Interlude : Who Am I?

Interlude : Who Am I?
Episode 7 : The Beautiful Scenery



"Paradise is the beautiful scenery. I still wonder the beautiful story, and still wonder the best part, too. In the park of the early morning, i have my feelings now, towards this old yellow." - 풍경 (Scenery) - V (BTS)


*******


Taehyung


Aku mengambil kamera milikku yang baru saja aku beli kemarin pagi. Aku lalu menyetel pengaturan kamera karena masih baru dan belum pernah kupakai. Aku mencari Jungkook agar dia membantuku mengatur memori SD kamera baruku. Aku ingin memakainya saat jalan-jalan ke Geochang minggu ini.


Saat aku sedang mencari Jungkook di kantor BigHit, tiba-tiba aku berpapasan dengan Seokjin hyung di lorong sepi lantai 3 ini. Dia memakai sweater hitam-putih dengan celana training ditambah sepatu sneakers bermerek yang kelihatannya masih baru. Kurasa, sepatunya itu baru saja ia beli 3 hari yang lalu bersama Namjoon hyung di Gangnam.


"Taehyung? Sedang apa kau disini? Mencari Jungkook??" ujarnya.


Tebakan Seokjin hyung benar sekali. Mengapa ia bisa tahu kalau aku benar-benar mencari Jungkook disini?? Apa dia seorang peramal? (aku hanya bergurau^^)


"Hmm, iya." jawabku sambil menganggukkan kepalaku. "Aku mencarinya karena aku punya urusan dengannya tentang kamera baruku ini."


Seokjin hyung mendekati kamera itu dan melihatnya dari dekat. Ia lalu tertawa saat melihatnya sesaat.


"Hahaha, kau beli kamera baru lagi? Untuk apa kau beli jika kau tidak tahu cara menyetelnya? Pakailah kamera lamamu!!" serunya sambil tertawa terbahak-bahak. Aku pun ikut tertawa, karena sejujurnya aku juga tak terlalu niat membeli kamera, tapi aku sudah memesannya jadi aku harus merelakan uangku habis karena kamera itu.


Tak lama setelah itu, Seokjin lalu melangkah pergi hingga punggungnya tak terlihat di hadapanku begitu aku menoleh ke belakang.


Aku lalu kembali fokus mencari Jungkook. Saat aku mencari hingga ke ujung lorong, tiba-tiba aku mendengar suara bisikan. Aku benar-benar menghafal suara dan gaya bicara ini.


"Kudengar kalau Taehyung mendapatkan gelar yang benar-benar tidak aku sangka, deh. Ada adik temanku yang juga ARMY itu mengatakan kalau Taehyung mendapat predikat #1 The Most Handsome Faces in 2017 versi TC Candler. Aku baru saja melihat kabar itu sesaat setelah aku melihat perform MIC Drop kita.."


"Hei. Tinggal beberapa hari lagi dia akan segera berulang tahun lagi. Sekarang, kau akan melakukan apa??"


Aku tersentak karena aku menguping pembicaraan mereka. Yang jelas, aku dibicarakan oleh mereka. Meskipun aku tak melihat wajahnya, tapi aku sudah tahu siapa orang yang baru saja membicarakan sesuatu tentangku.  Untungnya, mereka berbicara hal yang baik tentangku.


Aku berbalik dan kembali menuju ke tempat dimana aku bertemu Yoongi. Aku lalu mengecek suasana di tempat itu ketika langit Seoul sudah gelap.


Ketika langkahku terhenti di tempat itu, mataku tertuju kepada layar TV yang masih menyala, dan benar saja, wajahku terpampang sendirian disana. Tak ada member lain selain diriku. Saat kusimak baik-baik, ternyata itu adalah daftar 100 The Most Handsome Faces in 2017 yang dibicarakan di tempat sebelumnya. Aku tak menyangka bisa berada di posisi pertama.


Hal yang aku rasakan begitu aku mendengar dan melihat berita itu sendiri, adalah rasa tak percaya, bahagia, senang, sekaligus terharu. Tapi, aku tetap tak ingin memperlihatkan rasa sombongku kalau mereka menilai diriku tampan, karena bagiku, tak ada yang sempurna di dunia ini. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Memang sebuah pemandangan yang sulit dipercaya, tapi aku harus mengatakan pada diriku untuk selalu mempercayai betapa hebatnya orang begitu ia bisa mencintai dirinya sendiri. Meskipun ada yang menilai kalau itu egois, namun aku percaya kalau aku bisa melakukan itu.


Sulit dipercaya. Kim Taehyung, member BTS, kelahiran 30 Desember 1995, seorang lead vocal, lead dancer, dan termasuk maknae line, menjadi pria tertampan di dunia tahun ini!! Begitulah ucapan yang dilontarkan Manajer-nim padaku beberapa saat yang lalu. Aku hanya bisa tersenyum dan menyembunyikan rasa malu-ku.


Setelah mencarinya ke seluruh tempat, akhirnya aku bisa menemukan Jungkook yang sedang asyik minum milkshake rasa coklat sambil duduk santai sendirian di kursi teras cafetaria. Aku akhirnya mengerti kalau ia suka sekali ke tempat itu jika ia tak punya urusan di kantor. Dia selalu duduk di kursi teras cafetaria dekat jendela. Kalau ia sedang memiliki mood yang sangat baik, dia pasti akan memesan dessert atau ice cream, terkadang ia juga memesan milkshake dan juga burger daging. Dan itulah menu yang sedang ia pesan sekarang. Segelas milkshake rasa coklat, dengan cupcake yang memiliki buah ceri diatasnya.


Dengan terburu-buru, kupercepat langkahku dan menghampiri si Golden Maknae itu. Dia terlihat gemas jika dari jauh, namun jujur kukatakan, dia juga sangat tampan. Dia benar-benar sudah dewasa dan dibesarkan lewat kasih sayang member lain dan para staff di BigHit. Aku masih ingat saat kali pertama aku mengenal Jungkook. Meskipun dialah orang yang mengajakku untuk bicara, namun ia masih lugu dan polos saat itu. Dia suka memintaku untuk ditraktir patbingsoo ketika waktu istirahat setelah latihan dance.


"Jungkook!!" Ia lalu menoleh ke arahku. Dia lalu melambaikan tangan, dan tersenyum ramah kepadaku, "Ayo kesini!!" ajaknya.


Aku lalu duduk di hadapannya sambil memperlihatkan kamera yang aku bawa. Sambil memakan cupcake nya, ia menatapku dengan tatapan yang sangat polos. Ibarat bayi yang belum tahu hal-hal yang belum ia ketahui. Seperti itulah tingkah Jungkook begitu aku memperlihatkan kamera baruku dan kuletakkan di atas meja.


Jungkook lalu meraih kamera itu, dan memperlihatkan tempat memorinya. Jarinya menunjuk kepada tempat memori itu sambil memperlihatkannya padaku. "Hyung sudah tahu fungsi tempat ini?" Aku mengangguk. 


"Jungkook, karena ini adalah kamera yang baru saja aku beli. Ini adalah versi terbaru yang sama seperti kamera milikmu. Oleh karena itu, aku memintamu untuk mengajariku cara memakainya karena cara memotret dari kamera lamaku jauh berbeda dengan kamera ini." 


Raut wajah Jungkook hampir saja membuatku gemas. Karena ia memasang wajah yang bagiku itu terlalu gemas hingga aku hampir mencubit kedua pipinya. Ia membulatkan mulutnya tanda ia mengerti dengan ucapanku barusan.


Apakah dia masih menyimpan bunga istimewa itu? Yang membuat jiwanya belum seutuhnya telah dewasa?? pikirku dalam hati sambil memperhatikan tingkahnya yang masih kekanak-kanakan itu.


*******


Hari ini aku sangat bahagia. Meskipun aku belum pergi ke Geochang, namun aku sudah bersemangat karena besok aku akan pergi kesana. Aku kembali berpikir tentang bunga istimewa yang aku pikirkan beberapa hari yang lalu. Aku tak sempat berbuat apapun karena kami terus saja menghadiri acara dimana-mana semenjak album terbaru kami dirilis.


Aku lalu bergegas ke tempat dimana kami bertujuh pernah melakukan pemotretan. Saat aku tiba di tempat itu, aku menemukan kelopak bunga yang terdapat sebuah tulisan. 2 kata. Kucermati baik-baik, dan saat aku membacanya, aku tersentak. Jung Kook. 2 kata yang ada di kelopak bunga itu. Aku lalu menyimpannya di saku celanaku. Aku lalu mencari bunga yang serupa dengan kelopak bunga yang baru saja aku temukan.


Aku terhenti dimana semua orang-orang yang ada di tempat ini fokus menatap ke arahku. Tunggu. Mereka benar-benar menatapku? Astaga, apakah aku tidak menyamar? Apalagi, aku sedang pergi ke tempat ini sendirian. Bodoh. Seharusnya aku memakai masker, topi dan hal yang menutupi tubuhku agar aku tak dikenali siapapun. Namun saking semangatnya diriku, aku sampai lupa untuk menyamar begitu aku pergi ke tempat ini.


Huh. Aku benci ini.


Karena aku semakin dikerumuni oleh banyak orang, tidak ada cara selain menghubungi member lain. Untungnya, tak lama setelah itu, Jungkook menarik lenganku dan membawaku pergi ke tempat lain untuk bersembunyi dari kerumunan orang banyak.


"Hyung? Sedang apa Hyung disini? Apalagi Hyung tak menyamar sama sekali.." sahutnya sambil memakaikan jaket hitam untukku.


Merasa sudah aman, aku lalu mengajak Jungkook ke suatu tempat. Dan aku menemukan sesuatu yang aku cari. Setangkai bunga yang serupa dengan kelopak bunga yang beberapa saat yang lalu aku temukan. 


Aku mengrinyit. Dari mana asal bunga ini??


*******


Aku kembali dengan pikiran yang masih bertanya-tanya, lalu menemui Yoongi hyung. Saat aku pergi mencarinya di gedung BigHit, aku menemukan Yoongi hyung sedang duduk di depan ruang studionya. Jika kulihat, ia merasa kebingungan. Kurasa, ia lupa dengan kunci password dari studio Genius Lab miliknya.


Aku lalu berjalan menghampirinya, dan begitu aku tiba di hadapannya, aku turut duduk disampingnya. Aku sangat menghormati Yoongi hyung.


"Taehyung? Aku kira kau sedang latihan di studio untuk rekaman bersama Seokjin hyung, Jimin dan Jungkook, tapi kenapa bisa kau ada disini??" tanyanya lembut.


Aku terdiam. Kemudian, aku merogoh sesuatu di saku celanaku, dan memperlihatkannya pada Yoongi hyung. Dan begitu ia melihatnya dari dekat, ia terkejut.


"Astaga! Kenapa bunga ini bisa ada di tanganmu?!!" Matanya membulat begitu ia melihat benda yang aku pegang. Saking terkejutnya, ia bahkan mendongak sambil menutup mulutnya.


Pandanganku tertuju kepada Yoongi hyung. "Hyung, ada apa dengan bunga ini?"


Aku lalu meneteskan air mataku begitu mendengar penjelasan Yoongi hyung. Astaga, apakah itu alasan mengapa nama Jungkook tertulis di kelopak bunga itu? Dan, mengapa bunga itu harus menjadi kunci studio Yoongi hyung??


"Bunga ini adalah hadiah Jungkook. Dan bunga ini adalah kunci studioku. Bunga ini hilang sejak Black Swan datang dari langit, dan mencuri bunga itu diam-diam saat aku meletakkannya di taman. Bunga itu merupakan serbuk yang dimiliki oleh kita bertujuh. Jika diantara salah satu serbuk berwarna hitam, berarti orang yang memiliki serbuk itu dirasuki kegelapan Stigma. Makanya, aku tahu kalau saat itu kau sedang dirasuki oleh Stigma-mu sendiri, Taehyung."


to be continued.....