpp ko, Bagas sambil duduk dengan canggung.
Brian pun melambaikan tangannya dan berkata, “Buk warung nasi Lengko empat orang ya.
“iya bentar ya, ujar tukang warungnya.
Setelah selesai makan Bagas pun merasa senang karena mendapatkan temen yang sangat baik sekali di sekolahan barunya di Jakarta di bandingkan ketika sekolah lamanya di Bandung.
Bell Pulang pun berbunyi...
Brian pun menghampiri tempat duduk Bagas dan berkata, “Gue duluan pulang ya, Brian sambil berjalan dan melambaikan tangan.
“Duluan ya Bagas, Bastian sambil berjalan keluar kelas.
“Duluan jugaa ya, Daniel sambil berjalan ke keluar kelas.
Bagas pun sambil berdiri untuk membereskan buku buku pelajarannya dan berkata, “Iya hati hati ya.
Julian pun langsung bergegas menuju kelas Bagas dan sampai di depannya kelas Bagas Julian berkata, “Cepetan sinih jangan lama lama.
"Iya bentar lagi ko inih lagi beresin buku pelajarannya.
"Yaudah gue tungguin, Julian sambil menyender di depan pintu kelasnya Bagas.
Julian dan Bagas pun berjalan menuju tempat markas geng motor Warlocks.
Sampai di markas geng motor Warlocks.
“Bro gue duluan ya mau nganterin saudara gue pulang dulu nanti kesinih lagi, Julian sambil melambaikan tangan kepada teman temannya.
“Tapi kesinih lagi ya, ujar temannya Julian.
“Iya santai aja, Julian sambil menyalakan motor nya.
Julian dan Bagas pun langsung bergegas menuju ke rumahnya Bagas.
Sampai di rumah Bagas pun turun dari motornya dan berkata, “Makasih ya, Bagas sambil berdiri.
“Iya santai aja gue duluan ya mau balik ke markas, Julian sambil parkiran motornya.
“Iya hati hati.
Bagas pun masuk ke dalam rumah dan ibunya pun menghampiri Bagas dan berkata, “Gimana sekolahan barunya nyaman ga.
Bagas pun tersenyum dan merasa senang dan berkata, “Nyaman banget Bu temen temennya pada baik baik banget.
“Ouh syukurlah kalau begitu yaudah sinih makan, ibunya sambil berjalan.
“Baik Buu, Bagas sambil berjalan.
Bagas dan teman temannya pun mulai sangat akrab sekali karena sudah mengenali karakteristik masing masing.
Setelah Bagas baru saja naik kelas tiga Bagas ditawarkan untuk menjadi ketua geng motor Warlocks oleh Julian karena dia ingin fokus kepada pelajarannya di SMA barunya.
Dan Bagas pun setuju dan mengangkat teman temannya menjadi.
Brian \= Komandan divisi 1
Bastian \= Komandan divisi 2
Daniel \= Komandan divisi 3
Setalah Bagas manjadi ketua geng motor Warlocks sikap Bagas pun berubah sangat drastis dan sering membuat keonaran dengan masyarakat sekitarnya dan selalu mencari masalah dengan geng motor Rude dan sekarang di ganti menjadi geng motor Jakarta Revengers.
Dan disitulah awal bermula konflik geng motor Warlocks Dan Jakarta Revengers.
Padahal ketika waktu Julian menjadi ketua geng motor Warlocks. Julian tidak selalu membuat onar kepada masyarakat maupun kepada geng motor yang ada di Jakarta.
Dan Julian pun tau bahwa geng motor lamanya Warlocks sering membuat onar. Julian merasa menyesal karena telah membuat keputusan yang sangat buruk.
Flashback Bagas pun selesai....
TO BE CONTINUED