
Episode 12
“Ouh lu berani lawan gue hah, ujar anak yang membully Bagas.
“Berani emang kenapa hah, Bagas sambil melototi karna sudah terbawa emosi.
“Gue tunggu pulang sekolah, ujar anak yang membully Bagas.
Bell Pulang pun berbunyi....
Dan teman temannya pun mengikuti Bagas karna penasaran ingin menonton Bagas yang akan berduel satu melawan satu.
Dan semua badan Bagas pun gemeteran karena di kerumui banyak orang.
“Kenapa diem aja sinih maju katanya berani, ujar anak yang membully Bagas sambil mengarahkan tangannya.
Bagas pun melepaskan baju dan celana supaya tidak kotor dan ibunya tidak mencurigakan Bagas lagi.
“Heh kenapa lepas baju, temen temannya sambil tertawa.
“Ayo Ayo lama banget, ujar teman yang ingin nonton nya.
Dan temannya pun menghitung sambil berdiri dan berkata, “satu, dua, tiga mulai.
Dan disaat itulah Bagas kalah sangat telak oleh anak yang membully nya dan alumni SMP ituh penasaran dan menghampiri kerumuian tersebut dan berkata, “Apa apaan ini hah bubur bubar, ujar kakak alumni dengan intonasi yang sangat keras.
Dan teman temannya yang sedang menonton berduel pun langsung pergi.
Dan kakak kelas alumni pun menghampiri Bagas dan berkata, “kamu tidak apa apa dek.
“Engga apa apa kok makasih ya kak sudah membantu, Bagas sambil membersihkan bajunya yang kotor.
Dan kakak kelas tersebut langsung berdiri dan menghampiri anak yang membully Bagas dan berkata, “Apa apan ini hah kalau berani berduel Jangan melawan orang yang cupu lawan gue sinih, dengan intonasi yang sangat keras.
Dan empat orang yang membully Bagas pun terdiam dan menundukkan kepalanya sambil berdiri.
“Kenapa diem trus hah jawab omongan gue, alumni dengan intonasi yang sangat keras.
Dan kakak alumni’ tersebut menghajar empat orang yang membully Bagas dan berkata, “Cepet sanah pulang, dengan intonasi yang sangat keras.
Dan empat orang yang membully Bagas pun langsung pulang.
Dan Bagas pun menghampiri alumni tersebut dan berkata, “Sekali lagi terimah kasih ya kak, Bagas sambil memakai celana dan baju seragam.
“Iya gpp mau di anterin pulang sama kakak ga, ujar kakak alumni.
“Ouh ga usah Deket ko rumahnya, ujar Bagas.
Dan sepulang sekolah Bagas pun langsung membanting tas, menyalakan AC, dan tertidur tanpa melepaskan seragam. Dan nanti saja kalau urusan di marahin ibu, aku ingin beristirahat setelah di bully di sekolaan dan di hajar habis-habisan.
Ibunya Bagas pun melihat sepatu Bagas yang di luar rumah dan berkata, “Ouh rupanya anak ku udh pulang ya, ibunya sambil berjalan ke arah kamar Bagas.
Ibunya menghampiri Bagas dan langsung duduk di tempat kasurnya dan berkata, “Kamu kenapa ini gas ko wajah luka luka si, sambil membangunkan Bagas.
“Ouh ini engga kenapa kenapa ko, Bagas sambil tiduran di kasurnya dengan mata yang sangat ngantuk.
“Engga kenapa kenapa gimana coba orang luka luka bentar ya ibu mau ambil Kota P3 K ,ibunya sambil berjalan.
“Kamu di sekolah ada masalah apaan si cerita sinih ke ibu, sambil menatap wajah Bagas.
“Orang engga kenapa kenapa ko Bu, Bagas sambil kesakitan.
“Engga kenapa kenapa gimana coba orang luka luka begini, ibu juga tau kalau kamu lagi berbohong kan, ibunya sambil menatap wajah Bagas.
Dan Bagas pun menceritakan ke ibunya tentang selama di sekolahnya di bully oleh teman temannya dan ibunya pun sangat marah karena anak semata wayangnya di bully habis habisan di sekolah, dan keesokan harinya pun ibunya langsung ke sekolah menemui orang yang membully anak saya.
“Assalamualaikum, apa bener ini kelasnya Bagas, ibunya sambil di pintu kelas.
“Iya Bu ini kelasnya Bagas emang kenapa ya, ujar guru wali kelas.
“Ouh ini saya ibunya Bagas ada keperluan, sambil di pintu kelas.
“Ouh maap ya Bu silahkan duduk di sinih kirain siaap, ujar guru wali kelas.
Guru wali kelas nya Bagas pun duduk dan berkata, “Kenapa Bagas ga masuk sekolah hari ini apakah Bagas sakit buk, sambil melihat ke arah wajah ibunya Bagas.
Dan ibunya pun menceritakan tentang anaknya yang setiap harinya di bully di sekolaan sampai bajunya di coret coret.
Dan wali kelas pun menyuruh empat orang yang membully Bagas suruh ke depan papan dan berdiri.
Dan ibunya pun langsung menghampiri empat orang yang membully Bagas dan berkata, “Ouh ini rupanya kamu yang membully anak saya Bagas, Kenapa kamu bully hah padahal kan anak saya tidak menganggu kalian kenapa membully anak saya sambil banyak bekas coretan coretan di baju celananya dan luka luka di wajahnya kenapa hah apa salahnya anak saya, ibunya pun sambil menangis karena anaknya setiap hari di bully di sekolah.
Dan empat orang yang membully Bagas pun menunduk kan kepalanya karna malu di tonton oleh banyak kelas sebelahnya.
Ibunya Bagas pun langsung menuju ke kepala sekolahnya untuk mengundurkan diri Bagas dari sekolahannya karna sudah tidak tahan lagi mengetahui bahwa anaknya di bully di sekolahanya.
Ketika empat orang ituh ingin menuju ke kepala sekolahnya empat orang ituh di soraki dengan perkataan, “Huh berani bully orang yang lemah, “Kasihan banget ya Bagas, ‘Jahat banget si dia sampe ngebully segala, empat orang tersebut di soraki sambil menuju ke kepala sekolahnya.
Empat orang tersebut yang membully Bagas pun langsung di keluarkan oleh sekolahanya karena kasus pembullyan anak.
Ibunya dan Bagas pun langsung ke Jakarta menemui ayahnya yang sedang bekerja di sanah.
Dan Bagas pun sampai tidak sekolah dulu satu tahun karena trauma kejadian sewaktu dibully nya terus menerus di sekolahan lamanya di Bandung.
Selama satu tahun lebih Bagas pun berlatih dengan ayahnya ke tempat fitness setiap hari. dan Bagas pun berlatih tanpa lelah karena di sekolahan barunya di Jakarta dia tidak ingin lagi mengalami pembullyan.
Selain berlatih fitness dengan ayahnya Bagas pun masuk perguruan silat selama satu tahun agar tidak ada orang yang berani menganggu bagas.
Satu tahun telah berlalu...
"Inih kan hari pertama kamu masuk sekolahan ya kalau ada yang membully kamu bilang ke ibu, ibunya sambil melihat ke arah wajah Bagas.
"Tenang aja ko Bu kali ini engga ada yang bakal menganggu kan Bagas selama satu tahun ini sudah berlatih fitness dengan ayah dan masuk perguruan silat jadi ibu jangan khawatir Bagas ya, Bagas sambil memeluk ibunya.
"Yaudah kalau gituh nih uang buat jajan nanti di sekolahanya, ibunya sambil memberikan uang saku nya.
"Makasih ya Buu, bagas pun sambil bersalaman.
"Ayah ayah cepetan anterin Bagas ke sekolahanya nanti terlambat, ibunya pun sambil berteriak.
TO BE CONTINUED