
"Sejak aku masuk ke dalam dunia Singularity, aku menemukan sisi lain yang belum pernah aku lihat sama sekali."
*******
Namjoon : Kau masuk ke dunia kegelapan di saat perasaan kamu sedang tidak baik, sehingga membuatmu tersesat di dunia itu. Kau ingin melawan, namun kau tak punya senjata. Hingga pada akhirnya, kau harus menerima kekalahan yang tragis itu. Agar kau bebas dari hukuman, kau membayar sebuah tebusan yang sejujurnya tak masuk akal bagimu. Yaitu kau harus rela dirimu menderita setiap cuaca di Bumi sedang tidak baik dan tidak beraturan. Kau benar-benar akan terjebak kedalam dunia Singularity. Dan Stigma-mu juga akan membuat dirimu, dan orang-orang di sekitarmu menderita karenanya...
Pip! Pesan yang dikirim oleh Namjoon via grup chat BTS membuat member lain geleng-geleng kepala. Mengirim pesan aneh yang dikirim oleh sang leader, Kim Namjoon, adalah hal asing bagi member BTS. Pasalnya, untuk pertama kalinya ia mengirim pesan serumit teori MV BTS.
"Stigma? Singularity?? Apa itu??" ucap Jungkook sambil membaca ulang pesan yang dikirim oleh Namjoon barusan. Ia membacanya berkali-kali agar ia mengerti dengan maksud Namjoon mengirim pesan aneh itu.
Sementara itu, di studio Yoongi, Hoseok dan juga Yoongi membahas soal pesan yang dikirim Namjoon. Mereka berdua sibuk membicarakan tentang pesan itu.
"Apakah ini sebuah teori? Atau.." kata Yoongi sambil memegang dahinya seakan-akan ia mengingat sesuatu, "..sebuah lagu??"
Hoseok menimpali, "Hyung! Bukannya Stigma adalah lagu solo dari album WINGS yang dinyanyikan oleh Taehyung? Dan perkataan Namjoon.. bukannya sama persis dengan kondisi Taehyung saat ini??"
"Mungkin. Karena lagu itu ditulis oleh Taehyung, jadi yah, semua yang dikirim oleh Namjoon ini ditujukan untuk Taehyung. Dan Singularity, kayaknya itu lagu untuk BTS nantinya deh, karena aku tak sengaja melihat naskah lagu yang judulnya Singularity. Kata Manajer-nim, lagu itu akan dinyanyikan oleh Taehyung. Soal masalah yang dialami Taehyung, kau tak perlu khawatir, karena aku yang akan membantunya keluar dari masalahnya.." tutur Yoongi sambil menepuk pundak bahu Hoseok.
Mendengar ucapan Yoongi, Hoseok tersenyum haru sambil menatap Yoongi dengan mata yang terlihat agak berair. "Yoongi hyung, kau benar-benar baik.."
*******
Mungkin, diantara member BTS selain Namjoon, hanya Taehyung yang tidak membaca pesan aneh di grup chat BTS itu. Dan saat ini, ia sedang berbaring di sofa tepatnya di ruang tengah sambil memejamkan kedua matanya.
Tak lama kemudian, Seokjin dan Jungkook yang baru saja kembali dari cafetaria dekat dorm, berjalan masuk melewati pintu depan. Saat masuk ke dalam dorm, mereka melihat Taehyung yang sedang berbaring diatas sofa. Tanpa berpikir panjang, mereka berlari menghampiri Taehyung.
"Taehyung! Apakah kau tidak membaca pesan yang dikirim oleh Namjoon hyung lewat grup chat tadi??" seru Jungkook sambil menepuk pundak Taehyung dari belakang.
Awalnya, ia tak menjawab ataupun menoleh, namun begitu Jungkook kembali menepuk pundaknya dengan keras, ia langsung menoleh. Ternyata, dari tadi Taehyung sedang melamun sehingga ia bahkan sama sekali tak mendengar ucapan Jungkook barusan.
"A-ani. Aku tak pernah menyentuh ponselku sejak tadi. Ponselku sedang di-charge sekarang. Lagipula, aku tak bisa melakukan apapun karena aku sendirian di dorm. Seandainya kau tadi ada disini, kita bermain Piano Tiles atau Overwatch." gumam Taehyung.
Seokjin dan Jungkook saling tukar pandang. Mereka lalu tersenyum menatap Taehyung yang kebingungan, "Tadi Namjoon sedang mengirim pesan, dan dia menyebutkan kata 'Stigma' dan 'Singularity' yang membuat keningku berlipat-lipat karena maknanya sulit dimengerti. Mungkin itu ada kaitannya dengan teori comeback BTS nantinya, atau kaitannya dengan kehidupanmu." kata Seokjin sambil melipat tangannya di depan dada.
"Hmm," gumam Taehyung, "...maksudmu sisiku yang gelap itu? Yang penuh dengan Stigma??"
Hal itu kembali membuat Seokjin dan Jungkook terdiam. Bagaimana bisa Taehyung mengetahui hal itu padahal kami belum menjelaskannya??' gumam Jungkook.
*******
Bip! Pesan yang dikirim Namjoon sekarang kembali menjadi bahan perbincangan member di grup chat. Seperti saat pertama, Namjoon mengirim pesan yang maknanya begitu rumit layaknya sebuah teori yang belum bisa dipecahkan oleh siapapun.
Namjoon : Jika kau merasa tak melihat dirimu di sungai (cermin), itu tandanya kalau kau itu sebenarnya egois. Kau itu layaknya seorang PERSONA yang terjebak dalam dunia SHADOW sehingga membuat orang itu disakiti oleh EGO-nya sendiri. Jadi, kapankah kau mau mencoba untuk keluar dari dunia Singularity yang kau buat itu??
Hoseok : Teori apa lagi yang kau kirimkan pada kami??
Yoongi : Fokus pada 3 kata yang dicetak tebal yang diucapkan Namjoon. PERSONA, SHADOW, dan EGO. Pahami makna dari ketiga kata itu. Kau akan dapat menjawab teka-teki yang diberikan Namjoon jika kau mengerti dengan kata-kata itu.
Taehyung : Keluarkan aku dari Singularity, sebelum Stigma-ku menyakiti kalian lagi^^
*******
"Ayo, kita kembali ke waktu itu..." ajak Yoongi sambil menarik tangan Taehyung dengan lembut.
"Tapi, bagaimana Hyung bisa melihat sisi gelapku??" Tatapan Taehyung fokus ke wajah Yoongi yang penuh dengan insting alaminya.
"Aku merasa kalau aku melihat kejadian dimana kau masuk kedalam dunia itu.."
Pandangan Yoongi tertuju pada kamar Taehyung, yang gagang pintunya telah rusak. "Ah, begini. Semuanya bermula ketika kau keluar dari kamar, namun gagang pintu kamar milikmu rusak." Yoongi lalu memulai ceritanya. Dari raut wajahnya, ia benar-benar terasa kalau ia pergi ke masa itu dimana Taehyung terjebak dalam dunia Singularity yang membuatnya harus menyakiti para hyung-nya.
"Saat itu, di bawah cahaya bulan purnama yang amat indah, membuat kota Seoul juga menjadi permata saat malam. Namun, semuanya seketika menghilang begitu awan gelap datang dari Incheon menuju Seoul sehingga cahaya bulan tertutupi oleh awan sepenuhnya. Tiba-tiba, hujan turun dengan amat deras membasahi permukaan kota Seoul. Dan, aku bahkan sama sekali tak menyangka, kalau petir itu membuat pohon tumbang yang mengakibatkan listrik di daerah UN Village. Yah, sehingga Taehyung waktu itu terkejut, karena listriknya tiba-tiba padam begitu saja.."
"Saking gelapnya kondisi dorm waktu itu, Taehyung berusaha untuk mencari lilin dengan bantuan cahaya ponselnya. Kebetulan saja, pagi itu Namjoon membeli satu pack lilin. Seakan-akan ia tahu kalau malam itu akan terjadi pemadaman listrik."
Taehyung termangu. Ia menutup kedua matanya pelan-pelan, dan begitu ia membuka matanya, ia merasa kalau ia kembali ke waktu itu dan ternyata, ia melihat Yoongi yang sedang berjalan di depan kamarnya di waktu itu, meskipun Taehyung tahu kalau hanya dirinya saja yang ada saat peristiwa itu terjadi.
"Namun, tiba-tiba saja petir menggelegar begitu Taehyung sudah sampai di lantai 2. Akibat petir yang memekakkan telinga itu, Taehyung berteriak hingga ponselnya terjatuh ke lantai. Saat itu, Taehyung menutup kedua telinganya dengan tangannya yang gemetar."
"Taehyung mengatakan, 'Aah, kenapa suasananya malah tambah menyeramkan begini. Aku jadi takut..', lalu ia mengambil ponselnya dan bangkit lalu berjalan menuju kamarnya."
Yoongi membuka pintu kamar Taehyung dengan gerakan tangannya yang lemah, lalu memasuki kamar Taehyung hati-hati. Karena penasaran, Taehyung mengikuti jejak Yoongi yang masuk ke kamarnya dimana Yoongi sedang kembali ke masa itu.
"Ah, Taehyung sedang ketakutan karena kondisi di dorm waktu itu. Saking menyeramkannya, ia bahkan tak berani keluar dari kamarnya. Ia menutup pintu kamarnya dari dalam sehingga ia tak bisa keluar. Ia duduk bersandar di kasurnya sambil memeluk erat guling miliknya. Disaat petir menggelegar, ia menutup kedua matanya dengan tangannya yang sudah berkeringat saking takutnya ia pada kondisi dorm.."
"Tak lama setelah itu, ia merasa kalau ia ingin ke kamar kecil. Ia lalu bangkit, dan berjalan menuju ke kamar kecil di lantai dasar," Yoongi lalu mengikuti jejak Taehyung yang berjalan menuju ke kamar kecil.
Setelah urusan di kamar kecil selesai, Taehyung yang berada pada masa itu berjalan mendekati cermin di dekat pintu masuk kamar kecil itu. Sementara itu, Yoongi (yang tidak terlihat) berdiri tepat di samping Taehyung.
"Karena Taehyung suka mengecek wajahnya setiap saat, jadi kadang ia memeriksa wajahnya di cermin saat itu. Ia lalu berdiri dan melihat wajahnya di cermin. Saat dia melihat wajahnya saat itu, tiba-tiba petir kembali menggelegar. Taehyung kembali gemetar. Namun, ia gemetar bukan karena petir ataupun gelap, melainkan ia gemetar disebabkan karena bayangannya lenyap di cermin."
*******
"Taehyung berjalan menuju ke kamarnya dengan wajah ketakutan. Ia teringat disaat dirinya tak ada di cermin. Saat ia membuka kamarnya, tiba-tiba suasana kembali mencekam, bahkan terlihat jauh menyeramkan. Begitu Taehyung melangkah masuk ke kamarnya, terasa ada yang berbisik di belakangnya. Bukan orang, namun seperti bayangan hitam. Bayangan itu seakan berbisik di telinga Taehyung. Setelah itu, Taehyung terjatuh, dan badannya terbanting diatas kasur dengan posisi terlentang. Matanya tetap terbuka hingga pagi. Meskipun begitu, kamar Taehyung tertutup rapat, padahal anehnya, tak ada yang menutup pintu itu."
Taehyung menggigil ketakutan mendengar penjelasan Yoongi. Ia sama sekali tak menyangka kalau dirinya mengalami peristiwa yang begitu mengerikan hingga membuat dirinya dan orang-orang di sekitarnya menderita.
"Saat pagi, Taehyung kembali dengan kondisi normal, walaupun dilihat dari kondisi wajahnya, matanya masih menandakan kalau ia masih ragu untuk keluar dari kamarnya. Ia bahkan tak habis pikir bagaimana ia bisa berakhir di kasurnya dengan posisi terlentang dengan mata terbuka lebar. Begitu Jungkook datang, ia merasa tak yakin untuk keluar karena ia sedang dibisiki oleh bayangan yang menghantui pikirannya semalam.."
Tiba-tiba, pintu yang bercahaya muncul di hadapan Taehyung dan Yoongi. Setelah itu, mereka berjalan memasuki pintu itu. Dan pada akhirnya, mereka akhirnya kembali ke masa depan..
"Nah, kau akhirnya sudah tahu. Karena kau sudah tahu asal-usulnya, maka urusan itu kita akan selesaikan nanti malam bersama-sama.." kata Yoongi, lalu meninggalkan Taehyung sendirian di ruang tengah dengan langkah yang begitu cepat.
Taehyung menunduk gelisah, "Ah, jadi ini sisiku yang sebenarnya?? Yang penuh Stigma itu??"
to be continued.....