
Episode 11
Jam 19:00
Anggota geng motor Jakarta Revengers sambil duduk dan menunggu kedatangan tamu dari geng motor Warlocks Dan Black Wolf.
“Inih udah jam segini apakah geng motor Warlocks Dan Black Wolf akan kesinih, Nevan sambil duduk.
“Tentu saja dia akan kesinih jadi sabar, Kevin sambil tersenyum dan melihat ke arah wajah Nevan.
Setelah itu geng motor Warlocks Dan Black Wolf pun datang.
Agus pun sambil berjalan dan berkata, “Hello apakah disini ada orang.
Kevin dan teman temannya pun langsung berdiri dan Kevin berkata, tuh kan Nevan pasti dia bakal kesinih, Kevin sambil mengepuk punggung Nevan.
“Berani juga datang langsung ke markas, Kevin sambil bicara dengan santai.
“Apa tadi kau bilang ga kedengaran, Agus sambil meledek Kevin.
“Berani juga kau datang ke markas kita, sambil dengan intonasi yang sangat keras.
“Ouh ituh ya tentu saja berani, Agus sambil menajong yang ada di depannya.
Agus pun mengarah balik ke teman teman dan berkata, katanya berani juga ke markasnya, dan teman temannya pun tertawa.
“Sialan serang teman teman, Kevin sambil berlari ke arah geng motor Warlocks Dan Black Wolf.
“Ouh udh mulai aja nihh Serang teman teman, Agus sambil berlari.
Disitulah anggota geng motor Jakarta Revengers pun bentrokan dan saling hajar menghajar melawan aliansi geng motor Warlocks Dan Black Wolf.
“Ouh rupanya kau di sinih Kevin, Agus di kerumuian.
“Sinih maju kalau berani, Kevin pun berdiri dengan sangat santai dan mengarahkan tangannya ke arah Agus.
Agus pun langsung berlari ke arah Kevin dan disaat itulah duel sangat sengit antara ketua geng motor Jakarta Revengers melawan ketua geng motor Black Wolf.
Sedang dalam kerumuian Candra pun sambil mencari Bagas.
Dan Bagas pun sudah menemukan Candra dan langsung berlari menajong punggung Candra
.
Candra pun terjatuh dan berkata, “ketemu juga kau Agus, Candra sambil berdiri kembali.
Bagas sambil melambaikan tangan dan berkata, “Ouh rupanya masih kuat bangun juga kau rupanya.
“Banyak bacot kau, Candra sambil berlari ke arah Bagas.
Dan disaat candra berduel dengan Bagas ,Bagas pun mulai kelelahan dan Epul pun berlari dari belakang menajong kembali punggung candar dan Candra pun terjatuh.
“Sialan bakal kerepotan nih dua lawan satu, Candra sambil berdiri tapi kesulitan.
“Terimah kasih, Bagas sambil memegang bahu Epul.
“Ayok kita habiskan di bersama sama dengan cepat lalu membantu yang lainnya, Epul sambil mengarah ke muka bagas.
Dan Epul berlari untuk menghajar Bagas dan ketika ingin mengajar Bagas Epul pun di tahan oleh Zakaria dan berkata, “lawan kau adalah saya dan ingat jangan menganggu orang yang sedang duel satu melawan satu.
“Ouh rupanya kau kuat juga bisa menahan saya, Epul sambil melepaskan tangannya.
“Hah kuat orang biasa aja, Zakaria sambil tertawa.
“Sialan ngeledek nih anak.
“Apakah kau baik baik saja Candra, Zakaria sambil membantu membangun kan Candra.
“Terimah kasih, tenang saja gue baik baik saja ko. Candra pun berdiri kembali.
“Yoo Bagas apakah masih berani,Candra sambil menatap wajah Bagas.
Bagas pun langsung berlari untuk menghajar Candra, Candra pun menghindari pukulan dari Bagas dan menjatuhkan Bagas dan Bagas pun terbaring dan Candra langsung menghajar Bagas terus menerus.
Ketika Bagas sedang di hajar terus menerus dan Bagas pun berkata dalam hatinya, “lagi dan lagi aku selalu kalah ketika sedang berduel satu persatu dan saya selalu menjadi pecundang karna selalu geroyokan dan bermain curang,Bagas pun langsung mengingat kan ketika massa kecilnya.
Flashback Bagas...
Ketika Bagas kelas satu dan masih sekolah di SMP Bandung Bagas pun selalu di bully oleh teman temannya di sekolahanya karna berpenampilan sangat cupu sekali.
“Eh nak udah pulang Tah sekolahnya kenapa langsung tiduran ganti baju dulu sanah,ibunya sambil berdiri di samping pintu dan menghampiri Bagas.
Candra pun langsung duduk dari kasurnya dan melepaskan bajunya dan berkata, nih bajunya buk.
Dan ibunya pun melihat banyak coretan dan berkata, “kenapa setiap hari banyak coretan si gas, sambil menatap muka bagas.
Bagas pun selalu ngeles ketika ibunya menanyakan bajunya kenapa selalu banyak coretan coretan.
“Yaudah ibu sanah Bagas mau tidur udah ngantuk, Bagas pun langsung berbaring di tempat tidurnya.
“Beneran mau tidur yaudah ibu tutup ya pintunya, ibunya pun sambil menutupi pintunya.
Jam 05:00
Ibunya pun duduk di tempat kasur Bagas dan membangun kan dan berkata, “cepat bangun nak kan mau sekolah nanti kesiangan gimana, ibunya sambil memegang tangan Bagas.
Dan Bagas pun terbangun dan berkata,”engga sekolah dulu ya buk lagi males, Bagas sambil matanya sambil merem.
“Ko ga sekolah si nanti ketinggalan pelajaran gimana, ibunya pun marah.
“Hari ini doang besok sekolah ko ya buk sekarang ga sekolah dulu, Bagas sambil tiduran.
“Pokoknya harus sekolah Minggu kemarin kan udah libur massa libur lagi si.
Bagas pun langsung duduk dari kasurnya dan berkata, “Yaudah sekarang Bagas mau sekolah.
“Yaudah ibu buat sarapan dulu ya dan kamu mandi dulu trus abis ituh sarapan, ibunya langsung berjalan ke dapur dan membuat roti untuk sarapan Bagas.
“Iyaaa, Bagas pun langsung berdiri untuk mengambil handuk dan langsung ke kamar mandi.
Dan setelah mandi Bagas pun berteriak dan berkata, “Bu mana bajunya ko ga ada si biasanya kan di taro di sini.
Ibunya pun langsung menghampiri dan membawa baju dan celana ke kamar Bagas dan berkata, “Nih nak tadi semalem ibu nyuci bajunya, sambil menaruh bajunya ke Bagas.
“Kenapa ibu nyuci baju si padahal gpp kalau kotor.
“Udah gpp nih buat ongkos buat jajan ya nanti hati hati jalannya, ibunya sambil mengantarkan Bagas di depan rumahnya.
“Iyaa Bagas mau ke sekolaan dulu ya, Bagas sambil berjalan kaki menuju ke sekolaan.
Sampai di sekolah dan Bagas pun langsung duduk di tempat nya sambil menunggu guru datang untuk memulai pelajaran.
“Wahh ada si culun datang nih, ujar anak yang membully Bagas.
Dan Bagas pun hanya terdiam saja dan sambil menundukkan kepalanya.
Dan si anak yang membully Bagas pun berjalan ke bangku Bagas dan berkata,” Belikan saya minum dong haus.
Dan Bagas pun berkata, nanti aja kan mau pelajaran di mulai nanti ibu guru datang, Bagas sambil menundukkan kepalanya.
Dan anak ituh pun memukul meja Bagas dan berkata, “Sekarang hausnya Cepetan Belikan minumnya, dan anak anak pun menertawakan Bagas.
“Yaudah sinih mana uangnya, sambil menatap anak tersebut.
“Pake uang kamu dulu bisa, ujar anak yang membully Bagas.
“Yaudah saya belikan tunggu sebentar ya.
“Iya cepetan gabolehh lama ya.
Ketika Bagas ingin membelikan minumnya ibu guru pun langsung datang dan berkata, “Bagas mau kemana inih mau masuk jam pelajaran loh, ujar gurunya Bagas.
Dan Bagas pun langsung duduk kembali ke tempat duduknya dan berkata, “Ouh gajadi buk nanti aja.
“Beneran gajadi nanti aja, ujar gurunya Bagas.
Dan anak anak pun menertawakan Bagas.
"Kenapa pada ketawa ga lucu kan, ujar gurunya.
Bell istirahat pun berbunyi dan teman yang membully Bagas pun menghampiri bangku Bagas dan ingin menghajar Bagas dan di tahan oleh Bagas dan berkata, “Ouh sekarang kau berani melawan saya ya, ujar anak yang membully Bagas.
“Kenapa kalau gw berani , Bagas sambil emosi dan berkata dengan intonasi yang sangat keras.
TO BE CONTINUED